Ciamis,- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan pertemuan bersama Apoteker Puskesmas di akhir tahun 2024 se Kabupaten guna membahas Program Rujuk Balik (PRB) di Aula Dinkes Ciamis. Jumat (27/12/2024).
Kepala Dinkes Kabupaten Ciamis, dr. H. Yoyo, M.M. Kes melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Iwan Deniawan menjelaskan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Dinkes Ciamis merencanakan melakukan optimalisasi penyelenggaraan pelayanan obat-obatan PRB di Puskesmas.
“Program Rujuk Balik ini bertujuan untuk memudahkan akses pelayanan obat-obatan bagi penderita penyakit kronis, dan telah menjalani perawatan di rumah sakit jika kondisinya stabil dapat melanjutkan pengobatan rutinnya di puskesmas terdekat,” jelasnya.
Lebih lanjut Iwan mengungkapkan pertemuan ini untuk meningkatkan jumlah Puskesmas yang menyelenggarakan apotek PRB, di Kabupaten Ciamis sendiri dari 47 Puskesmas baru ada 3 Puskesmas.
“Adapun puskesmas yang sudah menyelenggarakan PRB saat ini adalah Puskesmas Lumbung, Cipaku dan Ciamis, di tahun 2025 kita berharap jumlahnya semakin bertambah dengan harapan pelayanan obat-obatan khususnya 9 penyakit kronis yang masuk dalam PRB ini dapat dilayani dengan optimal di tingkat pertama,” ujarnya.
Selain PRB, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat Dinkes Ciamis juga akan mengoptimalkan program Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara rasional dan tepat.
“Agenda ini melibatkan para apoteker untuk memberikan promosi dan edukasi kepada masyarakat khususnya dalam bidang kefarmasian. Dua program ini menjadi dasar kami mengadakan pertemuan di akhir tahun, dengan harapan bisa direalisasikan secara maksimal pada tahun 2025,” ucapnya.
Iwan menuturkan jika Dinkes Ciamis mempunyai target di 5 tahun kedepan semua Puskesmas di Kabupaten Ciamis sudah menjalankan PRB.
“Dinkes Ciamis akan terus berupaya agar PRB bisa dijalankan di semua Puskesmas dalam kurun waktu 5 tahun kedepan walaupun memang tak dapat dipungkiri untuk penyelenggaraan obat TMP kita membutuhkan sumber daya yang lumayan dari mulai belanja obat-obatannya mengingat bat-obatan penyakit kronis tingkat 2 ini kan agak lumayan juga untuk biayanya,” ungkapnya
“Untuk PRB ini Puskesmas akan menyelenggarakan MOU dengan BPJS kesehatan dan kemudian menjadi diskresi untuk Puskesmas sehingga bisa membeli obat-obatan dan menyediakannya untuk pasien dengan 9 penyakit kronis,” tambahnya.
Iwan berharap dengan program PRB dan Gema Cermat masyarakat mendapatkan edukasi yang cukup ketika menggunakan obat sesuai dengan resep yang diterima.
“Di tahun depan dua agenda tersebut menjadi prioritas guna memberikan pelayanan bagi masyarakat, tentunya akan lebih banyak puskesmas yang menyelenggarakan apotek PRB, sehingga masyarakat yang pulang dari Rumah Sakit dalam kondisi stabil kemudian dirujuk oleh dokter spesialisnya untuk berobat di fasilitas tingkat pertama bisa dilayani sebanyak mungkin di Puskesmas,” ucapnya
Menurut Iwan untuk harapan yang kedua, dirinya menuturkan agar program Gema Cermat bisa lebih optimal diselenggarakan di pihak Puskesmas yang menjadi Agent Of Change agar mampu memberikan edukasi yang cukup kepada masyarakat sehingga pengobatan yang diterima oleh masyarakat juga lebih efektif.
“Tidak dipungkiri PRB tidak hanya dijalankan di apotek puskesmas tetapi disediakan pula di apotek swasta, untuk itu pertemuan dilaksanakan guna membangun semangat apotek Puskesmas untuk bekerja lebih cepat dan tepat,” pungkasnya (nay)**