Dejurnal.com , Garut – Musibah datang tanpa permisi. Begitu pula yang dialami oleh Ibu Hermin, seorang janda tua warga Kampung Cibunuang RT 01 RW 09, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Pada Senin sore, 14 Juli 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, rumah sederhana milik Ibu Hermin dilalap si jago merah. Dalam sekejap, seluruh tempat tinggal beserta harta benda dan dokumen-dokumen penting miliknya musnah tak tersisa.
Mendengar kabar duka tersebut, Kepala Desa Bagendit, Endang Omar Dani, segera mengirimkan pesan WhatsApp kepada Anggota DPRD Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, memohon agar berkenan menengok langsung korban kebakaran tersebut.
Tanpa menunda waktu, sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama, Yudha Puja Turnawan bersama Kasi Tramtib Kecamatan Banyuresmi, Yayat, perwakilan Polsek Banyuresmi,Ari, serta Jazuli dari Koramil Banyuresmi, datang ke lokasi kebakaran. Kunjungan mereka bukan hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk memberikan kekuatan moral dan sedikit bantuan materi bagi Ibu Hermin yang tengah dirundung kesedihan mendalam.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha Puja Turnawan memberikan santunan uang tunai dan bingkisan sembako. Bantuan tersebut mungkin tak dapat menggantikan semua yang telah hilang, namun setidaknya mampu meringankan beban di tengah keterpurukan.
Yudha juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perumahan dan Permukiman segera turun tangan membantu penyediaan bahan bangunan untuk membangun kembali rumah Ibu Hermin. Ia juga mendorong agar sumber pendanaan dari program Corporate Social Responsibility (CSR), BAZNAS, serta iuran KORPRI dapat dioptimalkan untuk membantu para korban bencana serupa.
“Musibah seperti ini tidak bisa hanya ditangani secara personal. Perlu kolaborasi nyata dari pemerintah, lembaga sosial, dan seluruh elemen masyarakat. Ibu Hermin butuh lebih dari sekadar simpati—beliau butuh uluran tangan yang konkret agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Yudha.
Semoga apa yang menimpa Ibu Hermin dapat membuka hati banyak pihak untuk turut serta membantu. Karena di tengah puing dan abu, kepedulian kita adalah harapan yang menyala.**Willy