Dejurnal, Ciamis,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menerima penghargaan bergengsi Special Award kategori Pengumpulan UPZ Desa Terbaik dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/08/2025).
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan BAZNAS Ciamis dalam mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai ujung tombak pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat akar rumput.
Ketua BAZNAS Ciamis, Lili Miftah, menjelaskan bahwa di Kabupaten Ciamis saat ini seluruh 265 desa sudah memiliki UPZ yang aktif. Berdasarkan pencapaian penghimpunan, UPZ dibagi ke dalam tiga kelompok:
-Kelompok pertama: penghimpunan di atas Rp10 juta,
-Kelompok kedua: Rp5–10 juta,
-Kelompok ketiga: di bawah Rp5 juta.
“UPZ Desa menjadi modal utama karena masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Ini bagian dari kepatuhan umat Islam dalam menjalankan rukun Islam ketiga, yaitu zakat. Alhamdulillah, pelaksanaan ZIS di Ciamis sudah dirasakan luas manfaatnya, terutama untuk mengurangi kemiskinan di desa,” ungkap Lili saat dihubungi via telpon Jumat (29/08/2025)
Keberhasilan sistem tersebut menurut Lili bahkan dijadikan rujukan nasional. BAZNAS RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2025 yang mengharuskan setiap desa di Indonesia memiliki UPZ, terinspirasi dari keberhasilan Ciamis.
“Ciamis kini juga dikenal sebagai salah satu daerah yang berhasil membentuk Kampung Zakat. Hingga 2025, terdapat tujuh kampung zakat yang telah berdiri,” terangnya.
Dijelaskan Lili untuk membentuk kampung zakat, UPZ harus memenuhi syarat, di antaranya menghimpun ZIS di atas Rp10 juta serta melaksanakan program pemberdayaan ekonomi umat.
Lili menambahkan sesuai arahan pemerintah pusat kedepannya BAZNAS Ciamis akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk OJK, bank syariah, dan Koperasi Merah Putih untuk membantu usaha yang diberdayakan dibawah pembinaan BAZNAS.
“Dana yang diajukan dari bank syariah masuk ke bank koperasi merah putih untuk penerima manfaat hasil pemberdayaan usaha yang dibina BAZNAS,” tuturnya.
Keberhasilan BAZNAS Ciamis tak lepas dari program-program unggulan yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, di antaranya:
1. Ciamis Peduli – Bantuan sosial, biaya hidup, logistik harian, bantuan bencana, hingga renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).
2. Ciamis Sejahtera – Penguatan ekonomi masyarakat melalui modal usaha dan pengembangan ekonomi komunitas.
3. Ciamis Cerdas – Dukungan pendidikan berupa beasiswa bagi siswa kurang mampu serta bantuan untuk guru sukarelawan.
4. Ciamis Sehat – Layanan pengobatan dan program preventif, termasuk pencegahan stunting.
5. Ciamis Agamis – Dukungan syiar Islam, bantuan bagi dai, mualaf, dan fasilitas dakwah.
“Selain itu, terdapat program inovatif seperti Gerakan Kencleng Berjamaah, yakni pengumpulan infak rutin melalui celengan dari masyarakat, bahkan dari uang receh, untuk kemudian disalurkan ke berbagai program sosial BAZNAS,” jelas Lili.
Dikatakan Lili penghargaan BAZNAS Award 2025 menegaskan bahwa model pengelolaan ZIS yang dikembangkan BAZNAS Ciamis mampu menjadi contoh praktik terbaik tingkat nasional.
“Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)