Ciamis, deJurnal – Budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus mengakar kuat di Kabupaten Ciamis.
Kegiatan bebersih menjadi bagian dari budaya kerja aparatur dan masyarakat, baik pada hari kerja maupun di hari libur.
Hal tersebut tampak jelas pada Senin pagi (19/1/2026). Sejak pagi hari, aparatur sipil negara (ASN), perangkat wilayah, dan masyarakat serentak melaksanakan kegiatan bebersih di lingkungan perkantoran, fasilitas umum, serta kawasan permukiman di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Kegiatan bebersih di awal pekan tersebut menjadi penegasan kebersihan di Ciamis bukanlah kegiatan insidental, melainkan kebiasaan kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Selain pada hari kerja, semangat yang sama juga telah ditunjukkan sehari sebelumnya, Minggu (18/1/2026). Meski digelar pada hari libur dan di tengah kondisi cuaca hujan, ASN, perangkat wilayah, dan warga tetap antusias bergotong royong membersihkan lingkungan di wilayah masing-masing.
Budaya kebersihan yang terus terjaga tidak lepas dari keteladanan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, yang dikenal dekat dengan masyarakat dan konsisten menanamkan nilai gotong royong serta kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Ciamis turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Jajaran pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa dan kelurahan menyatu dengan masyarakat dalam kerja bakti tanpa sekat birokrasi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Giyatno, menjelaskan kegiatan bebersih tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 100.3.4.2/11.036-DPRKPLH tentang Himbauan Menjaga Kebersihan dan Lingkungan.
Menurutnya, surat edaran tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menjadikan kebersihan sebagai gerakan bersama yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kebersihan dan pengelolaan lingkungan bukan program sesaat, tetapi harus menjadi budaya kerja seluruh perangkat daerah hingga ke tingkat desa, dengan dukungan aktif masyarakat,” ujar Giyatno, Senin (19/1/2026).
Giyatno menuturkan, kegiatan bebersih yang dilakukan pada hari kerja maupun hari libur merupakan bagian dari kebiasaan yang telah lama berjalan di Kabupaten Ciamis.
“Setiap hari Jumat, ASN dan aparat wilayah rutin melaksanakan Gerakan Jumat Bersih, sementara masyarakat juga terbiasa menggelar kerja bakti secara swadaya di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” tuturnya.
Lebih lanjut, Giyatno menyampaikan kebijakan tersebut sekaligus menindaklanjuti Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah.
“Salah satu fokus utama kami adalah penguatan Gerakan Jumat Bersih di lingkungan perkantoran, permukiman, dan ruang publik,” tambahnya
Selain menjaga kebersihan lingkungan, DPRKPLH juga mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya. Masyarakat diajak memilah sampah rumah tangga sesuai jenisnya, memanfaatkan sampah bernilai ekonomi, serta mengembangkan Bank Sampah, pengomposan, dan budidaya maggot di setiap wilayah.
“Yang terpenting adalah perubahan perilaku. Sampah jangan lagi dilihat sebagai beban, tetapi sebagai potensi yang bisa dikelola dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Giyatno menyebutkan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, DPRKPLH secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi, termasuk menerima laporan berkala dari OPD, kecamatan, dan desa sebagai bahan evaluasi kebijakan daerah.
Giyatno berharap budaya kebersihan yang telah tumbuh di Kabupaten Ciamis dapat terus terjaga dan semakin menguat di masa mendatang.
Ia menekankan keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada konsistensi dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan ini terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan keterlibatan semua pihak, Kabupaten Ciamis dapat terus menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














