Dejurnal.com, Bandung – Wakil Bupati (Wabup) Bandung Ali Syakieb mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung untuk bekerjasama membangun Kabupaten Bandung.
“Wartawan mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung. Kita butuh wartawan. Wartawan sebagai penyeimbang demokrasi. PWI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan program kerja Pemkab Bandung. Semua program kerja Pemkab Bandung adalah untuk kemaslahatan masyarakat,” kata Ali Syakieb saat beraudiensi dengan PWI Kabupaten Bandung di ruang pertemuan Setda Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (6/1/2026).
Didampingi Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung Teguh Purwayadi dan Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Sandi Apriatna, Ali Syakieb mengucapkan terima kasih kepada PWI Kabupaten Bandung yang sudah membantu Pemkab Bandung, khususnya dalam penyampaian informasi atau pemberitaan kegiatan atau program pemerintahan kepada masyarakat.
Ali Syakieb menegaskan bahwa pola kerja sama antara Pemkab Bandung dengan PWI hadis lebih dimaksimalkan lagi.
“Kita harus sama-sama membangun Kabupaten Bandung. Saya berharap wartawan maupun PWI yu sama-sama bangun Kabupaten Bandung. Dengan harapan setiap informasi yang disampaikan ke publik bisa dimengerti dan dipahami oleh masyarakat. Jangan sampai berita yang tersebar adalah berita hoaks,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ali Syakieb turut mengungkapkan permasalahan pengangguran, bank emok, dan sampah. Khususnya untuk permasalahan pengangguran, Pemkab Bandung mensosialisasikan menciptakan lapangan kerja. Selain itu menjadikan warga menjadi enterpreneur atau menciptakan wirausaha baru.
“Permasalahan bank emok, salah satu solusinya adalah program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Untuk lepas dari masalah bank emok, salah satunya warga harus mandiri. Bagaimana masyarakat bisa lebih mandiri,” tuturnya.
Lebih lanjut orang kedua di Kabupaten Bandung ini turut mengungkapkan masalah banjir di Kabupaten Bandung karena dipengaruhi oleh letak geografis.
Ditegaskannya, untuk penanganan banjir, Pemkab Bandung tidak diam. Di antaranya melalui program-program yang digulirkan Pemkab Bandung, provinsi maupun program pentahelix.
“Penanganan banjir itu secara bertahap. Salah satu solusi penanggulangan banjir adalah pengerukan, dan pelebaran aliran sungai maupun penataan bantaran sungai,” ujarnya.
Pada kesempatan audiensi dengan Wabup Ali Syakieb, Ketua PWI Kabupaten Bandung Enung D Susana mengungkapkan sejumlah program kegiatan PWI Kabupaten Bandung pada tahun 2026 ini. Pada tanggal 9 Februari setiap tahunnya, PWI gelar Hari Pers Nasional atau HPN. Namun puncak acara HPN itu secara nasional di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026.
“Sedangkan kegiatan HPN di Kabupaten Bandung, PWI berencana melaksanakan diskusi untuk membahas permasalahan di Kabupaten Bandung dengan menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, selain dari lembaga eksekutif maupun legislatif,” tuturnya.
PWI berharap ada pembahasan persoalan di Kabupaten Bandung di antaranya pertama terkait sampah atau soal lingkungan, kedua pendidikan untuk sama-sama didiskusikan.
“PWI juga berencana melaksanakan rapat kerja atau agenda Konferensi PWI Kabupaten Bandung pada bulan November 2026,” katanya.
Enung berharap agenda kerja PWI Kabupaten Bandung benar-benar bisa dilaksanakan dengan sukses.
Sementara itu, Penasehat PWI Kabupaten Bandung Didi Mainaki menegaskan bahwa PWI menjadi mitra strategis Pemkab Bandung.
Ia turut memberikan apreasiasi terhadap Diskominfo yang selalu memberikan informasi dan pemberitaan terkait dengan kegiatan di Pemkab Bandung.
“Kami dari PWI bisa bekerja sama dengan Pemkab Bandung. PWI siap menjadi jembatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan Wabup Ali Syakieb, Anggota PWI Kabupaten Bandung Rusyandi mengungkapkan rencana PWI melaksanakan sosialisasi KEJ (Kode Etik Jurnalistik).
“Peserta sosialisasinya di antaranya dari para ASN, sehingga disaat ada wartawan yang melaksanakan kejurnalistikkan bisa sama-sama paham tentang KEJ,” ujarnya.**di













