Dejurnal.com, Garut — Peringatan hari lahir (Harlah) ke-4 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Almagari (Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme dan Intoleransi) digelar dengan semangat kebangsaan melalui sebuah diskusi tematik yang berlangsung di sekretariat DPP Almagari, Kampung Galumpit, Desa Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga persatuan serta menolak segala bentuk radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Almagari KH. Abdul Mujib. M.Ag bersama sejumlah tokoh penting daerah dan unsur pemerintahan. Hadir di antaranya Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Garut Luqi Sa’adilah Farindani, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Garut, unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, perwakilan Detasemen Khusus 88 Anti Teror, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sektor Garut Kota, serta perwakilan Komando Distrik Militer 0611 Garut. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial dan ideologi kebangsaan.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam membangun ketahanan ideologi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa radikalisme dan intoleransi tidak hanya menjadi ancaman keamanan, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial jika tidak dicegah melalui edukasi dan dialog terbuka.
Diskusi kebangsaan yang menjadi tema utama kegiatan membahas strategi pencegahan paham ekstrem, penguatan nilai toleransi, serta peran keluarga dan komunitas dalam membentuk karakter kebangsaan. Para narasumber menyoroti pentingnya literasi ideologi, pemahaman keagamaan yang moderat, serta pendekatan persuasif dalam merangkul kelompok rentan agar tidak terpapar paham menyimpang.
Salah satu momen paling bermakna dalam kegiatan ini adalah pembacaan ikrar dan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh sejumlah individu yang sebelumnya pernah terafiliasi dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII).
Prosesi tersebut menjadi simbol transformasi dan rekonsiliasi, sekaligus bukti bahwa pendekatan pembinaan dan dialog mampu membuka jalan kembali bagi mereka untuk bersatu dalam bingkai kebangsaan.
Ketua Umum DPP Almagari menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangkal radikalisme melalui edukasi, pendampingan sosial, dan kampanye toleransi. Ia berharap momentum Harlah ke-4 ini dapat memperluas jaringan kerja sama serta memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, diwarnai dialog terbuka antara peserta dan narasumber. Para peserta yang terdiri dari anggota organisasi, tokoh masyarakat, dan pemuda menunjukkan antusiasme tinggi dalam membahas isu kebangsaan.
Melalui peringatan Harlah ini, Almagari menegaskan kembali perannya sebagai garda sosial yang mendorong kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Diskusi kebangsaan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial serta menanamkan semangat persatuan di Kabupaten Garut.***Willy





















