Dejurnal.com, Garut – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Luqi Sa’adilah Farindani, S.E., dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menghadiri peringatan Milad ke-4 yang digelar oleh DPP Almagari di Kantor Almagari Garut, jalan galumpit No.26 ,kota kulon kecamatan Garut kota, Sabtu(14/2/2026).Kehadiran wakil rakyat tersebut menjadi simbol dukungan nyata lembaga legislatif terhadap berbagai upaya penguatan persatuan dan kesatuan bangsa melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan konstitusional.
Dalam sambutannya, Luqi menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan langkah strategis organisasi tersebut dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat pilar-pilar kebangsaan. Ia menilai berbagai program yang dijalankan Almagari berjalan dalam koridor hukum dan konstitusi, sehingga memberi kontribusi positif terhadap pembangunan karakter kebangsaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, salah satu capaian penting yang patut diapresiasi adalah hadirnya regulasi daerah yang memperkuat pembinaan wawasan kebangsaan, yakni Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2022 yang kemudian ditindaklanjuti melalui Peraturan Bupati Nomor 143 Tahun 2023. Regulasi tersebut menjadi fondasi hukum yang kokoh bagi pelaksanaan program pembinaan masyarakat agar tidak berhenti sebatas administrasi, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Ia menegaskan bahwa implementasi aturan harus menjadi prioritas utama. Sosialisasi saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan penerapan nyata di lapangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan organisasi masyarakat sangat diperlukan agar nilai kebangsaan dapat membumi secara berkelanjutan.
Luqi juga mengakui bahwa DPRD memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks tersebut, organisasi kemasyarakatan seperti Almagari memegang peran strategis dalam memperkuat pemahaman publik mengenai nilai-nilai berbangsa dan bernegara. Kolaborasi inilah yang dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi kebangsaan secara lebih efektif.
Momentum Milad ke-4 ini turut diwarnai peristiwa yang sarat makna, yakni puluhan mantan anggota kelompok Negara Islam Indonesia yang kembali menyatakan komitmen terhadap NKRI. Prosesi tersebut dipimpin Ketua Almagari, KH Aceng Abdul Mujib, dan disaksikan langsung oleh Abdusy Syakur Amin bersama unsur TNI dan kepolisian setempat.
Peristiwa ini menjadi simbol keberhasilan pendekatan persuasif dan dialogis dalam proses pembinaan sosial.
Suasana kebersamaan yang tercipta menegaskan bahwa peringatan milad bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan ruang refleksi atas pentingnya kerja kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa. Sinergi antara pemerintah, legislatif, aparat keamanan, dan organisasi sosial menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah yang aman, harmonis, dan berlandaskan nilai Pancasila serta konstitusi.
Dengan semangat persatuan, diharapkan Almagari terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membumikan wawasan kebangsaan, memperkuat nilai keimanan, serta menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.***Willy




















