Dejurnal.com, Bandung – Hari Jadi ke 385 Kabupaten Bandung dirapkan Kepala Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Taufik, SE sebagai momentum sinergitas pemerintah. Karena menurutnya di era sekarang ada sebuah kebijakan yang dimotori oleh pemerintah pusat menjadi gelombang kebijakan yang bisa direspon positif oleh seluruh stakeholder pemerintah di bawahnya termasuk pemerintah desa.
“Mudah -mudahan ini menjadi momentum kita untuk lebih menguatkan sinergitas , menyikapi hal tersebut agar dari segi sisi pelayanan terhadap masyarakat tetap dioptimalkan,” kata Taufik seusai rapat koordinasi dengan Camat Margahayu dah para kepala desa se Kecamatan Margahayu, Senin, 13 April 2026.
Begitupun bagaimana mencari solusi dampak lingkungan, kata Taufik menjadi usaha seluruh pihak bukan hanya pemerintah. “Kuta juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli keberlangsungan mereka dalam kontribusi menjaga lingkungan yang mereka huni terutama di lingkungan sekitar,” katanya.
Terkait rapat koordinasi, kata Taufik sebagai tindak lanjut dari kunjungan Bupati Bandung ke Kecamatan Margahayu, Sabtu 11 April 2026 dan mengintruksikan agar dalam penanganan banjir di Margahayu itu dengan membentuk tim pentahelix seperti di Kecamatan Rancaekek, Majalaya dan Kecamatan Dayeuhkolot
Dalam pertemuan tindak lanjut dari instruksi bupati tersebut, Taufik menyampaikan bahwa di Margahayu ini akan berbeda dengan di Dayeuhkolot. Menurutnya di Daeyuehkolot itu banyak para pelaku industri yang terdampak langsung banjir, sehingga ketika diajak bekerja sama sangat responsif karena nanti dirasakan langsung oleh pihak pengusaha tersebut.
“Kalau di Margahayu sulit untuk menggerakkan para pelaku usaha kerena tidak terlalu berdampak langsung . Jadi ada beberapa pola. Yang pertama kita akan membentuk satgas penertiban bangunan liar di atas sempadan sungai . Yang kedua terus berkolaborasi dengan DLH dalam penanganan sampah,” katanya.
Terkait Tim Pentahelix, menurut Taufik, sebenarnya sudah dibangun oleh desa, tinggal memaksimalkan, misalnya dalam penanganan sampah. Tapi kendalanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memang masih terkendala.* Sopandi















