Dejurnal.com, Bandung – Sebanyak 150 rumah di Desa Margahayu Tengah (Marteng), Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung terkena dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya hari Jumat 11 April 2026.
Menurut Kepala Desa Margahayu Tengah, Asep Zaenal Mahmud banjir tersebut diakibatkan robohnya Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 3 meter dan panjang 7 meter di Sungai Cicukang di RW 13 desa setempat.
“Dengan robohnya TPT tersebut air masuk ke pemukiman warga tanpa persiapan karena lama tidak pernah terjadi, pertah terjadi pada tahun 2009. Sehingga banyak yang terdampak karena banjir bandang mendadak,” kata Asep Zaenal seusai rapat koordinasi di Kecamatan Margahayu, Rabu, 15 April 2026.
Pasca banjir tersebut, esok harinya Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi yang terdampak dan mengintruksikan Camat Margahayu agar dalam menangani banjir di Kecamatan Margahayu dengan cara kerjasama Pentahelix seperti pada penanganan banjir di Dayeuhkolot, Majalaya, dan Kecamatan Rancaekek.
Terhadap hal ini, Asep Zaenal menanggapi dengan positif, meskipun di Margahayu para pelaku usahanya kecil-kecil, berbeda dengan di Dayeuhkolot.
“Khusus di Desa Margahayu Tengah tetap melakukan kerja sama karena bentuk partisipasi itu bukan bentuk uang saja, tapi bisa sumbangsih pikiran, tenaga, dan lalat, jadi bisa dikoordinasikan seperti apa,” katanya
Di Desa Margahayu Tengah, kata Asep meskipun tidak banyak bangunan di atas bantaran, tapi ada saluran yang ditutup sehingga ketika akan melakukan pembersihan atau pengangkatan sedimen mengalami hambatan itu bisa dilakukan pembongkaran oleh pemilik bangunan atau jika memerlukan bantuan bisa dikomunikasikan.
“Sekarang ada tindakan pembongkaran. Apakah pembongkaran itu dilakukan oleh yang bersangkutan silahkan atau perlu bantuan dari PUTR atau dari Satopol PP tinggal dikomunikasikan,” katanya.* Sopandi















