Ciamis, deJurnal,- Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) bagi warga belajar PKBM Hidayah Galuh yang digelar di kawasan Joglo Bale Tamperan, Wisata Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, Jumat (15/05/2026).
Sebanyak 178 warga belajar dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2025/2026. Kelulusan tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta didik nonformal yang selama ini menempuh pendidikan kesetaraan Paket C di berbagai titik layanan PKBM Hidayah Galuh.
Ketua Yayasan Galuh Hurip Mandiri, Endang Haris Juandana menegaskan bahwa keberadaan PKBM merupakan lembaga pendidikan resmi yang memiliki dasar regulasi jelas dan berada di bawah naungan yayasan.
Menurutnya, pendidikan kesetaraan bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah pendidikan formal nonformal yang diakui negara dan mendapat dukungan pemerintah daerah melalui bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNF).
“PKBM ini resmi, ada regulasi dan naungan yayasannya. Jadi bukan sekadar kumpul-kumpul. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui bidang PNF juga terus mendorong peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Ia menyebut, keberadaan PKBM Hidayah Galuh juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi pembangunan Kabupaten Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Yana D Putra dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing dan berkelanjutan.
Menurut Endang, akses pendidikan yang terbuka bagi seluruh masyarakat menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Ciamis.
“Ini sejalan dengan visi Pak Bupati Herdiat Sunarya yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan SDM masyarakat. PKBM hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada istilah terlambat untuk belajar. Banyak warga belajar yang tetap mengikuti proses pendidikan di tengah aktivitas bekerja, mondok di pesantren hingga menjalani kehidupan rumah tangga.
“Belajar itu tidak mengenal batas usia. Banyak yang mondok sambil sekolah paket, sehingga mereka memiliki dua bekal, yakni ilmu pesantren dan ijazah formal,” katanya.
Ia berharap para lulusan mampu menjaga sikap, etika dan terus meningkatkan kualitas diri setelah menyelesaikan pendidikan di PKBM.
“Terus belajar dan perbaiki attitude. Ijazah ini harus menjadi jalan untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Tak hanya itu, Endang menambahkan bahwa program pendidikan di PKBM Hidayah Galuh diberikan secara gratis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan kesetaraan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk kepedulian agar masyarakat yang putus sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah formal tanpa terkendala biaya.
“PKBM Hidayah Galuh hadir untuk membantu masyarakat. Pendidikan kesetaraan ini gratis, sehingga masyarakat yang sempat putus sekolah tetap bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki ijazah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah PKBM Hidayah Galuh, Ius Yusmiati menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para warga belajar yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Menurutnya, perjalanan para peserta tidak mudah. Sebagian di antaranya bahkan telah menempuh pendidikan kesetaraan sejak Paket A hingga Paket C.
“Hari ini adalah hari penting dan bersejarah. Ada yang belajar sampai enam tahun, bahkan sejak Paket A. Mereka terus datang belajar setiap minggu dengan penuh semangat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, 178 warga belajar yang dinyatakan lulus berasal dari sejumlah titik layanan, di antaranya wilayah Rajadesa, Margaluyu hingga Sadananya.
Seluruh lulusan, lanjutnya, memiliki hak yang sama dengan lulusan SMA formal, baik untuk melanjutkan kuliah maupun memasuki dunia kerja.
“Ijazah Paket C setara dengan SMA dan bisa digunakan untuk daftar kuliah, bekerja dan kebutuhan lainnya,” jelas Ius.
Untuk sementara, para lulusan menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) sambil menunggu ijazah resmi dari kementerian dan pengesahan dinas terkait.
Dalam pesannya kepada para lulusan, Ius meminta agar nama baik almamater tetap dijaga di tengah kehidupan masyarakat.
“Jaga sopan santun, biasakan salam, senyum dan sapa. Almamater PKBM Hidayah Galuh harus dimuliakan dan dibawa dengan baik di lingkungan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti hanya setelah memperoleh kelulusan.
“Jangan puas sampai di sini. Belajar itu tidak ada batasnya. Semoga ilmu dan kelulusan ini bermanfaat bagi masa depan kalian,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Bidang Kurikulum PKBM Hidayah Galuh, Opik Abdul Rauf memastikan seluruh peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tahun ini dinyatakan lulus.
“Alhamdulillah, 178 warga belajar dinyatakan lulus seluruhnya. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berbakti kepada agama, masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















