• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dampak Mengejutkan Pemadaman Listrik di Ciamis, Ini Kata Pengusaha

bydejurnalcom
Senin, 22 Juni 2026
Reading Time: 2 mins read
Dampak Mengejutkan Pemadaman Listrik di Ciamis, Ini Kata Pengusaha
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,-  Pemadaman listrik bergilir yang terjadi tanpa kepastian informasi dinilai mulai mengganggu aktivitas dunia usaha di Kabupaten Ciamis, terutama UMKM dan sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Hal itu disampaikan pengusaha muda asal Ciamis yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Ciamis sekaligus pemilik Naratas Farm, Hary Adam.

Menurutnya, listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama dalam operasional usaha. Gangguan sekecil apa pun pada pasokan listrik dapat berdampak langsung pada proses produksi.

BacaJuga :

Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two

SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi

Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta

“Sekarang hampir semua usaha bergantung pada listrik. Di peternakan misalnya, kandang modern butuh listrik untuk sirkulasi udara. Begitu listrik padam, langsung berdampak ke produksi,” ujarnya Senin (22/06/2026)

Ia menjelaskan, sebagian pelaku usaha memang sudah memiliki genset sebagai cadangan. Namun kapasitasnya terbatas dan tidak semua pelaku UMKM mampu menyediakannya.

“Ada genset yang hanya tahan dua jam, empat jam, atau enam jam. Kalau pemadaman lebih lama dari itu, tetap saja ada kerugian,” katanya.

Dalam kasus di Naratas Farm, Hary menyebut kerugian akibat pemadaman listrik bisa mencapai sekitar Rp100 juta hingga Rp120 juta, terutama karena terganggunya proses produksi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaku usaha pada dasarnya memiliki jiwa berjuang dan terbiasa menghadapi risiko usaha. Namun, ia menyayangkan kurangnya komunikasi dari pihak penyedia listrik.

“Pelaku usaha itu sebenarnya punya jiwa struggle. Ini bagian dari risiko usaha, dan kami bisa memahami itu,” ujarnya.

“Yang disayangkan adalah kurangnya komunikasi dari pihak PLN. Sampai saat ini belum ada informasi yang disampaikan secara masif terkait jadwal maupun durasi pemadaman,” tambahnya.

Ia menilai, ketiadaan informasi membuat pelaku usaha tidak bisa melakukan antisipasi. Akibatnya, aktivitas produksi menjadi terganggu karena semua terjadi secara mendadak.

“Kalau ada informasi, kita bisa atur produksi, siapkan genset, atau menyesuaikan jadwal kerja. Tapi kalau tiba-tiba padam tanpa pemberitahuan, semuanya jadi sulit,” jelasnya.

Hary menegaskan, persoalan utama bukan pada pemadaman listriknya, tetapi pada keterbukaan informasi yang seharusnya bisa disampaikan lebih awal.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara penyedia listrik dan pelaku usaha sangat penting agar dampak ekonomi bisa diminimalkan.

“Kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi komunikasi ini penting supaya dampaknya tidak terlalu besar ke pelaku usaha,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pelaku usaha tetap adaptif dalam menghadapi kondisi seperti ini, termasuk dengan menyiapkan sistem cadangan seperti genset.

“Pelaku usaha harus tetap adaptif. Tapi adaptif itu bukan berarti tanpa informasi. Harus ada keseimbangan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Hary menyebut belum ada komunikasi secara masif dari pihak penyedia listrik kepada pelaku usaha terkait jadwal maupun pola pemadaman bergilir yang sedang berlangsung.

Ia berharap ke depan ada pola komunikasi yang lebih jelas, terjadwal, dan mudah diakses, sehingga dunia usaha bisa tetap berjalan tanpa gangguan yang tidak perlu.

“Kalau informasinya jelas, semua bisa siap. Tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang panik,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Disdukcapil dan TP Posyandu Ciamis Teken Komitmen Perkuat Tertib Adminduk untuk Kesejahteraan Warga

Next Post

Warga Duafa Korban Bencana Belum Tertangani, Yudha Puja Turnawan Soroti Lemahnya Pelayanan Kesejahteraan Sosial di Garut

Related Posts

Janji Bangkit Belum Terwujud, PSGC Ciamis Dihantam PSS Sleman 0-6
deNews

Janji Bangkit Belum Terwujud, PSGC Ciamis Dihantam PSS Sleman 0-6

Rabu, 4 November 2026
68 Dapur MBG Priangan Timur Bersuara, Minta BGN Evaluasi Kebijakan
deNews

68 Dapur MBG Priangan Timur Bersuara, Minta BGN Evaluasi Kebijakan

Rabu, 4 November 2026
Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi Rangkul PWI,Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi
deNews

Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi Rangkul PWI,Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi

Rabu, 4 November 2026
Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two
deNews

Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two

Rabu, 4 November 2026
SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi
deEdukasi

SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi

Rabu, 4 November 2026
Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta
deEdukasi

Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta

Rabu, 4 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Camat Pacet Asep Susanto Jadi Narasumber Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pangauban

Kamis, 11 September 2025

PerumDAM Tirta Galuh Dukung Penanaman 2.025 Pohon di Bendungan Leuwi Keris, Jaga Sumber Air untuk Generasi Mendatang

Selasa, 19 Agustus 2025

Sebelum Lapor ke Polres Garut, Caleg Gerindra Mengadu ke Birbakum

Rabu, 29 Mei 2019

Selama Tahun 2024, Pemkab Ciamis Salurkan Bantuan Rutilahu Sebanyak 45 Unit Rumah

Selasa, 22 April 2025

Dua Hari Terdampar di Bali, Sepuluh Warga Garut Akhirnya Bisa Kembali Pulang

Selasa, 9 Desember 2025

DPRD dan Bupati Purwakarta Sepakat Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2026 Sebesar Rp 2,4 T Ditandatangani

Senin, 20 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste