CIAMIS, deJurnal,- Semangat membangun budaya baca dari desa terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Ciamis. Bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis menetapkan enam perpustakaan desa dan kelurahan terbaik hasil Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.
Ajang yang berlangsung sejak awal Mei hingga awal Juni tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi antarpengelola perpustakaan, tetapi juga menjadi sarana mengukur sejauh mana perpustakaan desa mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Setelah melalui proses administrasi, verifikasi lapangan, dan penilaian dewan juri selama kurang lebih satu bulan, Perpustakaan Selaras Desa Jalatrang berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati Perpustakaan Pusaka Aksara Desa Pusakanagara, sementara Juara III diraih Perpustakaan Hangasa Desa Beber.
Adapun kategori Harapan I diraih Perpustakaan Desa Rancah, Harapan II Perpustakaan Mukti Jaya Desa Sindangmukti, dan Harapan III Perpustakaan Lentera Lingga Pustaka Kelurahan Linggasari.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, S.T., M.T., mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan literasi yang dimulai dari lingkungan desa dan kelurahan.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan desa saat ini memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat menyimpan koleksi buku.
Perpustakaan dituntut menjadi pusat informasi, ruang belajar masyarakat, hingga wadah pengembangan potensi warga.
“Perpustakaan desa memiliki peran yang sangat penting sebagai pusat literasi, pusat informasi, dan ruang belajar sepanjang hayat bagi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis,” ujar Okta saat dihubungi Selasa (02/06/2026)
Dari Rak Buku Menjadi Ruang Tumbuh Masyarakat
Okta menjelaskan, perkembangan zaman menuntut perpustakaan desa untuk lebih adaptif dan inovatif.
Kehadiran perpustakaan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program edukasi, pelatihan keterampilan, hingga layanan informasi yang mudah diakses.
Karena itu, lomba perpustakaan desa tidak semata-mata mencari siapa yang terbaik, melainkan mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat memperkuat peran perpustakaan di tengah masyarakat.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun budaya literasi yang kuat di Kabupaten Ciamis,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarpengelola perpustakaan. Melalui proses penilaian dan pembelajaran bersama, setiap perpustakaan dapat saling mengadopsi praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan.
Mencetak Desa yang Gemar Membaca
Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, dewan juri akhirnya menetapkan enam perpustakaan terbaik yang dinilai mampu menunjukkan kualitas pengelolaan, inovasi layanan, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan program literasi.
Okta berharap capaian para pemenang tidak berhenti pada penghargaan yang diterima. Mereka diharapkan menjadi contoh bagi perpustakaan desa lainnya untuk terus berbenah dan menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap perpustakaan desa di Kabupaten Ciamis semakin maju, menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, serta mampu menciptakan masyarakat yang gemar membaca, cerdas, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Okta menilai keberhasilan membangun budaya baca tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata.
Diperlukan keterlibatan pemerintah desa, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar perpustakaan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
“Para pemenang kami harapkan dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan desa lainnya untuk terus berkembang dan berinovasi. Pada akhirnya, yang ingin kita capai bukan sekadar juara, tetapi lahirnya masyarakat Ciamis yang semakin literat, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














