• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Juli 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Ribuan Warga Padati Simpang Lima Garut, Serukan Keberlanjutan Program MBG dan Perang Melawan Korupsi

bydejurnalcom
Senin, 22 Juni 2026
Reading Time: 3 mins read
Ribuan Warga Padati Simpang Lima Garut, Serukan Keberlanjutan Program MBG dan Perang Melawan Korupsi
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Gelombang aspirasi masyarakat membanjiri kawasan Simpang Lima hingga depan Gedung Bupati Garut pada Senin (22/6/2026). Ribuan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan dalam sebuah aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak pemerintah agar mengusut tuntas berbagai dugaan penyimpangan dan praktik korupsi yang berpotensi merusak tujuan mulia program tersebut.

Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung tertib dan kondusif. Massa yang hadir mengaku sebagai masyarakat yang merasakan secara langsung manfaat Program MBG, baik bagi anak-anak, pelajar, maupun keluarga kurang mampu.

Mereka berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yakni memastikan program yang dinilai sangat membantu kebutuhan gizi masyarakat tersebut tetap berjalan, semakin berkualitas, dan bebas dari praktik korupsi.

BacaJuga :

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Sejak pagi hari, peserta aksi telah memadati titik kumpul di Simpang Lima Garut. Mereka membawa berbagai spanduk, poster, dan atribut yang berisi pesan-pesan dukungan terhadap Program MBG serta tuntutan agar pemerintah meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaannya. Suara orasi yang bergema di sepanjang jalan menjadi simbol kuat bahwa masyarakat tidak ingin program yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat kecil tersebut terhambat akibat ulah segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, mempertahankan keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kedua, mengusut tuntas setiap dugaan korupsi yang berkaitan dengan pelaksanaan program. Ketiga, melakukan perbaikan sistem pelaksanaan agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selanjutnya, mereka juga menuntut peningkatan kualitas menu makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat. Menurut mereka, kualitas makanan harus tetap menjadi prioritas utama agar tujuan meningkatkan gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Selain itu, massa meminta pemerintah memberikan hukuman tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan korupsi atau penyalahgunaan wewenang dalam program tersebut.

Tuntutan berikutnya adalah memastikan Program MBG tetap berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan yang benar-benar membutuhkan. Terakhir, mereka meminta adanya penguatan sistem pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia makanan agar kualitas, kebersihan, dan distribusi makanan dapat terjaga dengan baik.

Koordinator aksi, Restik, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat hadir bukan untuk menentang kebijakan pemerintah. Sebaliknya, mereka datang sebagai bentuk kepedulian dan dukungan agar Program MBG tetap berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yakni membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak pelaksana di lapangan. Pengawasan yang lemah berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Kami mendukung Program MBG karena manfaatnya nyata dirasakan oleh masyarakat. Namun kami meminta pemerintah lebih serius dalam menjalankannya. Jangan sampai rakyat yang seharusnya menerima manfaat justru menjadi korban akibat lemahnya pengawasan atau ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Restik di hadapan ribuan peserta aksi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin program yang lahir untuk membantu rakyat justru kehilangan kepercayaan publik akibat adanya praktik korupsi atau penyimpangan. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak diperlukan dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Menariknya, aksi damai tersebut tidak hanya menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap Program MBG, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Sejumlah peserta aksi secara sukarela melakukan patungan untuk membantu memenuhi kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi hingga perlengkapan aksi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan menjaga keberlangsungan program yang dianggap penting bagi masyarakat.
Sepanjang kegiatan berlangsung, aparat keamanan tampak melakukan pengawalan secara humanis guna memastikan jalannya aksi tetap tertib dan aman. Tidak terlihat adanya tindakan anarkis maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat sekitar. Para peserta memilih menyampaikan aspirasi melalui orasi, poster, dan seruan moral yang menekankan pentingnya menjaga program sosial dari praktik korupsi.

Bagi para peserta, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan biasa. Program ini dinilai memiliki dampak besar dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, mereka berharap pemerintah terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan pengawasan secara berkala agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Masyarakat menginginkan Program MBG terus berjalan secara transparan, tepat sasaran, berkualitas, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.

Aksi damai yang berlangsung di jantung Kota Garut ini menjadi pesan kuat bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menuntut adanya tata kelola yang baik, pengawasan yang ketat, serta penegakan hukum yang tegas terhadap siapa pun yang mencoba merugikan program yang menyangkut kepentingan rakyat kecil. Dengan semangat persatuan dan kepedulian sosial, ribuan warga menyuarakan satu tekad bersama: menjaga Program MBG tetap berjalan untuk rakyat, sekaligus memberantas korupsi hingga tuntas demi masa depan yang lebih baik.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ribuan Warga Ikuti GEMAR di Car Free Day Al-Fathu Soreang Kabupaten Bandung

Next Post

Legislator PAN H.Tedi Supriadi, S.Pd.I., M.Si Komitmen Dukung Percepatan Penurunan Angka Stunting

Related Posts

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat
deNews

Peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake, Bupati Sukabumi Dukung Akses Perekonomian Masyarakat

Senin, 13 Juli 2026
Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja
deNews

Pengukuhan Sekda, Bupati Sukabumi Tegaskan Kebijakan Kepegawaian Berdasarkan Sistem Merit, Kompetensi dan Kinerja

Senin, 13 Juli 2026
Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal
deNews

Program Berehan, Ikhtiar Perkuat ekonomi Daerah Melalui Pemberdayaan Peternak Lokal

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Qur’an Alqirom Asysyamsiah, Wabup” Jaga Semangat Belajar”

Minggu, 12 Juli 2026
deNews

Wabup Sukabumi Ajak Petani Tingkatkan Kapasitas dan Penyesuaian Diri dengan Kebutuhan Dasar

Minggu, 12 Juli 2026
Diikuti  750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak  Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari  Sarkopenia
deNews

Diikuti 750 Peserta Hilo Strong Festival Ajak Masyarakat “Nabung Otot” Guna Hindari Sarkopenia

Minggu, 12 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Bravo Komando Cianjur Tegaskan Bukan Lembaga Debt Collector

Jumat, 31 Januari 2020
Foto : Rakorcab PCNU Kabupaten Ciamis

PCNU Kabupaten Ciamis Rakorcab Dengan Buka Bersama Dan Penentuan Arah Kiblat

Rabu, 26 Maret 2025
Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Anton Ahmad Fauzi

Awali Reses Masa Sidang I, Anggota DPRD Anton Ahmad Fauzi Terima Aspirasi Warga Sukamenak Terkait PSU

Rabu, 5 November 2025
Bupati Garut (kanan) bersama Wakil Bupati Garut (kiri).

Bupati Garut Umumkan Nama-Nama Calon Kasat Pol PP dan Kalak BPBD Hasil Seleksi Terbuka

Selasa, 13 April 2021

PWI Kabupaten Bandung Bagi-bagi Takjil Gratis dan Buka Puasa Bersama

Jumat, 21 Maret 2025

Perubahan Status Jadi UOBK, Ini Tanggapan Pimpinan RSUD dr. Slamet

Kamis, 23 November 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste