• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kunjungi Ciamis, Putri Indonesia Lingkungan Hidup Pelajari Inovasi Maggot dan Bank Sampah

bydejurnalcom
Jumat, 7 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
Kunjungi Ciamis, Putri Indonesia Lingkungan Hidup Pelajari Inovasi Maggot dan Bank Sampah
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal – Keberhasilan Kabupaten Ciamis membangun sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat kembali menarik perhatian di tingkat nasional.

Berbekal berbagai prestasi di bidang lingkungan, mulai dari Anugerah Adipura Kencana, sebelas kali berturut-turut meraih Adipura, hingga pengakuan di tingkat ASEAN, Kabupaten Ciamis menjadi tujuan kunjungan lapangan Putri Indonesia Lingkungan Hidup 2026, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri, bersama Tim Kelana Kementerian Lingkungan Hidup, Jumat (7/8/2026).

Didampingi Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis beserta jajaran serta Dr. Giyatno, S.IP., M.Si., rombongan meninjau sejumlah titik pengelolaan sampah, mulai dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), rumah kompos, bank sampah, hingga TPS3R Kartini di Desa Imbanagara Raya.

BacaJuga :

Polda Jabar Berhasil Menangkap Dua Orang Pria Terkait Dugaan Kasus Penyebaran Konten Provokasi dan Manipulasi Informasi di Platform Medsos Threads

Sindangrasa Wakili Ciamis di Tingkat Nasional, Wujud Budaya Gotong Royong Masyarakat Tatar Galuh

Disdukcapil Ciamis Gandeng Kemenag dan KUA, Pengantin Langsung Dapat KK Baru

Kunjungan tersebut menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi Victoria untuk melihat secara langsung bagaimana inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis dibangun melalui riset, pendampingan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor hingga melahirkan sistem ekonomi sirkular yang berjalan secara berkelanjutan.

Di setiap lokasi, Dr. Giyatno menjelaskan tahapan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot BSF, pemanfaatan cairan lindi menjadi pupuk organik cair, hingga pengembangan bank sampah sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dr. Giyatno yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Ciamis merupakan salah seorang pegiat lingkungan yang selama bertahun-tahun mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah di Tatar Galuh.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala DPRKPLH dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis.

Victoria mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kunjungan lapangan tersebut. Baginya, apa yang diterapkan di Kabupaten Ciamis merupakan bukti bahwa pengelolaan sampah dapat dibangun menjadi sebuah sistem yang berkelanjutan apabila didukung komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Apa yang saya lihat di Kabupaten Ciamis bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi sebuah sistem yang dibangun melalui proses panjang, konsisten, dan melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya.

Menurut Victoria, selama mengunjungi berbagai lokasi pengelolaan sampah, ia mendapatkan banyak pembelajaran dari penjelasan Dr. Giyatno mengenai hasil riset yang telah dikembangkan dan diterapkan di Kabupaten Ciamis.

“Pak Dr. Giyatno menjelaskan secara rinci bagaimana riset mengenai budidaya maggot, pengembangan bank sampah, pengolahan kompos hingga pemanfaatan cairan lindi tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diterapkan dan tumbuh bersama masyarakat. Seluruhnya saling terintegrasi menjadi satu sistem pengelolaan sampah yang utuh,” katanya.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Ciamis telah berhasil membangun budaya peduli lingkungan melalui pembiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Menurut saya, ini merupakan inovasi yang luar biasa. Ciamis berhasil membangun kebiasaan masyarakat menjaga lingkungan melalui pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi. Inilah wujud nyata ekonomi sirkular, ketika sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Victoria mengaku semakin memahami alasan Kabupaten Ciamis mampu meraih berbagai penghargaan di bidang lingkungan setelah melihat langsung praktik yang diterapkan di lapangan.

“Saya melihat sendiri jalan-jalan di Ciamis bersih, sistem pemilahan sampah berjalan, bank sampah berkembang, dan budidaya maggot mampu mengurangi sampah organik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurut saya, model seperti ini sangat layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Perhatian Victoria juga tertuju pada keterlibatan perempuan dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di TPS3R Kartini.

“Saya bangga melihat sebagian besar penggeraknya adalah ibu-ibu rumah tangga. Mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi keluarga. Semangat seperti ini patut diapresiasi dan dicontoh,” katanya.

Sementara itu, Dr. Giyatno menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis merupakan hasil perjalanan panjang yang dibangun melalui riset, edukasi, dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ini tidak lahir dalam waktu singkat. Yang paling sulit adalah mengubah pola pikir masyarakat. Ketika kami mulai mengenalkan bank sampah dan budidaya maggot, belum banyak yang percaya bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Bahkan, tidak sedikit yang memandang sebelah mata. Karena itu kami terus melakukan pendampingan dan memberikan contoh nyata hingga masyarakat merasakan sendiri manfaatnya,” ujar Giyatno.

Ia mencontohkan TPS3R Kartini di Desa Imbanagara Raya yang kini menjadi salah satu lokasi pembelajaran pengelolaan sampah bagi berbagai daerah di Indonesia.

“TPS3R Kartini telah berjalan sekitar delapan tahun. Pada awal berdiri, peminatnya sangat sedikit. Namun, melalui proses pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai memahami manfaatnya. Kini sampah dipilah sejak dari rumah, sampah organik diolah melalui budidaya maggot dan komposting, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui bank sampah. Semua saling terhubung dalam konsep ekonomi sirkular sehingga mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Giyatno, riset yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada budidaya maggot sebagai pengurai sampah organik, tetapi juga mengoptimalkan seluruh hasil pengolahannya agar memiliki nilai ekonomi.

“Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan perikanan, sementara cairan lindi diolah menjadi pupuk organik cair. Prinsip yang kami bangun adalah tidak ada yang terbuang sia-sia. Sampah harus kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat. Itulah esensi ekonomi sirkular yang terus kami kembangkan di Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Saat ini Kabupaten Ciamis memiliki sekitar 305 unit bank sampah yang tersebar di desa dan kelurahan. Berbagai inovasi juga terus berkembang, seperti program sedekah sampah, tabungan sampah untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga tabungan sampah untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Konsistensi tersebut mengantarkan Bank Sampah Kabupaten Ciamis meraih predikat Terbaik II Nasional pada Festival Hari Peduli Sampah Nasional serta menjadi lokasi studi tiru berbagai pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas lingkungan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Giyatno berharap praktik baik yang dibangun Kabupaten Ciamis dapat menginspirasi daerah lain dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. (Nay Sunarti) .

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

KLH Bawa Peserta KELANA Belajar Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Ciamis

Related Posts

KLH Bawa Peserta KELANA Belajar Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Ciamis
deNews

KLH Bawa Peserta KELANA Belajar Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Ciamis

Jumat, 7 Agustus 2026
Berbekal Pengalaman di Garut, Erwin Rianto Nugraha Emban Amanah Baru Pimpin DPMD Kabupaten Tasikmalaya
dePraja

Berbekal Pengalaman di Garut, Erwin Rianto Nugraha Emban Amanah Baru Pimpin DPMD Kabupaten Tasikmalaya

Jumat, 7 Agustus 2026
Dias Rukmana Praja Siap Maju sebagai Calon Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta
dePolitik

Dias Rukmana Praja Siap Maju sebagai Calon Ketua DPD Partai Golkar Purwakarta

Jumat, 7 Agustus 2026
Polda Jabar Berhasil Menangkap Dua Orang Pria Terkait Dugaan Kasus Penyebaran Konten Provokasi dan Manipulasi Informasi di Platform Medsos Threads
deNews

Polda Jabar Berhasil Menangkap Dua Orang Pria Terkait Dugaan Kasus Penyebaran Konten Provokasi dan Manipulasi Informasi di Platform Medsos Threads

Jumat, 7 Agustus 2026
Sindangrasa Wakili Ciamis di Tingkat Nasional, Wujud Budaya Gotong Royong Masyarakat Tatar Galuh
deNews

Sindangrasa Wakili Ciamis di Tingkat Nasional, Wujud Budaya Gotong Royong Masyarakat Tatar Galuh

Jumat, 7 Agustus 2026
Disdukcapil Ciamis Gandeng Kemenag dan KUA, Pengantin Langsung Dapat KK Baru
deNews

Disdukcapil Ciamis Gandeng Kemenag dan KUA, Pengantin Langsung Dapat KK Baru

Jumat, 7 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

RSUD Ciamis Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Bukan Sekadar Menyikat Gigi Soal Edukasi dan Kesadaran Diri

Kamis, 13 November 2025

IDAFLW 2025 : Sinergi Multipihak dalam Mengurangi Susut & Sisa Pangan

Sabtu, 4 Oktober 2025
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauji (ke 6 dari kiri) menghadiri peresmian Alun-alun  Kecamatan Paseh.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj Reni Rahayu Fauzi Hadiri Peresmian Alun-alun Paseh

Selasa, 6 Mei 2025

Petugas Gabungan Purwakarta gelar Operasai Yustisi Disejumlah Pusat Perbelanjaan

Selasa, 29 September 2020
Papan informasi belanja modal pembangunan SMP N 2 Mande yang tak tercantum nilai anggaran proyek.

Belanja Modal Pembangunan Gedung SMPN 2 Mande Tak Cantumkan Nilai Proyek, Dinilai Tak Sesuai Dengan Semangat UU KIP

Kamis, 23 September 2021

Residivis Pencurian Sepeda Motor di Indramayu Diamankan Polisi

Senin, 16 Januari 2023

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste