CIAMIS, deJurnal – Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis menjadi titik awal pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026, Senin (10/8/2026).
Dari masjid tersebut, gerakan kebersihan rumah ibadah kemudian berlangsung serentak di 26 kecamatan se-Kabupaten Ciamis.
Kick off yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi penanda dimulainya kegiatan yang melibatkan pengurus masjid dan musala, ASN Kementerian Agama, remaja masjid, majelis taklim, serta berbagai unsur organisasi Islam.
Antusiasme peserta bahkan melampaui target yang ditetapkan. Dari sasaran 780 masjid dan musala, sebanyak 840 rumah ibadah tercatat mengikuti Geber Mas 2026 atau mencapai 107,69 persen.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, mengatakan Masjid Al-Ikhlas dipilih sebagai lokasi kick off sekaligus menjadi bagian dari semangat untuk menggerakkan kepedulian terhadap kebersihan masjid secara lebih luas.
“Alhamdulillah untuk di Kabupaten Ciamis ada 840 titik masjid yang hari ini secara serentak melaksanakan kegiatan gerakan bersih-bersih masjid,” ujar Asep.
Menurutnya, Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kementerian Agama dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari Masjid Al-Ikhlas, gerakan tersebut kemudian dilaksanakan di berbagai rumah ibadah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
Dari Masjid Al-Ikhlas, Gerakan Menyebar ke 26 Kecamatan
Pelaksanaan Geber Mas melibatkan seluruh 26 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Setiap wilayah semula ditargetkan mengikutsertakan 30 masjid dan musala.
Namun, sejumlah kecamatan mencatat partisipasi di atas target. Cipaku menjadi wilayah dengan jumlah pendaftaran terbanyak, yakni 45 masjid dan musala, disusul Sadananya 41, Cihaurbeuti 39, Purwadadi 38, serta Ciamis dan Lakbok masing-masing 35.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi Kemenag Ciamis bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi Islam, serta unsur masyarakat lainnya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Ciamis sekaligus Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas Kemenag Ciamis, H. Moh. Aip Maptuh, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aksi membersihkan lingkungan masjid.
Menurut Aip, Geber Mas dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan rumah ibadah, terutama melalui penerapan idaroh, imaroh, dan riayah.
“Insyaallah ini akan memberikan satu hentakan budaya yang bagus dalam rangka penerapan dari program idaroh, imaroh, dan riayah di lingkungan masjid sendiri ke depannya,” katanya.
Ia berharap masjid semakin hidup dan mampu menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
“Masjid menjadi hidup, masjid menjadi markazul hayah untuk masyarakat, menjadi pusat peradaban,” ujarnya.
Dengan Masjid Al-Ikhlas sebagai titik awal dan 840 masjid serta musala yang terlibat, Geber Mas 2026 di Ciamis diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan satu hari.
Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi kebiasaan bersama untuk menjaga kebersihan sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid di tengah masyarakat. (Nay Sunarti)
















