CIAMIS, deJurnal – Pendopo Bupati Ciamis kembali menjadi ruang pertemuan para pemangku budaya Nusantara. Puluhan raja, sultan, dan perwakilan keraton dari berbagai daerah berkumpul di bangunan bersejarah tersebut, Jumat (7/8/2026), dalam rangkaian Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh.
Pertemuan itu menjadi istimewa karena berlangsung di Pendopo yang menyimpan perjalanan panjang pemerintahan Tatar Galuh. Di hadapan para tamu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya turut memaparkan sejarah bangunan yang kini menjadi rumah dinas Bupati Ciamis tersebut.
Bupati menjelaskan, Pendopo memiliki keterkaitan dengan perjalanan pemerintahan Galuh hingga terbentuknya Kabupaten Ciamis. Bangunan bergaya kolonial tersebut dibangun pada masa Bupati Galuh RAA Kusumah Diningrat atau Kanjeng Prebu, yang memimpin pada 1839-1886.
“Pendopo ini merupakan kebanggaan masyarakat Galuh. Bangunan ini mempunyai sejarah yang luar biasa bagi kami sebagai bukti bahwa Tatar Galuh memiliki jejak kerajaan dan peradaban yang nyata,” ujarnya.
Dulunya Loji Keresidenan
Pendopo Bupati Ciamis pada awalnya bukan merupakan pendopo bupati. Bangunan tersebut digunakan sebagai gedung Loji Keresidenan atau tempat Asisten Residen Galuh menjalankan pemerintahan pada masa kolonial Belanda.
Sementara Pendopo Bupati Galuh kala itu berada di sebelah selatan Alun-alun Ciamis, di lokasi yang kini menjadi Gedung DPRD Kabupaten Ciamis.
Dalam perkembangannya, bangunan Loji tersebut kemudian digunakan sebagai Pendopo Bupati Ciamis pada masa Bupati RAA Sastrawinata.
Jejak sejarah itu masih terlihat dari arsitektur bangunan. Pilar-pilar tinggi berjajar di bagian depan, dengan pintu dan jendela berukuran besar. Bangunan berwarna putih tersebut hingga kini masih berdiri kokoh di pusat Kota Ciamis.
Raja Nusantara Disambut di Pendopo
Para raja, sultan, dan perwakilan keraton yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) datang ke Ciamis untuk mengikuti rangkaian Pangistrenan Wawakil Kerajaan Galuh.
Sebelum menuju Pendopo, rombongan melakukan ziarah ke Makam Raja Galuh di Jambansari. Setelah diterima Bupati Herdiat di Pendopo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Situs Karangkamulyan untuk mengikuti prosesi adat.
Bupati menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kehadiran para tamu dari berbagai daerah tersebut.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami menghaturkan selamat datang di Tatar Galuh. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan suatu kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami,” katanya.
Menurut bupati, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Galuh kepada para pemangku adat Nusantara.
Sejarah yang Terus Dirawat
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, keberadaan Pendopo bukan sekadar bangunan bersejarah. Bangunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan dan identitas Tatar Galuh.
Pertemuan para raja dan sultan di Pendopo Bupati Ciamis pun menjadi bagian dari rangkaian tersebut. Di bangunan yang menyimpan jejak masa lalu itu, sejarah Galuh kembali menjadi ruang pertemuan kebudayaan Nusantara. (Nay Sunarti)















