Dejrunal.com, GArut – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin selaku Kepala Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Garut – Provinsi Jawa Barat, menekan capaian terkaitan Pendapatan Asli Daerah (PAD), berkaitan dengan hal tersebut, tersampaikan disaat memimpin rapat bersama Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Intan Garut, atau lebih dikenal PDAM Garut. Dimana rapat tersebut pada 14/07/2026 diruang kerja Bupati Garut. Berkaitan dengan hal tersebut publikpun bertanya sejauh apa berkaitan Rencana Bisnis (Renbis) dari Pihak PDAM Garut, Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam Momentun HUT RI Ke-81, Tahun 2026, tentu menjadi momen tersendiri bagi segenap Direksi, beserta Jajaran Pengurus Perumda Tirta Intan Garut. Dimana saat itu hadir dan mengikuti, serangkaian acara HUT RI Ke-81 yang diselenggarakan Paniti HBPN Pemda Kabupaten Garut Tahun 2026.
Momentum tersebut tidak disia-siakan oleh para awak jurnalis saat itu berada dilokasi Gedung Pendopo dan Lapang Otista Alun Alun Garut, melakukan hal peliputan memperingati HUT RI Ke 81. Ketika nampak terlihat Direktur Utama PDAM Garut, dan tentunya kesempatan tersebut menjadi moment tersendiri.
Dadan Hidayatulloh, dalam kesempatan wawancaranya, selaku Direktur Utama PDAM Kabupaten Garut, saat ditanya mensoal adanya kerjasama PDAM Garut dengan APDESI Kabupaten Garut, dirinya menjawab dan membenarkan atas hal tersebut.
“Oh, terkait kerjasama dengan. APDESI Kabupaten Garut, dan itu baru berjalan diKecamatan Karangpawitan saja berarti Cabang Karangpawitan, baru itu nanti bergerak ke Kecamatan yang lainnya “. Ungkapnya.
Ketika ditanya mensoal apakah hal tersebut sudah masuk kedalam Renbis PDAM dibawah kepemimpinannya, Dandan Hidayatulloh menjawab
“Yang itu sebenarnya, masuk kedalam hal pengembangan SPAM, ya kalau pengembangan SPAM itu bisa kerjasama, dan kerjasamanya itu bisa dengan jnternal PDAM dan pihak Eksternal, atau juga dengan pihak Investor dan kerjasama itu bukan yang bersifat formal akan tetapi bersifat komersil, didalam hal ini kerjasama tersebut dimaksud agar Desa Desa yang berada disekitar area pelayanan PDAM dapat memanfaatkan air bersih dari PDAM, yaitu dengan menjadi pelanggan PDAM”. Ujarnya.
Ditanya mensoal target dan tujuan dari kerjasama PDAM dengan APDESI itu sendiri, lanjut dikatakan Dadan Hidayatulloh selaku Direktur Utama PDAM Garut, menyampaikan.
“Targetannya itu kita ini, belajar dari pengalaman dulu saat progam MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) itu sukses dikembangkan oleh para RT, RW, dan Para Kades, nah dari sana kita terus pelajari, dari pengalaman yang ada tersebut kita terus kembangkan dan kita fasilitasi terkait hal Infrastrukturnya, dari kesuksesan dan atas pengembangan SPAM dari water meter yang diberikan kepada MBR, itukan sukses oleh Kepala Desa, maka atas hal tersebut kita tarik kembali dan kita sempurnakan dan kita tertibkan dengan melalui kerjasama dengan APDESI Kabupaten Garut”. Jelasnya.
Dikatakan lebih lanjut oleh Dadan Hidayatulloh,
“Kenapa kita kerjasama dengan APDESI, ya karena para Kepala Desa dan Masyarakat Desa itu dalam koridor jangkauan yang lebih luas sehingga targetan SR (Sambungan Rumah) lebih banyak, itulah kenapa kita Direksi yang sekarang mempelajari pola dari MBR, sehingga peluang capaian target pelanggan tinggi, maka kita perlu berusaha kerjasama dengan APDESI Kabupaten Garut, karena infrastrukturnya sampai tingkat RT, RW”. Tegasnya.
Dadan Hidayatulloh menjelaskan Capaian Target Sambungan Rumah (SR) untuk 2026
“Target apa, Target Sambungan Rumah (SR), kita bicara target yah, namanya juga target, kita target di 70.000 Pelanggan dan Alhamdulillah untuk sekarang sudah ada nambah dari Tahun 2025 itu, sekarang sudah ada capaian 1300 sampai 1400-an pelanggan dan mudah-mudahan tercapai, karena kan ada program juga yang dari mata air Cihaneut yang bisa memasok terkait kontribusinya itu lebih 3000 SR, dimana dalam program fifanisasi dari mata air Cihaneut, Pasir Wangi, sampai ke Tarogong Kaler”. Tandasnya.
Dijelaskan oleh Dadan Hidayatulloh.
“Kita penerima manfaat dari Cipta Karya Pusat dan Bandung Provinsi Jawa Barat, berkaitan kerjasama dengan APDESI itu yang ada pelayanan saja, berarti berapa Kecamatan itu, 22 Kecamatan, Kadungora tidak ada, Leles juga tidak ada, Cikelet tidak ada, Cisewu tidak ada, itu yang tidak ada dan kita melaksanakan yang ada pelayanan yang ada diwilayah kantor cabang PDAM, yang 8 (delapan) itu dan tidak mungkin semua desa pokoknya untuk sementara yang ada pelayanan saja dulu “. Jelasnya.
Dadan Hidayatulloh membantah terkait bahwa selama ini adanya informasi hal tidak tercapainya targetan di pelayanan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal berkaitan dengan capaian target bahwa menurut Dadan, hal tersebut itu memang sempat disampaikan oleh Bupati Garut dalam rapat, bahwa Capaian Pelayanan Target (CPT) untuk semua pelayanan teknis yang berkaitan dengan pelayanan tambahan dan tambahan pelanggan
“Itu bukan hanya Kabupaten Garut saja, hampir semua KPM / Bupati di Seluruh Jawa Barat, menginstruksikan kepada PDAM nya, harus meningkatkan terkait cakupan pelayanan teknis atau capaian tambahan pelanggan dan sekali lagi itu bukan hanya Garut saja, semua KPM itu meminta Direksi nambah pelayanan dan kita menargetkan itu 70 Ribu “. Pungkas Dadan Hidayatulloh Direktur Utama PDAM/Perumda Tirta Intan Garut.
Sementara menurut Dadan Hidayatulloh, menambahkan, dan berkaitan hal untuk Pendapat Asli Daerah (PAD), berkaitan tersebut akan dikalkulasi berdasarkan akumulasi kerugian, sementara PDAM Garut hanya mampu membayar Sewa Aset dan belum bisa menyetorkan PAD sebagai Defiden, permodalan Pemda Kabupaten Garut, dan dengan melalui percepatan-percepatan dan inovasi ini, salah satunya melakukan kerjasama dengan APDESI Kabupaten Garut untuk pencapaian target 4000 pelanggan ini diluar Kantor Cabang Tarogong Kaler ( 7 dari 8 Kantor Cabang PDAM Garut), dan juga sekaligus penegasan jawabaan dari Pemda Kabupaten Garut, sebagaimana telah disampaikan Bupati, pemenuhan target Sustainabel Development Goals (SDGs) khususnya Sektor Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih dan Pencapaian PAD Kabupaten Garut.***Yohaness.
















