• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

DPUTRP Ciamis Jadi Lokus PKN II, Bahas Tata Ruang Ramah Investasi dan Lingkungan

bydejurnalcom
Rabu, 9 September 2026
Reading Time: 3 mins read
DPUTRP Ciamis Jadi Lokus PKN II, Bahas Tata Ruang Ramah Investasi dan Lingkungan
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Ketika kebutuhan pembangunan terus bertambah, pemerintah daerah dihadapkan pada satu tantangan besar, bagaimana menyediakan ruang untuk investasi dan permukiman tanpa mengorbankan lingkungan serta keselamatan masyarakat?

Persoalan tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 saat melakukan visitasi ke Kabupaten Ciamis, Selasa (8/9/2026).

Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian pembelajaran di sejumlah perangkat daerah yang telah ditetapkan sebagai lokus.

BacaJuga :

Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah

PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi

Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis

Salah satunya Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUTRP) Kabupaten Ciamis.

Di perangkat daerah tersebut, peserta mempelajari bagaimana pemerintah daerah menyusun kebijakan tata ruang dengan mempertemukan berbagai kepentingan, mulai dari pembangunan, investasi, kebutuhan permukiman, perlindungan lahan pertanian, kelestarian lingkungan hingga mitigasi bencana.

Kepala DPUTRP Kabupaten Ciamis Dr. Taufik Gumelar, ST., MT. mengatakan, tata ruang tidak semata-mata disusun untuk mengakomodasi pembangunan. Setiap rencana pengembangan wilayah harus memperhitungkan kemampuan lingkungan dalam menopang aktivitas masyarakat.

“Dalam penyusunan rencana tata ruang, kita tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Setelah disusun juga ada KLHS, dan masukan-masukan dari KLHS harus diintegrasikan dalam rencana tata ruang,” katanya.

Investasi Jalan, Lingkungan Tetap Dijaga

Menurut Taufik, tata ruang pada dasarnya menjadi instrumen untuk mengatur berbagai kepentingan agar pembangunan dapat berjalan secara terarah.

Karena itu, Ciamis berupaya membuka ruang bagi investasi sekaligus memastikan kegiatan pembangunan tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap lingkungan.

“Insyaallah kita menyusun rencana tata ruang yang ramah investasi, tetapi tetap ramah lingkungan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi dan investasi biasanya diikuti kebutuhan terhadap lahan.

Jika tidak dikendalikan melalui perencanaan yang baik, perkembangan kawasan dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan keseimbangan ruang.

Melalui tata ruang, pemerintah menentukan arah pengembangan kawasan sekaligus memberikan batasan agar pemanfaatan ruang tetap sesuai dengan daya dukung wilayah.

Taufik menjelaskan, aspek lingkungan menjadi bagian dari proses penyusunan dokumen tata ruang melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Hasil kajian tersebut kemudian menjadi salah satu bahan yang harus diperhatikan dan diintegrasikan dalam rencana tata ruang.

Dengan demikian, kebijakan pembangunan tidak hanya melihat potensi ekonomi suatu kawasan, tetapi juga mempertimbangkan konsekuensi lingkungan dalam jangka panjang.

Tata Ruang Harus Memperhitungkan Risiko Bencana

Selain lingkungan, faktor kebencanaan juga menjadi perhatian dalam penataan ruang Kabupaten Ciamis.

Menurut Taufik, setiap pengembangan wilayah harus melihat potensi ancaman bencana yang terdapat di kawasan tersebut. Pemerintah melakukan sinkronisasi antara rencana tata ruang dengan kajian risiko bencana.

“Dalam penyusunan rencana tata ruang kita memperhatikan aspek kebencanaan dan disinkronkan dengan kajian risiko bencana,” jelasnya.

Pendekatan ini diperlukan agar kawasan yang dikembangkan untuk permukiman maupun kegiatan ekonomi tidak mengabaikan kondisi geografis dan tingkat kerawanan wilayah.

Dengan kata lain, penataan ruang tidak hanya menjawab pertanyaan mengenai kawasan mana yang dapat dikembangkan, tetapi juga memastikan pembangunan dilakukan pada lokasi yang tepat dan memiliki tingkat keamanan yang memadai.

Taufik menilai pertimbangan tersebut semakin penting karena kebutuhan ruang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.

“Alam ini dari dulu tetap seperti ini, tetapi penduduk semakin banyak. Karena itu, lingkungan harus tetap mempunyai daya dukung dan daya tampung,” tandasnya.

Permukiman dan LP2B Jadi Tantangan

Dalam diskusi bersama peserta PKN II, persoalan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan kawasan permukiman turut menjadi pembahasan.

Taufik menjelaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan arah pengembangan kawasan permukiman melalui rencana tata ruang.

Kawasan permukiman yang sebelumnya berada pada kisaran 18 persen diarahkan menjadi sekitar 32 persen, mencakup kawasan perkotaan maupun perdesaan.

Namun, penambahan ruang permukiman tersebut tidak berarti seluruh wilayah dapat dibangun. Kondisi geografis dan potensi bencana tetap menjadi pertimbangan utama.

“Untuk kawasan perkotaan, kita alokasikan ruang yang insyaallah lokasinya aman. Sementara di kawasan perdesaan harus memperhatikan kondisi existing, termasuk lokasi yang rawan longsor,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga keberadaan lahan pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mempertahankan lahan pertanian agar tidak seluruhnya berubah menjadi kawasan terbangun akibat perkembangan permukiman dan aktivitas ekonomi.

“Ini salah satu strategi kita dalam menetapkan LP2B,” ucap Taufik.

Masyarakat dan Stakeholder Dilibatkan

Taufik menegaskan, penyusunan tata ruang tidak dilakukan hanya berdasarkan keputusan pemerintah.

Berbagai pemangku kepentingan dilibatkan dalam proses penyusunan melalui forum diskusi kelompok terarah atau FGD serta konsultasi publik.

“Dalam penyusunan rencana itu ada FGD dan konsultasi publik. Kita melibatkan berbagai stakeholder,” ungkapnya.

Pelibatan tersebut penting karena tata ruang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, dunia usaha dan berbagai sektor pembangunan.

Melalui proses tersebut, pemerintah dapat memperoleh masukan mengenai kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi persoalan yang perlu diantisipasi dalam penyusunan kebijakan.

Bagi peserta PKN II, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran mengenai bagaimana seorang pemimpin harus mampu mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu kebijakan yang terukur.

Dari Ciamis untuk Pembelajaran Kepemimpinan

Kabupaten Ciamis sendiri sebelumnya pernah memperoleh penghargaan tingkat Jawa Barat dalam kategori penyelenggaraan penataan ruang terbaik pada 2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang dapat dipelajari peserta PKN dalam melihat praktik tata kelola pembangunan daerah.

Melalui visitasi ini, DPUTRP Ciamis menunjukkan bahwa pembangunan dan investasi tidak harus ditempatkan berseberangan dengan kepentingan lingkungan.

Keduanya dapat berjalan beriringan apabila pemerintah memiliki perencanaan ruang yang matang, berbasis kajian, memperhitungkan risiko bencana dan tetap menjaga daya dukung lingkungan.

Bagi Ciamis, tata ruang pada akhirnya bukan sekadar peta yang menentukan kawasan untuk dibangun atau dilindungi.

Lebih dari itu, tata ruang menjadi cara pemerintah memastikan perkembangan wilayah tetap terkendali, masyarakat mendapatkan ruang hidup yang aman dan nyaman, lahan pangan tetap terjaga, serta lingkungan memiliki kemampuan untuk menopang kehidupan hingga generasi mendatang. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

MILANGKALA KABUPATEN SUKABUMI NU KA -156

Next Post

181 SPPG di Ciamis Kantongi SLHS, Tak Ada Dapur Ditutup

Related Posts

Tiga Partai Bahas Pencalonan Anjar Asmara Jadi Wabup Ciamis, Regulasi Pusat Dinanti
deNews

Tiga Partai Bahas Pencalonan Anjar Asmara Jadi Wabup Ciamis, Regulasi Pusat Dinanti

Selasa, 13 Oktober 2026
Polsek Jatiluhur Sosialisasikan SPMB kepada 340 Siswa SMP
dePraja

Polsek Jatiluhur Sosialisasikan SPMB kepada 340 Siswa SMP

Selasa, 13 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Gelar Paripurna Tk.I Penyampaian Raperda Perubahan Nomor 2 Tahun 2024
Parlementaria

DPRD Purwakarta Gelar Paripurna Tk.I Penyampaian Raperda Perubahan Nomor 2 Tahun 2024

Selasa, 13 Oktober 2026
Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah
GerbangDesa

Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026
PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi
deNews

PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi

Selasa, 13 Oktober 2026
Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis
deNews

Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis

Selasa, 13 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Pilkada Diundur KPU Dan Bawaslu Wajib Hitung Ulang Anggaran

Rabu, 17 Juni 2020
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung, HM Dadang Supriatna membagikan takjil kepada warga dan pengendara yang melintas di depan Sekretariat DPC PKB Kabupaten Bandung, Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Jumat (23/4/2021) petang.

Gerakan Ekonomi Lokal, PKB Kabupaten Bandung Gelar Food Bank Berbagi Takjil

Sabtu, 24 April 2021

Wartawan dan KPU Kabupaten Bandung Islah di Sekretariat PWI

Selasa, 29 September 2020

Produksi Beras Ciamis Melimpah Tak Tersentuh Program BPNT, Suplayer Ambil Darimana?

Jumat, 2 April 2021

Perumda Tirta Galuh Ciamis Tanam 1.000 Pohon dalam Rangka Hari Jadi ke-37  

Selasa, 30 September 2025

Serap Aspirasi, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Nasdem Toni Permana Gelar Reses di Pacet

Kamis, 6 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste