Dejurnal.com, Bandung – Dua siswa SMP Negeri 1 Kutawaringin, Kabupaten Bandung, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bandung 2026. Keduanya berhasil meraih juara pertama dalam cabang lomba Ngadongeng dan Ngabodor Sorangan (Borangan).
Kedua siswa tersebut adalah Muhamad Alvin Nur Alamin yang menjadi juara pertama cabang Ngadongeng dan Aisha Nada Nadifa yang meraih juara pertama cabang Borangan. Atas prestasi tersebut, keduanya berhak mewakili Kabupaten Bandung pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat yang rencananya digelar Oktober 2026.
FTBI tingkat Kabupaten Bandung tersebut diselenggarakan di SMP Negeri 1 Margahayu belum lama ini. Prestasi kedua siswa ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMPN 1 Kutawaringin yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Hj. Dini Yuniarti, M.Pd.
Guru Bahasa Sunda SMPN 1 Kutawaringin sekaligus pembimbing kedua siswa, Ani Tsania Fathurahman, S.Pd., mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses seleksi dan pembinaan yang dilakukan sejak tingkat subrayon.
Menurut Ani, sebelum mengikuti FTBI tingkat Kabupaten Bandung, pihaknya terlebih dahulu menyeleksi siswa untuk mengikuti tujuh cabang lomba di tingkat subrayon.
Dari hasil seleksi tersebut, enam siswa berhasil menjadi juara dan melanjutkan kompetisi ke tahap berikutnya. Tiga di antaranya bahkan berhasil meraih juara pertama pada cabang Borangan, Ngadongeng, dan Maca Sajak.
“Alhamdulillah, di tingkat subrayon ada enam yang menjadi pinunjul. Dari enam itu, yang meraih juara satu ada tiga orang, di antaranya cabang Borangan, Ngadongeng, dan Maca Sajak,” ujar Ani saat ditemui di SMPN 1 Kutawaringin, Senin (28/9/2026).
Dari ketiga siswa yang meraih juara pertama di tingkat subrayon tersebut, dua di antaranya berhasil kembali meraih prestasi di tingkat Kabupaten Bandung dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ani mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan kegigihan para siswa dalam berlatih.
Ia menegaskan, peran guru dalam proses tersebut sebatas memberikan arahan dan bimbingan. Sementara keberhasilan yang diraih sepenuhnya merupakan hasil usaha dan kesungguhan para siswa.
“Ini hasil dari murid. Mereka yang sudah berusaha dan belajar dengan tekun. Saya hanya mengarahkan dan meluruskan,” tuturnya.
Menghadapi FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat, pihak sekolah menyatakan siap memberikan pembinaan lanjutan agar kedua siswa tersebut dapat tampil maksimal.
Ani berharap dukungan dari semua pihak, terutama orang tua dan lingkungan sekolah, terus mengalir sehingga kedua siswa mampu kembali mengukir prestasi.
“Insyaallah, kami siap untuk tingkat provinsi. Mohon dukungannya dari semua pihak,” pungkasnya.
Dua Siswa, Dua Prestasi
Muhamad Alvin Nur Alamin, Juara Ngadongeng
Muhamad Alvin Nur Alamin mengaku tidak menyangka dirinya berhasil meraih juara pertama dalam lomba Ngadongeng. Siswa yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Dadang dan Rosta ini mengaku sangat senang atas prestasi yang diraihnya.
Alvin, yang bercita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an, tinggal di Kampung Bunibuana RT 02 RW 13, Desa Jatisari, Kecamatan Kutawaringin.
Dalam kompetisi tersebut, Alvin membawakan dongeng tentang asal-usul nama Kutawaringin. Ia mengangkat kisah yang berkaitan dengan makna nama Kutawaringin, yang berasal dari gabungan kata “kuta” yang berarti permukiman atau benteng dan “waringin” yang berarti pohon beringin.
Pohon beringin sendiri menggambarkan pusat kehidupan dan perlindungan. Melalui dongeng tersebut, Alvin mengangkat cerita yang dekat dengan lingkungan dan kearifan lokal daerahnya.
Aisha Nada Nadifa, Juara Borangan
Kebahagiaan serupa juga dirasakan Aisha Nada Nadifa yang berhasil meraih juara pertama cabang Ngabodor Sorangan (Borangan).
Dalam penampilannya, Aisha menyajikan materi lawakan yang salah satunya mengangkat isu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok.
Bagi Aisha, materi yang dibawakannya menjadi salah satu bagian penting dalam penampilannya, terutama dalam penyampaian dan presentasi di hadapan dewan juri.
Aisha merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Aa Asep Suherman dan Aas Nur Hasanah. Ia tinggal di Kampung Tipar, Desa Cibodas, Kecamatan Kutawaringin.
Keberhasilan Alvin dan Aisha menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keduanya. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua, kepala sekolah, dan para guru yang telah memberikan dukungan serta semangat selama mengikuti perlombaan.
Kini, keduanya bersiap menghadapi tantangan berikutnya di FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat. Dengan bekal prestasi dan pembinaan dari sekolah, mereka diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bandung.***Sopandi


















