• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Oktober 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

FTBI Jadi Wadah Mendorong Anak Melestarikan Bahasa dan Budaya Sunda

bydejurnalcom
Senin, 21 September 2026
Reading Time: 2 mins read
FTBI Jadi Wadah Mendorong Anak Melestarikan Bahasa dan Budaya Sunda

Kadisdik Kabupaten Bandung, Asep Kusumah (Foto Sopandi).

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Bahasa dan budaya Sunda bukan sekadar warisan leluhur yang harus dipelihara, tetapi juga merupakan modal sosial dan modal karakter bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, usai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SMP Kabupaten Bandung di SMPN 1 Margahayu, Senin (21/9/2026).

Menurut Asep, FTBI menjadi salah satu wadah untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak-anak agar lebih mengenal, mencintai, sekaligus memiliki kebanggaan terhadap bahasa dan budaya Sunda.

BacaJuga :

Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah

PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi

Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis

Dalam festival tersebut, kemampuan siswa tidak hanya diuji dari sisi pengetahuan bahasa, tetapi juga kreativitas dan keterampilan dalam menggunakan bahasa Sunda.

Ada tujuh mata lomba yang dipertandingkan dalam FTBI, yakni biantara, mengarang carpon, nembang pupuh, borangan atau ngabodor sorangan, mendongeng, membaca sajak, serta membaca dan menulis aksara Sunda.

Ketujuh perlombaan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan dalam bidang bahasa, sastra, dan seni tradisi Sunda.

Asep mengatakan, dari berbagai karya yang dihasilkan anak-anak, termasuk cerita pendek atau carpon dan karya sastra Sunda lainnya, terdapat nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan bahan pembelajaran.

“Kekayaan budaya nasional itu ditopang dan dibangun oleh kekayaan budaya daerah. Ketika anak-anak mengenal dan menjaga jati dirinya, tentu ini menjadi modal sosial dan modal karakter yang akan mewarnai perjalanan anak-anak kita,” kata Asep.

Menurut Asep, dalam bahasa ibu dan budaya ibu terdapat nilai-nilai kehidupan yang luhur, termasuk nilai budi pekerti.

Karena itu, pembelajaran bahasa dan budaya Sunda di sekolah diharapkan tidak hanya membuat anak-anak mampu berbicara atau menulis dalam bahasa Sunda, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Semoga ini menjadi pengalaman belajar yang besar nilainya bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Asep juga memberikan apresiasi terhadap upaya para guru yang selama ini terus membimbing dan melatih siswa. Menurutnya, prestasi yang diraih siswa Kabupaten Bandung dalam berbagai perlombaan bahasa dan budaya Sunda tentu tidak terlepas dari peran sekolah.

Terutama, kata Asep, peran kepala sekolah, guru bahasa Sunda, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda yang terus mendampingi dan membimbing anak-anak.

“Kami mengapresiasi bagaimana satuan pendidikan, para kepala sekolah, para guru, terutama guru bahasa Sunda, MGMP Bahasa Sunda, yang terus mendampingi anak-anak kita untuk menggali potensi mereka,” tuturnya.

Tiga Muatan Lokal

Asep menjelaskan, perhatian terhadap budaya Sunda juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memperkuat karakter siswa melalui muatan lokal.

Di Kabupaten Bandung, terdapat tiga muatan lokal yang ditekankan, yakni Pendidikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, belajar mengaji dan menghafal Alquran, serta belajar bahasa dan budaya Sunda.

“Ini salah satu kekuatan kita dalam mengembangkan karakter melalui pendekatan budaya Sunda,” kata Asep.

Karena itu, FTBI bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, festival ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan bahasa Sunda di lingkungan generasi muda.

Siswa diajak membaca sajak, mendongeng, mengarang carpon, nembang pupuh, berpidato, membaca dan menulis aksara Sunda, hingga ngabodor sorangan. Dalam setiap perlombaan, bahasa dan budaya Sunda terus digunakan, dilatih, sekaligus diwariskan.

Asep juga berharap media dapat ikut menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya menjaga bahasa dan budaya Sunda.

Sebab, menurutnya, bahasa dan budaya Sunda bagi masyarakat Kabupaten Bandung bukan sekadar identitas, tetapi juga modal sosial yang dapat memperkuat jati diri dan karakter anak-anak dalam menjalani kehidupannya.

Jika bahasa ibu tetap hidup dalam lisan anak-anak, budaya akan terus diwariskan. Dari sanalah nilai-nilai leluhur tidak berhenti hanya menjadi cerita, tetapi tetap hidup dalam kehidupan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dari Cikoneng, Rina Sa’adah Pastikan Banpangan Layak Dikonsumsi

Next Post

37 Alsintan Aspirasi Rina Sa’adah Disalurkan ke Petani Ciamis untuk Hadapi Kemarau 

Related Posts

Tiga Partai Bahas Pencalonan Anjar Asmara Jadi Wabup Ciamis, Regulasi Pusat Dinanti
deNews

Tiga Partai Bahas Pencalonan Anjar Asmara Jadi Wabup Ciamis, Regulasi Pusat Dinanti

Selasa, 13 Oktober 2026
Polsek Jatiluhur Sosialisasikan SPMB kepada 340 Siswa SMP
dePraja

Polsek Jatiluhur Sosialisasikan SPMB kepada 340 Siswa SMP

Selasa, 13 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Gelar Paripurna Tk.I Penyampaian Raperda Perubahan Nomor 2 Tahun 2024
Parlementaria

DPRD Purwakarta Gelar Paripurna Tk.I Penyampaian Raperda Perubahan Nomor 2 Tahun 2024

Selasa, 13 Oktober 2026
Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah
GerbangDesa

Taruhannya Nyawa di Kali Ciselang, Pelajar Pasirmalang Bertaruh Keselamatan Demi Sekolah

Selasa, 13 Oktober 2026
PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi
deNews

PPP Ciamis Dukung Asep Rahmat, Keputusan di Tangan Koalisi

Selasa, 13 Oktober 2026
Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis
deNews

Demokrat Jabar Perkuat Konsolidasi, Anjar Asmara Tetap Diperjuangkan Jadi Wakil Bupati Ciamis

Selasa, 13 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019

KabarDaerah

Peresmian Klinik Pakenjeng Medika Hadir Untuk Warga Pakenjeng

Selasa, 1 Maret 2022
Camat Margahayu Taty Suharyati dan Kades Sukamenak Taufik.

Gedung UMKM dan Mini Soccer Desa Sukamenak Resmi Mulai Digunakan Per 1 Desember 2025

Minggu, 30 November 2025

KH. Aceng Abdul Mujib Sampaikan Belasungkawa atas Insiden dalam Pesta Rakyat Garut

Jumat, 18 Juli 2025
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, S.T., M.Si.

Disparbud Jabar Dukung Nyaneut Festival Masuk Kalender Event Pariwisata Resmi Jawa Barat

Rabu, 27 Agustus 2025

GOW dan HWK Ciamis Ajak Perempuan Galuh Hidup Sehat Tanpa Obat Lewat Detoks Holistik

Kamis, 23 Oktober 2025

Kapolres Purwakarta Sampaikan Belasungkawa ke Rumah Duka Bupati Purwakarta

Selasa, 28 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste