• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Mia Sumiari Bawa Batik Cakra Galuh ke 10 Besar Best Employee ASN Jabar

bydejurnalcom
Jumat, 18 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Mia Sumiari Bawa Batik Cakra Galuh ke 10 Besar Best Employee ASN Jabar
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS. Karya yang berangkat dari sejarah lokal membawa guru sejarah SMAN 1 Panawangan, Mia Sumiari Dewi, S.Pd., Gr., masuk dalam jajaran 10 besar Best Employee pada Seleksi Penghargaan ASN Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Mia menjadi salah satu peserta yang lolos Seleksi Tahap I. Dalam daftar 10 besar kategori Best Employee, namanya tercantum mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Salah satu inovasi yang dibawanya dalam ajang tersebut adalah “Motif Batik Cakra Galuh Transformasi Kearifan Lokal sebagai Media Penyampai Filosofi Kebaikan Universal dan Penyemaian Karakter Pancawaluya.”

BacaJuga :

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI

Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban

Inovasi tersebut lahir dari kegelisahan Mia melihat sejarah lokal yang sering kali hanya berhenti sebagai materi pembelajaran. Melalui Prameswari Galuh, ia mencoba menghadirkan sejarah dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, yakni melalui kain batik.

“Awalnya saya melihat bagaimana sejarah lokal ini bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik. Jangan sampai sejarah hanya dipahami sebagai hafalan, tetapi nilai dan filosofinya juga bisa dirasakan dalam kehidupan,” ujar Mia saat di hubungi Jumat (18/09/2026)

Batik Cakra Galuh mengambil inspirasi dari ornamen Kembang Cakra atau Cakra Rahayu Kancana yang terdapat pada Prasasti Astana Gede Kawali.

Bagi Mia, simbol tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah dan estetika. Di dalamnya terdapat gagasan dan filosofi yang dapat diterjemahkan menjadi pesan kebaikan yang relevan dengan kehidupan masa kini.

Karena itu, ia tidak sekadar memindahkan bentuk ornamen ke atas kain. Motif tersebut dikembangkan menjadi karya seni fungsional atau wearable art yang dapat dikenakan sekaligus menjadi media untuk mengenalkan kembali kekayaan sejarah Galuh.

Bukan Sekadar Motif Batik

Mia menjelaskan, salah satu bagian penting dari inovasi Batik Cakra Galuh adalah Philosophical Narrative Sheet yang menyertai setiap kain.

Lembar tersebut berisi narasi mengenai filosofi motif sehingga orang yang mengenakan atau melihat kain tidak hanya menikmati bentuk visualnya, tetapi juga dapat mengetahui makna yang terkandung di baliknya.

“Jadi bukan hanya motifnya yang kita tampilkan. Ada narasi filosofinya. Harapannya orang yang melihat bisa memahami bahwa di balik motif itu ada sejarah, ada nilai kebaikan dan ada karakter yang ingin kita tanamkan,” jelasnya.

Menurut Mia, pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjembatani sejarah lokal dengan generasi muda.

Sejarah yang sebelumnya dianggap jauh dan penuh hafalan dapat hadir melalui sesuatu yang dekat dengan keseharian.

Kain batik, misalnya, dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan sekaligus menjadi sarana percakapan mengenai sejarah dan budaya daerah.

Dari sisi pendidikan, inovasi ini juga diarahkan untuk membantu menanamkan karakter Pancawaluya. Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam pesan yang dapat dipahami masyarakat melalui pendekatan budaya.

Berawal dari Kajian Kembang Cakra

Proses menciptakan Batik Cakra Galuh tidak dilakukan secara instan. Mia terlebih dahulu melakukan kajian terhadap literatur yang berkaitan dengan sejarah dan prasasti, kemudian menerjemahkannya ke dalam konsep visual.

Dalam rancangan motif, sejumlah unsur dikembangkan, antara lain titik, lingkaran, garis, tunas, bunga mekar dan Kembang Cakra.

Dari rancangan tersebut kemudian dilakukan pengembangan pola digital hingga uji coba produksi menggunakan canting cap.

Teknik pembuatannya juga tidak hanya menggunakan satu metode. Batik cap tradisional dikombinasikan dengan printing dan sentuhan prada emas agar produk dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Yang kami pikirkan bukan hanya bagaimana membuat motifnya, tetapi bagaimana motif ini bisa diterima masyarakat luas. Karena itu teknik produksinya juga kami sesuaikan,” kata Mia.

Karya tersebut kemudian dikembangkan menjadi busana budaya. Dalam proses berikutnya, Batik Cakra Galuh juga telah mendapatkan perlindungan hukum melalui Sertifikat Hak Cipta dari DJKI Kemenkumham.

Menghubungkan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Bagi Mia, pelestarian budaya tidak harus ditempatkan berhadapan dengan perkembangan zaman. Justru, budaya dapat menjadi sumber kreativitas sekaligus membuka peluang ekonomi.

Melalui Prameswari Galuh, Batik Cakra Galuh diarahkan tidak hanya sebagai karya budaya, tetapi juga dapat melibatkan pelaku UMKM dalam pengembangannya.

“Melalui batik ini tentu bukan hanya budaya yang kita kenalkan. Ada masyarakat dan pelaku UMKM yang bisa ikut bergerak. Jadi ada nilai pendidikan, kebudayaan sekaligus pemberdayaan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia melihat karya tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari diplomasi budaya daerah. Identitas Galuh yang dituangkan dalam motif batik dapat menjadi medium untuk memperkenalkan Ciamis dan sejarah Galuh kepada masyarakat di luar daerah.

Karena itu, pengembangan Batik Cakra Galuh telah disusun secara bertahap.

Dalam jangka pendek, Mia menargetkan penguatan identitas dan sosialisasi di tingkat Kabupaten Ciamis. Tahap berikutnya diarahkan pada perluasan kemitraan dengan UMKM serta pengenalan di tingkat Jawa Barat.

Untuk jangka panjang, ia mempunyai target Batik Cakra Galuh agar berkembang sebagai produk unggulan diplomasi budaya, membawa identitas Tanah Galuh ke tingkat nasional hingga internasional.

Masuk 10 Besar Jadi Ruang Berbagi Gagasan

Bagi Mia, keberhasilannya masuk 10 besar Best Employee ASN Berprestasi Jawa Barat bukan sekadar pencapaian pribadi.

Tahapan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan yang selama ini dikembangkan melalui pendidikan dan kebudayaan.

“Masuk 10 besar tentu menjadi sebuah kebanggaan, tetapi yang paling penting bagi saya adalah kesempatan untuk menyampaikan gagasan ini. Semoga apa yang saya lakukan bisa memberi manfaat dan menginspirasi, terutama dalam menjaga sejarah dan budaya lokal,” tuturnya.

Sebagai guru sejarah, Mia berharap pembelajaran sejarah tidak berhenti di ruang kelas. Menurutnya, sejarah akan lebih mudah hidup ketika masyarakat dapat melihat hubungan antara masa lalu, identitas budaya dan kehidupan mereka hari ini.

Batik Cakra Galuh menjadi salah satu cara yang ia pilih untuk menjembatani hal tersebut.

Dari ornamen Kembang Cakra di Astana Gede Kawali, Mia mencoba menghadirkan kembali jejak sejarah Galuh dalam bentuk yang dapat dikenakan, dipahami, sekaligus menjadi pengingat nilai kebaikan dan karakter bagi generasi masa kini. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

PUTRI BERANI Berlanjut, Disdik Ciamis Jadikan Keputrian sebagai Pembiasaan

Next Post

Erlin Marlina Ajak Warga Nikmati Live Musik dan Seni Budaya Sunda di Alun-alun Cianjur

Related Posts

LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang
deNews

LT-3 Pramuka Kabupaten Bandung 2026, Saeful Bachri Tekankan Lima Pilar Pembentukan Karakter Penggalang

Jumat, 9 Oktober 2026
PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis,  Kesepakatan 10 Partai Dinanti
deNews

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Jumat, 9 Oktober 2026
Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah  Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh
dehukum

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

Jumat, 9 Oktober 2026
UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis
deNews

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026
SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI
deNews

SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI

Jumat, 9 Oktober 2026
Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban
deNews

Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban

Jumat, 9 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

KabarDaerah

Polda Jabar Kunjungi Subang Cek Situasi Tahapan New Normal

Jumat, 5 Juni 2020

KPU Ciamis Perkuat Tertib Administrasi Parpol Lewat Pemutakhiran Data Berkelanjutan Semester II 2025

Selasa, 23 Desember 2025

Rajab Prilyadi Resmi Pimpin Kadin Garut, Siap Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program Strategis

Rabu, 25 Juni 2025

Terpilih Jadi Ketua FPKBM Garut, Uleh Abdulah Rizal Fokus Benahi Lembaga Fiktif dan Dorong Kenaikan Indeks Pendidikan

Rabu, 10 Desember 2025

DPC PDIP Garut Gelar Donor Darah, Yudha Puja Turnawan : Sumbangan Setetes Darah Bisa Selamatkan Saudara Kita

Sabtu, 6 Juli 2024

Mobil Desa Harus Berplat Merah, Tanda Bukan Milik Pribadi Kepala Desa

Sabtu, 10 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste