• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

SMK Hepweti Ciamis Buka Jalan Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Terbatas

bydejurnalcom
Sabtu, 26 September 2026
Reading Time: 3 mins read
SMK Hepweti Ciamis Buka Jalan Pendidikan bagi Anak dari Keluarga Terbatas
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS. Di balik aktivitas belajar di SMK Hepweti Ciamis, tersimpan beragam cerita perjuangan para siswa.

Tidak semuanya tumbuh dalam keluarga dengan kondisi ekonomi yang cukup. Sebagian bahkan harus menghadapi persoalan keluarga sejak usia sekolah.

Meski begitu, mereka tetap memilih melanjutkan pendidikan. Salah satunya Kamilla. Salah satu siswi yang harus menjalani kehidupan setelah ibunya meninggal dunia dan ayahnya menikah kembali.

BacaJuga :

SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI

Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban

Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian

Dalam situasi tersebut, Kamilla berusaha mandiri dan tetap mempertahankan sekolahnya.

Cerita serupa datang dari siswa lain yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Tambaksari, Rancah, Lakbok, Cikoneng, Panawangan hingga Cikampek.

Ada yang tinggal bersama nenek, ada yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, dan ada pula yang membutuhkan tempat tinggal agar tetap bisa bersekolah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian SMK Hepweti Ciamis. Sekolah membuka akses pendidikan tanpa pungutan biaya sekaligus menyediakan asrama bagi siswa yang membutuhkan.

Kepala SMK Hepweti Ciamis, Hari Raka Septian, menyebut jumlah siswa saat ini sekitar 256 orang. Mereka terdiri dari lima rombongan belajar kelas X, empat rombongan belajar kelas XI, serta rombongan belajar kelas XII.

Menurut Hari, sekolah secara aktif mencari anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan.

“Kami melakukan penjaringan ke SMP dan MTs. Kami mencari anak-anak yang berpotensi tidak melanjutkan sekolah, termasuk yang sudah satu atau dua tahun tidak bersekolah,” kata Hari.

Guru-guru kemudian mendatangi rumah calon siswa. Melalui kunjungan tersebut, pihak sekolah berdiskusi dengan keluarga dan mendorong agar anak tetap mendapatkan kesempatan belajar.

Bahkan, kata Hari, ada calon siswa yang meminta pihak sekolah datang ke rumah untuk membantu meyakinkan orang tuanya agar memberikan izin melanjutkan pendidikan.

Pendidikan Gratis, Asrama Juga Disediakan

SMK Hepweti tidak memungut biaya pendidikan dari siswa. Bagi mereka yang terkendala tempat tinggal, sekolah juga menyediakan asrama tanpa biaya.

“Seratus persen gratis. Kami tidak memungut biaya,” tegas Hari.

Saat ini, sekitar 70 siswa tinggal di asrama yang disediakan sekolah. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk wilayah di luar Kabupaten Ciamis.

Keberadaan asrama menjadi solusi bagi siswa yang tidak memungkinkan pulang-pergi setiap hari. Mereka dapat tinggal di lingkungan sekolah tanpa harus menanggung biaya kos maupun transportasi harian.

Kebutuhan siswa di asrama juga diupayakan melalui dukungan berbagai pihak. Selain pembiayaan operasional sekolah dari pemerintah, bantuan datang dari alumni dan masyarakat yang ikut peduli terhadap keberlangsungan pendidikan para siswa.

Membentuk Karakter di Lingkungan Asrama

Kehidupan di asrama tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik. Para siswa juga dibiasakan menjalankan kegiatan keagamaan dan membangun kedisiplinan.

Hari mengatakan siswa dibiasakan melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid sekolah. Menjelang magrib hingga setelah isya, mereka mengikuti kegiatan mengaji dan pembinaan keagamaan.

“Kegiatan anak-anak tetap berjalan sampai setelah isya,” ujarnya.

Menurut Hari, pembiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga berakhlak dan memiliki integritas.

Sekolah menargetkan lulusannya mampu melanjutkan ke dunia kerja maupun dunia usaha dan industri dengan bekal keterampilan yang diperoleh selama belajar.

Mereka Datang Membawa Cerita Masing-masing

Kamilla bukan satu-satunya siswa yang menjalani perjuangan tersebut.

Ada Hana dari Rancah, Murla dan Kayla dari Lakbok, Mimin dari Cikoneng, serta Dilla dari Panawangan. Mereka memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama berusaha mempertahankan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

Bagi sebagian siswa, sekolah gratis menjadi kesempatan yang sulit mereka dapatkan jika harus menanggung biaya pendidikan sendiri.

Sementara bagi siswa yang tinggal di asrama, fasilitas tersebut membuat mereka tetap bisa belajar meski berasal dari daerah jauh.

Hari berharap semakin banyak anak di Kabupaten Ciamis menyadari pentingnya pendidikan dan tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.

“Harapannya, semakin banyak anak yang sadar pentingnya pendidikan dan bisa melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya,” katanya.

Dukungan untuk siswa juga datang dari para alumni juga komunitas. Salah satunya komunitas alumni SMPN 1 Ciamis yang sering memberikan bantuan kebutuhan pangan bagi penghuni asrama.

Bagi siswa yang tinggal di sana, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dukungan itu turut membuat mereka merasa tidak berjalan sendirian dalam menyelesaikan pendidikan.

Di SMK Hepweti Ciamis, ruang belajar akhirnya menjadi tempat bertemunya berbagai cerita kehidupan.

Ada siswa yang kehilangan orang tua, ada yang hidup bersama nenek, ada yang terbentur ekonomi, dan ada pula yang harus meninggalkan daerah asal untuk mengejar pendidikan. Namun mereka tetap datang ke sekolah.

Seragam yang dikenakan setiap hari menjadi penanda bahwa di tengah persoalan yang mereka hadapi, masih ada kesempatan untuk belajar, memiliki keterampilan, dan mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih mandiri. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

LKBB PPI Berkibar IV Meriah, Pelajar SMP se-Purwakarta Adu Ketangkasan Baris-Berbaris

Next Post

Sahabat TAGANA Berakhir, Sekda Ciamis Siapkan Perahu Penyelamat

Related Posts

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis,  Kesepakatan 10 Partai Dinanti
deNews

PKB Respons Positif Asep Rahmat Masuk Bursa Wabup Ciamis, Kesepakatan 10 Partai Dinanti

Jumat, 9 Oktober 2026
Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah  Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh
dehukum

Kepala KemenHAM Jabar Tegaskan Persyaratan Tempat Ibadah Cikopo Purwakarta Sudah Ditempuh

Jumat, 9 Oktober 2026
UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis
deNews

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026
SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI
deNews

SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI

Jumat, 9 Oktober 2026
Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban
deNews

Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban

Jumat, 9 Oktober 2026
Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian
deNews

Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian

Jumat, 9 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Foto : pantauan arus balik terakhir dishub Ciamis

Hasil Pemantaun Terakhir Arus Balik, Dishub Ciamis, Pengamanan Kondusif.

Selasa, 8 April 2025

Pemkab Ciamis akan Usulkan PSBB Lanjutan Secara Parsial

Minggu, 17 Mei 2020
Kolase : Tangkapan layar video, seorang PMI asal Pameungpeuk Garut, tertahan di Saudi Arabia, tak mampu bekerja dan jalan pun ngesot karena disiksa majikan.

Disnakertrans Garut : Pekerja Saudi Asal Pameungpeuk Harus Diupayakan Pulang

Kamis, 25 Maret 2021

BAZNAS Kabupaten Bandung Gelar Pembinaan Ratusan Ustaz dan Ustazah, Begini Pesan Bupati dan Kepala Kemenag

Sabtu, 1 November 2025

Diresmikan Gubernur Jabar, Hari Ini Alun Alun Garut Dibuka Untuk Umum

Minggu, 23 Januari 2022

Tak Ada Tanah Carik Untuk Diperebutkan, Kades Nanjung : Mudah Mekarkan Desa

Rabu, 14 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste