Dejurnal.com,Purwakarta – Mencegah tawuran tidak cukup hanya dengan menghentikan aksi kekerasan, tetapi juga membutuhkan pembinaan, pengawasan, dan peran aktif keluarga. Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, saat menemui para pelaku tawuran bersama orang tua masing-masing pada Sabtu (24/10/2026) sore.
Didampingi Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Kapolres memberikan arahan tegas agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan menjauhi segala bentuk kekerasan.
Tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan berisiko yang dapat mengancam keselamatan, mengganggu ketertiban umum, serta berdampak pada pendidikan dan masa depan generasi muda.
Sebagai langkah pembinaan dan pengawasan, para pelaku diwajibkan melaksanakan wajib lapor ke Satreskrim Polres Purwakarta sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan.
Kebijakan ini menjadi upaya preventif untuk mencegah terulangnya tawuran sekaligus menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Melalui kewajiban tersebut, kepolisian berupaya memberikan edukasi agar para pelaku memahami konsekuensi hukum dan dampak sosial dari perbuatannya.
Wajib lapor juga menjadi sarana pemantauan berkala terhadap perkembangan perilaku mereka, sehingga potensi keterlibatan kembali dalam tawuran maupun aksi balasan dapat dicegah sejak dini.
Ketegasan ini diharapkan memberikan efek jera yang bersifat edukatif, bukan sekadar membuat pelaku berhenti sementara.
Lebih dari itu, para remaja diharapkan mampu mengevaluasi kesalahan, memperbaiki perilaku, dan mengarahkan diri pada kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masa depan.
Kapolres juga mengajak para orang tua untuk tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pembinaan kepada kepolisian. Pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas, dan keberadaan anak, disertai komunikasi yang terbuka di rumah, menjadi benteng penting agar remaja tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengingatkan bahwa pencegahan tawuran membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.
“Jangan sampai masa depan generasi muda rusak karena tawuran. Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pergaulan anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pengawasan dan arahan. Kami juga mengimbau para remaja agar menjauhi kekerasan, mengutamakan keselamatan, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif,” imbaunya.
Polres Purwakarta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pengawasan yang terukur, dan sinergi bersama keluarga serta masyarakat, Polres Purwakarta berupaya memutus rantai tawuran sekaligus melindungi masa depan generasi muda.***Ade Irma.



















