Dejurnal.com, CIAMIS. Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin ketat, seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis mampu melihat peluang bisnis yang selama ini belum banyak dilirik.
Sandri Zulfikar warga Kampung Pasirlandak, Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, memilih menekuni usaha bambu untuk memenuhi kebutuhan para petani.
Melalui usaha mandiri yang diberi nama Bambu Galuh Ciamis, Sandri memproduksi dan menjual tuturus awi atau bambu yang dimanfaatkan sebagai penopang tanaman di lahan pertanian.
Usaha tersebut berangkat dari peluang sederhana. Bambu yang selama ini banyak dipandang sebagai bahan bangunan atau kerajinan ternyata memiliki pasar tersendiri di sektor pertanian.
“Target pasar kami para petani. Tuturus ini biasanya digunakan untuk menopang tanaman di lahan pertanian,” ujar Ujang.

Dengan memproduksi sendiri, Ujang tidak hanya menjual bahan bambu, tetapi juga melakukan proses pemotongan dan penyesuaian ukuran sesuai kebutuhan konsumen. Tuturus tersedia dalam pilihan panjang, ukuran lebar, serta dapat dipesan dalam kondisi diruncing maupun tidak diruncing.
Harga Tuturus Bambu
Untuk bahan bambu surat/gombong, tuturus dengan panjang 2 meter tersedia dalam ukuran lebar 2,5 cm, 3 cm dan 4 cm. Harganya mulai Rp550 per batang, baik dalam pilihan tidak diruncing maupun diruncing.
Sementara untuk bahan bambu petung dengan panjang 2 meter dan pilihan ukuran 2,5 cm, 3 cm serta 4 cm, harga yang ditawarkan mulai Rp650 per batang.

Selain itu, tersedia pula tuturus dengan panjang 150 sentimeter dengan harga Rp450 per batang, yang dapat dipesan dalam kondisi diruncing maupun tidak diruncing.
Harga tersebut merupakan harga pengambilan langsung dari lokasi dan belum termasuk biaya pengiriman.
Ujang berharap usaha Bambu Galuh Ciamis dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pemanfaatan bambu sebagai produk pertanian merupakan salah satu contoh usaha yang dapat dikembangkan dari potensi lokal.
“Yang penting kita mau melihat peluang dan berani memulai. Bambu di sekitar kita bisa memiliki nilai ekonomi kalau dikelola menjadi produk yang dibutuhkan pasar,” ujarnya.
Bagi petani atau masyarakat yang membutuhkan tuturus bambu untuk keperluan pertanian, produk Bambu Galuh Ciamis dapat diperoleh di Kampung Pasirlandak RT 02, Desa Pasirtamiang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. (Jefri Tio)




















