• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan, Pamalayan Jadi Kampung Zakat ke-16 Ciamis

bydejurnalcom
Selasa, 27 Oktober 2026
Reading Time: 4 mins read
Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan, Pamalayan Jadi Kampung Zakat ke-16 Ciamis
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS – Zakat tidak hanya menjadi bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, tetapi juga diharapkan menjadi jalan menuju kemandirian.

Semangat itulah yang diusung melalui peluncuran Kampung Zakat ke-16 di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026).

Program bertema “Bersama Zakat Wujudkan Desa Sejahtera dan Berdaya” tersebut diluncurkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, dan Kementerian Agama (Kemenag).

BacaJuga :

Siswa SDN Muara Sanding 3 Garut Torehkan Prestasi di Gebyar Islami, Tumbuhkan Kebanggaan dan Semangat Generasi Muda

66 Tahun Sinar Pusaka Putra Pusat: Rawat Tradisi, Cetak Pesilat Berprestasi, Wariskan Nilai Luhur Bangsa

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tanpa Anarkisme

Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah diharapkan semakin terarah untuk membantu masyarakat miskin sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi.

Peluncuran yang berlangsung di Aula Desa Pamalayan itu dihadiri Asisten Administrasi Umum (Asda III) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan Ruhyat, M.M., yang mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, M.BA., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., serta Kepala Desa Pamalayan Agus Lutfi Mansur, S.H.

Kehadiran Kampung Zakat di Pamalayan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dana umat hingga tingkat desa.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan konsumtif, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu meningkatkan taraf hidup penerima manfaat.

Zakat Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Asda III Ciamis, Wawan Ruhyat, menyampaikan apresiasi kepada Kemenag, Baznas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang telah mendukung pembentukan Kampung Zakat di Pamalayan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari terbentuknya kelembagaan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana dana zakat dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Melalui pendataan yang baik, koordinasi yang kuat, serta pengelolaan zakat yang amanah, kita dapat memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Wawan berharap Kampung Zakat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan masyarakat perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai agama, pendidikan dan akhlak generasi muda, serta kepedulian terhadap lingkungan. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.

Baznas Ciamis Dorong Zakat Produktif

Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Lili Miftah, menjelaskan bahwa pengelolaan zakat dan infak di tingkat desa perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat serta kemampuan penghimpunan dana.

Desa dengan penghimpunan infak yang masih terbatas diarahkan untuk memprioritaskan penanganan kemiskinan dan kebutuhan dasar.

Sementara itu, desa yang memiliki penghimpunan lebih besar didorong mengembangkan program pemberdayaan ekonomi produktif.

Menurut Lili, persoalan kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tidak memiliki biaya untuk berobat, hingga tinggal di rumah yang tidak layak huni. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang tepat sasaran.

“Jangan sampai ada warga yang kelaparan, warga miskin yang kesulitan berobat karena tidak memiliki ongkos, atau warga yang rumahnya tidak layak huni. Kita ingin dana zakat dan infak benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baznas Ciamis juga mendorong pengembangan akses pembiayaan syariah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu skema yang dikembangkan adalah qardhul hasan, yakni pembiayaan kebajikan tanpa bunga yang dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha kecil untuk memperoleh modal.

Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan mengembangkan usaha tanpa harus bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.

Lili menegaskan, Kampung Zakat bukanlah akhir dari program pengelolaan zakat di desa, melainkan awal untuk memperluas manfaat dana umat melalui kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kemenag Targetkan Mustahik Menjadi Muzaki

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis, Yayan Herdiana, mengatakan Kampung Zakat merupakan program strategis nasional yang dikembangkan Kementerian Agama melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Baznas, lembaga amil zakat, dan masyarakat.

Program tersebut diarahkan untuk membantu pengentasan kemiskinan sekaligus membangun kemandirian masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih produktif.

Yayan menjelaskan, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah perubahan kondisi penerima manfaat. Masyarakat yang sebelumnya menjadi mustahik atau penerima zakat diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonominya hingga suatu saat menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

“Melalui Kampung Zakat, kita ingin mengubah paradigma pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang semula hanya bersifat konsumtif menjadi lebih produktif, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, dana umat juga diharapkan dapat mendukung bidang pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sesuai dengan ketentuan penyalurannya.

Menurut Yayan, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan konsistensi program, keterlibatan masyarakat, serta kerja sama yang kuat antara pemerintah, Baznas, Kemenag, dan pengelola zakat di tingkat desa.

UPZ TAWAP Jadi Penggerak Kepedulian Warga

Di Desa Pamalayan, penguatan pengelolaan zakat sebenarnya telah dirintis sebelum peluncuran Kampung Zakat. Kepala Desa Pamalayan, Agus Lutfi Mansur, mengatakan pada 2023 sejumlah unit pengumpul zakat (UPZ) di tingkat dusun disatukan menjadi UPZ Desa Pamalayan.

Langkah tersebut dilakukan melalui arahan dan pembinaan Baznas Kabupaten Ciamis untuk memperkuat koordinasi serta pengelolaan zakat dan infak di tingkat desa.

UPZ Desa Pamalayan kemudian dikenal dengan nama TAWAP, singkatan dari Tabungan Akhirat Warga Pamalayan. Program ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk membangun kepedulian sosial melalui penghimpunan dan penyaluran dana umat.

Agus mengatakan, dana yang dikelola telah dimanfaatkan untuk membantu warga yang mengalami musibah, membutuhkan bantuan pendidikan, maupun warga lanjut usia yang memerlukan perhatian.

“Manfaatnya sangat terasa bagi warga. Ketika ada masyarakat yang mengalami musibah, membutuhkan bantuan pendidikan, atau warga lanjut usia yang memerlukan perhatian, kami berupaya membantu melalui pengelolaan zakat dan infak,” katanya.

Menurut Agus, pengalaman tersebut menjadi modal bagi Desa Pamalayan untuk mengembangkan pengelolaan zakat yang lebih terarah. Dengan peluncuran Kampung Zakat ke-16, ia berharap penghimpunan dana umat semakin meningkat dan penyalurannya dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Penguatan UPZ juga diharapkan membuat pengelolaan dana sosial di desa semakin terkoordinasi, sehingga bantuan dapat diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi penerima manfaat.

Menjaga Zakat Tetap Bermanfaat bagi Warga

Peluncuran Kampung Zakat di Desa Pamalayan membawa harapan agar zakat semakin berperan dalam membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.

Tantangannya adalah memastikan program berjalan secara berkelanjutan, mulai dari pendataan penerima manfaat, penghimpunan dana, penyaluran bantuan, hingga pendampingan usaha bagi masyarakat yang berpotensi mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

Kolaborasi Pemkab Ciamis, Baznas, Kemenag, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.

Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat diharapkan tidak hanya membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga memberi kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki taraf hidup.

Pada akhirnya, keberhasilan Kampung Zakat bukan sekadar ditandai dengan peluncuran program, melainkan dari manfaat yang terus dirasakan masyarakat serta tumbuhnya kemandirian warga Desa Pamalayan dalam jangka panjang.

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

BAJA Jawa Barat Tegaskan Komitmen Dorong Keadilan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan

Next Post

Kepala Desa Pamalayan Apresiasi Warga, Kampung Zakat untuk Kemaslahatan Umat

Related Posts

Pemerintah Pusat Didorong Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja demi Kesejahteraan Masyarakat
deNews

Pemerintah Pusat Didorong Perkuat Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja demi Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026
Kepala Desa Pamalayan Apresiasi Warga, Kampung Zakat untuk Kemaslahatan Umat
deNews

Kepala Desa Pamalayan Apresiasi Warga, Kampung Zakat untuk Kemaslahatan Umat

Selasa, 27 Oktober 2026
BAJA Jawa Barat Tegaskan Komitmen Dorong Keadilan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan
deNews

BAJA Jawa Barat Tegaskan Komitmen Dorong Keadilan Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2026
Siswa SDN Muara Sanding 3 Garut Torehkan Prestasi di Gebyar Islami, Tumbuhkan Kebanggaan dan Semangat Generasi Muda
deNews

Siswa SDN Muara Sanding 3 Garut Torehkan Prestasi di Gebyar Islami, Tumbuhkan Kebanggaan dan Semangat Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026
66 Tahun Sinar Pusaka Putra Pusat: Rawat Tradisi, Cetak Pesilat Berprestasi, Wariskan Nilai Luhur Bangsa
deNews

66 Tahun Sinar Pusaka Putra Pusat: Rawat Tradisi, Cetak Pesilat Berprestasi, Wariskan Nilai Luhur Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026
Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tanpa Anarkisme
deNews

Polda Jabar Imbau Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tanpa Anarkisme

Selasa, 27 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019
Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

KabarDaerah

Polres Subang Lakukan Giat Bhakti Sosial Polri Peduli Komunitas Terdampak Covid-19

Sabtu, 16 Mei 2020

Peduli Bencana, Ratusan Polisi Bantu Penanganan Pasca Banjir Bandang Di Sukabumi

Minggu, 20 Februari 2022

Pelantikan Ketarunaan Gapura Panca Waluya Angkatan XII Di SMKN 1 Binong

Rabu, 29 Oktober 2025
Para Pelaku UMKM yang mendapatkan dana BPUM memadati Bank BRI Cabang Cianjur.

Hampir Setiap Hari, Pelaku UMKM Padati Bank BRI Cairkan BPUM

Selasa, 27 Oktober 2020

Dilaporkan Hilang, Akhirnya Driver Ojol Cianjur Ditemukan Di Gunung Sindur Bogor Dalam Kondisi Linglung

Rabu, 21 Oktober 2020

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste