• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Wabup Garut Dorong City Branding dan Village Branding, Fokus pada Pariwisata dan Aksi Nyata Berkelanjutan

bydejurnalcom
Kamis, 29 Oktober 2026
Reading Time: 4 mins read
Wabup Garut Dorong City Branding dan Village Branding, Fokus pada Pariwisata dan Aksi Nyata Berkelanjutan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut mulai merancang arah pengembangan city branding dan village branding sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong potensi pariwisata. Langkah awal tersebut dilakukan melalui kegiatan sharing session dan lokakarya edukasi tentang city branding dan village branding yang berlangsung di Aula Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Rabu (28/10/2026).

Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang belajar dan berdiskusi untuk merumuskan konsep branding daerah yang sesuai dengan karakter, potensi, serta cita-cita pembangunan Kabupaten Garut.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut sengaja menghadirkan rekan sekaligus senior dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai strategi membangun identitas daerah. Pertemuan itu juga melibatkan komunitas serta sejumlah perwakilan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang diharapkan menjadi bagian dari penggerak pelaksanaan program.

BacaJuga :

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG

Dedikasi Tinggi, Dari Pagi hingga Malam Disdukcapil Ciamis Layani Warga Rentan

Ketua MPI Ajak Pemuda Ciamis Lebih Produktif dan Mandiri

“Teman saya yang merupakan senior dari UGM saya undang untuk bertemu dengan teman-teman komunitas dan SKPD. Kami membicarakan arah branding Kabupaten Garut. Saat ini semuanya masih dalam tahap perancangan. Kita belajar dan memahami terlebih dahulu sebelum menyusun konsepsi yang nantinya akan dilaksanakan,” ujar Putri Karlina seusai kegiatan.

Memperjelas Identitas dan Arah Masa Depan Garut

Wabup Putri menjelaskan, membangun city branding bukan sekadar membuat slogan, logo, atau identitas visual yang menarik. Lebih dari itu, branding harus berangkat dari pemahaman mengenai jati diri daerah dan tujuan yang ingin dicapai dalam jangka panjang.

Menurutnya, sebuah daerah perlu memiliki gambaran yang jelas tentang masa depannya. Kabupaten Garut harus menentukan karakter dan posisi yang ingin dibangun sehingga setiap program pembangunan dapat berjalan searah dengan identitas yang telah dirumuskan.

Ia mengibaratkan proses tersebut seperti seseorang yang memiliki cita-cita. Sebelum menentukan langkah untuk meraih keberhasilan, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu ingin menjadi apa. Hal serupa berlaku bagi sebuah kabupaten dalam menentukan arah pembangunan dan keunggulan daerahnya.

“Kalau kita sebagai manusia punya cita-cita ingin menjadi apa, sebuah daerah juga harus menentukan ingin menjadi kabupaten seperti apa. Sekarang ini kita masih perlu memantapkan arah tersebut. Karena itu, kita kumpulkan para pihak untuk belajar dan menyamakan pemahaman,” tuturnya.

Melalui proses tersebut, Pemkab Garut berharap terbentuk konsepsi branding yang tidak hanya menarik secara komunikasi, tetapi juga memiliki dasar yang kuat dalam menggambarkan potensi dan keunikan daerah.

Pariwisata Menjadi Salah Satu Arah Pengembangan

Dalam proses perumusan tersebut, sektor pariwisata menjadi salah satu arah yang tengah dibahas. Garut memiliki berbagai potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik daerah.

Putri Karlina menyebut Banyuwangi dan Yogyakarta sebagai contoh daerah yang dapat dipelajari dalam membangun identitas wilayah, terutama berkaitan dengan pengembangan pariwisata.

Namun, menurutnya, keinginan untuk membangun Garut sebagai kabupaten pariwisata perlu diikuti dengan pemahaman mengenai unsur-unsur yang harus disiapkan. Branding tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan promosi, sementara para pelaku dan sektor pendukungnya belum bergerak secara terarah.

Karena itu, pemerintah mulai menghimpun pihak-pihak yang dinilai memiliki peran penting sebagai penggerak. Mereka diharapkan dapat membangun kesamaan visi, mengidentifikasi potensi unggulan, serta menyusun langkah nyata untuk mendukung pengembangan pariwisata Garut.

“Kalau kita ingin menjadi kabupaten pariwisata, tentu harus memahami apa saja yang dibutuhkan dan siapa yang menjadi penggeraknya. Karena itu, sekarang kita mengumpulkan para penggerak terlebih dahulu,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menempatkan branding sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang perlu melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat di tingkat desa.

Utamakan Langkah Kecil, Konsisten, dan Berkelanjutan

Salah satu pesan utama yang disampaikan Putri Karlina dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya memulai dari langkah-langkah kecil yang dapat dilaksanakan secara konsisten.

Menurutnya, program yang dirancang besar-besaran belum tentu memberikan hasil maksimal apabila hanya dilakukan sekali tanpa keberlanjutan. Sebaliknya, langkah sederhana yang dilakukan secara rutin dan terarah berpotensi menghasilkan perubahan yang lebih nyata.

Prinsip tersebut, kata dia, perlu menjadi landasan dalam membangun city branding maupun village branding di Kabupaten Garut. Setiap gagasan yang dirumuskan harus diterjemahkan ke dalam tindakan konkret yang dapat dijalankan dan dikembangkan secara bertahap.

“Yang paling penting adalah aksi kecil-kecil. Daripada membuat sesuatu yang besar tetapi hanya dilakukan sekali, lebih baik memulai dari hal kecil, tetapi konsisten,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan branding daerah tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat sebuah program diluncurkan, melainkan dari kemampuan seluruh pihak untuk menjalankannya secara berkelanjutan.

Dalam konteks pariwisata, misalnya, upaya membangun citra daerah perlu didukung oleh pembenahan destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan produk lokal, pelestarian budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kenyamanan pengunjung.

Dengan demikian, citra positif yang dibangun melalui promosi harus sejalan dengan pengalaman nyata yang dirasakan wisatawan ketika berkunjung ke Garut.

Village Branding dan Peran Desa

Selain identitas kabupaten secara keseluruhan, village branding juga menjadi bagian penting dari pembahasan. Pendekatan ini dapat diarahkan untuk mengenali dan mengembangkan keunggulan khas setiap desa berdasarkan potensi lokal yang dimiliki.

Desa-desa di Kabupaten Garut memiliki karakter dan sumber daya yang beragam. Ada desa yang berpotensi dikembangkan melalui wisata alam, seni dan budaya, produk pertanian, kerajinan, kuliner, maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

Melalui branding desa yang tepat, potensi tersebut dapat diperkenalkan secara lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun, pengembangan identitas desa perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keunikan masing-masing wilayah. Branding tidak seharusnya menyeragamkan seluruh desa, tetapi justru menonjolkan ciri khas yang membuat setiap desa memiliki daya tarik tersendiri.

Sinergi antara city branding dan village branding diharapkan dapat membangun identitas Garut secara menyeluruh, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, tanpa menghilangkan keragaman potensi lokal.

Belum Ada Target Peluncuran, Pemkab Fokus Mematangkan Konsep

Terkait waktu peluncuran atau launching program branding, Putri Karlina menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tanggal pasti yang ditetapkan.

Menurutnya, proses tersebut tidak perlu dipaksakan hanya demi mengejar seremoni peluncuran. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses pembelajaran, perumusan konsep, dan pengumpulan para penggerak berjalan terlebih dahulu.

Ia menekankan bahwa upaya membangun branding Garut harus terus bergerak melalui tahapan yang realistis. Ketika konsep dan pelaksanaannya semakin matang, program tersebut diharapkan dapat berkembang secara alami dan menunjukkan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Untuk launching, belum ada tanggal yang pasti. Pokoknya kita jalankan terus prosesnya. Kita belajar, mematangkan konsep, dan mulai melakukan langkah-langkah yang diperlukan,” katanya.

Meski demikian, tahap perencanaan tersebut perlu diikuti dengan penyusunan target, pembagian peran, serta indikator keberhasilan agar gagasan branding tidak berhenti pada forum diskusi.

Tantangan Berikutnya: Membuktikan Branding Melalui Hasil Nyata

Dimulainya pembahasan city branding dan village branding menjadi langkah awal bagi Kabupaten Garut untuk merumuskan identitas daerah yang lebih terarah. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur dan berkelanjutan.

Kejelasan visi, keterlibatan komunitas, konsistensi kebijakan, serta koordinasi antar perangkat daerah akan menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa branding tidak hanya menjadi agenda promosi, tetapi terintegrasi dengan pembangunan sektor pariwisata, pemberdayaan desa, penguatan ekonomi kreatif, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keberhasilan program nantinya dapat dilihat dari sejauh mana identitas yang dirumuskan benar-benar tercermin dalam kebijakan dan aktivitas masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal dan warga Garut.

Dengan mengutamakan proses belajar, pematangan konsep, dan langkah kecil yang konsisten, Pemkab Garut berharap dapat membangun identitas daerah yang kuat. Harapannya, Garut tidak hanya dikenal melalui slogan atau promosi, tetapi juga melalui karakter, pengalaman, dan potensi nyata yang dimiliki setiap wilayahnya.***Willy Esha

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dedikasi Tinggi, Dari Pagi hingga Malam Disdukcapil Ciamis Layani Warga Rentan

Next Post

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG

Related Posts

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalaka Harupat
deNews

Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalaka Harupat

Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi,1.1 Ton  Diamankan
Hukum dan Kriminal

Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi,1.1 Ton Diamankan

Kamis, 29 Oktober 2026
Mulan Jameela Dorong Konsumen Cerdas di Era Digital, Ingatkan Bahaya Transaksi Online Tanpa Kehati-hatian
deNews

Mulan Jameela Dorong Konsumen Cerdas di Era Digital, Ingatkan Bahaya Transaksi Online Tanpa Kehati-hatian

Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan  Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG
Hukum dan Kriminal

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Pemalsuan Lima Sertifikat Higiene Sanitasi SPPG

Kamis, 29 Oktober 2026
Dedikasi Tinggi, Dari Pagi hingga Malam Disdukcapil Ciamis Layani Warga Rentan
deNews

Dedikasi Tinggi, Dari Pagi hingga Malam Disdukcapil Ciamis Layani Warga Rentan

Kamis, 29 Oktober 2026
Ketua MPI Ajak Pemuda Ciamis Lebih Produktif dan Mandiri
deNews

Ketua MPI Ajak Pemuda Ciamis Lebih Produktif dan Mandiri

Kamis, 29 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

KabarDaerah

Gelar Pesona Budaya Garut, Ketua DKKG : Even Tahunan Sebagai Wujud Implementasi Pemajuan Kebudayaan

Minggu, 23 November 2025

Ratusan Kader Banteng Moncong Putih Hadiri Perhelatan Musancab V

Sabtu, 12 September 2020

Jumlah DPT Pilkada Kabupaten Bandung 2.356.412 Kurang 4.247 dari DPT Pileg

Jumat, 16 Oktober 2020
Foto : Rakorcab PCNU Kabupaten Ciamis

PCNU Kabupaten Ciamis Rakorcab Dengan Buka Bersama Dan Penentuan Arah Kiblat

Rabu, 26 Maret 2025

PDI Perjuangan Garut Berbagi Sembako Kepada Para Janda dan Lansia

Sabtu, 23 Mei 2020
PLT Sekretaris DPRD Kabupaten Garut, Asep Noorhidayat

Rumor Adanya Selisih Anggaran Tahun 2024, Plt Setwan Garut : Kita Tunggu Hasil dan Hormati Putusan BPK RI

Jumat, 25 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste