Dejurnal.com, CIAMIS. Pemuda perlu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, terutama melalui peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pemanfaatan teknologi.
Kemandirian ekonomi menjadi salah satu hal yang perlu diperkuat agar generasi muda mampu menghadapi tantangan dunia kerja.
Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Ciamis, Raden Ega Anggara Al-Kautsar, mengajak generasi muda untuk lebih produktif dan berani menciptakan peluang, bukan hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia.
Pesan tersebut disampaikan Ega dalam momentum Rembug Pemuda yang digelar DPD KNPI Kabupaten Ciamis bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Rabu (28/10/2026)
Menurut Ega, persoalan pengangguran di kalangan usia produktif perlu dijawab melalui kerja sama antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dan dunia usaha.
Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha muda.
“Perlu ada pola pemberdayaan yang bisa mendorong pemuda lebih produktif. Kita berharap kolaborasi antara pemuda dan pemerintah terus diperkuat, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan kewirausahaan,” ujarnya.
Ia menilai, pemuda memiliki potensi untuk berkembang melalui berbagai bidang usaha. Namun, potensi tersebut perlu didukung keterampilan, pendampingan, serta akses terhadap peluang ekonomi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Ega juga berharap pemerintah Kabupaten Ciamis terus membuka peluang investasi yang dapat menyerap tenaga kerja lokal. Di sisi lain, organisasi kepemudaan perlu mendorong anggotanya mengembangkan usaha dan memanfaatkan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.
Kuasai teknologi, manfaatkan peluang
Selain kemandirian ekonomi, Ega menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital. Perubahan zaman telah memengaruhi cara masyarakat bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan usaha.
Karena itu, pemuda perlu meningkatkan kemampuan digital agar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan yang produktif.
“Pemuda hari ini mau tidak mau harus lebih melek teknologi dan mampu mengkolaborasikan aktivitasnya dengan perkembangan digital. Kalau tidak memahami teknologi, kita bisa tertinggal,” katanya.
Menurut Ega, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk UMKM, membangun jaringan usaha, dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Peluang tersebut perlu diimbangi kreativitas dan kemauan untuk terus belajar.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha.
Sumpah Pemuda jadi momentum bergerak bersama
Ega mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerja sama di antara organisasi kepemudaan.
Melalui Rembug Pemuda, KNPI Ciamis membuka ruang diskusi untuk membahas persoalan generasi muda sekaligus menyatukan gagasan mengenai arah pembangunan kepemudaan di daerah.
Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi tidak seharusnya menghambat kolaborasi. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap hasil diskusi tidak berhenti pada penyampaian gagasan, tetapi ditindaklanjuti melalui kegiatan pemberdayaan, pengembangan keterampilan, dan penguatan kewirausahaan.
“Momentum Sumpah Pemuda ini menjadi pengingat bahwa kita perlu terus memperkuat kebersamaan. Harapannya, pemuda bisa mengambil peran lebih besar dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ega menegaskan, pemuda yang produktif dan mandiri merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Dengan keterampilan yang memadai, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk berkolaborasi, generasi muda diharapkan mampu menciptakan peluang sekaligus membantu mendorong kemajuan Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)

















