Dejurnal.com,Purwakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwakarta menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian 50 paket bantuan sosial (bansos) dan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2, Kamis (5/11/2026).
Dari total 50 paket bantuan yang disiapkan, sebanyak 20 paket disalurkan kepada keluarga warga binaan, sedangkan 30 paket lainnya diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan Lapas Purwakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi antara jajaran Lapas Purwakarta dengan masyarakat sekitar.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Purwakarta, Mizam Muhami, mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya agar keberadaan Lapas dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat luas.
“Alhamdulillah, hari ini Lapas Purwakarta mengadakan kegiatan bantuan sosial dalam rangka memperingati HUT Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang kedua. Mudah-mudahan Lapas Purwakarta selalu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan tentunya warga binaan,” ujarnya.
Menurut Mizam, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui program rutin Jumat Berkah yang dilaksanakan setiap pekan dengan membagikan makanan maupun bantuan sembako.
“Untuk Lapas Purwakarta, setiap Jumat kita mengadakan Jumat Berkah, berupa pembagian makanan ataupun sembako. Khusus hari ini merupakan momentum istimewa dalam rangka ulang tahun Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mizam juga mengungkapkan kondisi hunian Lapas Purwakarta yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah warga binaan mencapai 436 orang, sedangkan kapasitas hunian yang tersedia hanya 250 orang. Artinya, terdapat kelebihan penghuni sebanyak 186 orang atau sekitar 74,4 persen dari kapasitas normal.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen jajaran Lapas dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada seluruh warga binaan.
“Untuk warga binaan saat ini berjumlah 436 orang, sedangkan kapasitasnya 250 orang. Tentunya sudah overkapasitas. Namun, mudah-mudahan Lapas Purwakarta tetap bisa menjalankan kewajibannya. Tidak ada alasan apa pun, kami akan melayani warga binaan dengan baik dan selalu siap,” tegasnya.
Mizam juga menegaskan bahwa seluruh pelayanan di lingkungan Lapas Purwakarta, baik kepada masyarakat maupun warga binaan, tidak dipungut biaya alias gratis.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila menemukan adanya oknum yang melakukan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelayanan di lingkungan Lapas.
“Ini merupakan komitmen kami bahwa seluruh pelayanan di Lapas Purwakarta gratis atau tanpa dipungut biaya. Jika ada oknum yang sengaja melakukan pungli, segera laporkan karena hal tersebut tidak dibenarkan,” tegas Mizam.
Selain pelayanan sosial, Lapas Purwakarta juga terus memberikan perhatian terhadap kesehatan warga binaan melalui fasilitas poliklinik yang didukung dokter dan tenaga perawat.
Pelayanan kesehatan tersebut tersedia setiap hari guna memenuhi kebutuhan pemeriksaan dan penanganan kesehatan warga binaan. Sementara dalam kegiatan bakti sosial kali ini, pemeriksaan dan pengobatan gratis juga diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Purwakarta berharap dapat terus membangun hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar serta memperkuat peran pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan, pembinaan, dan kepedulian sosial.
“Harapannya, Lapas Purwakarta tetap selalu bermanfaat bagi masyarakat dan warga binaan,” pungkasnya. ***red/Ade Irma




















