Dejurnal.com, Bandung – Sebanyak 463 peserta Pramuka Siaga mengikuti kegiatan Pesta Siaga Wilayah 1 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bandung yang digelar di Kwartir Ranting (Kwarran) Soreang, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti anggota Pramuka Siaga dari gugus depan (Gudep) yang berada di wilayah Kecamatan Soreang serta beberapa gugus depan dari kecamatan lainnya.
Ketua Kwarran Soreang, Yono Suryono, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan, Pesta Siaga merupakan wadah bagi anggota Pramuka usia 7 hingga 10 tahun, atau setara siswa SD kelas 1 sampai kelas 4, untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, sekaligus membentuk karakter sejak dini.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan kepramukaan, tetapi juga mendorong anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang ceria, cerdas, mandiri, serta mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
“Melalui Pesta Siaga ini, kita ingin membentuk karakter anak-anak agar lebih ceria dan cerdas. Harapannya, mereka kelak menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang mampu membawa Indonesia semakin maju,” ungkap Yono.
Ia menjelaskan, sesuai namanya, Pesta Siaga dikemas dalam suasana menyenangkan dan penuh kegembiraan. Anak-anak diberikan ruang untuk bergerak, bermain, berinteraksi, serta menjalin persahabatan dengan peserta dari gugus depan lainnya.
Dengan demikian, peserta tidak hanya terpaku pada rutinitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga melalui kegiatan bersama, kerja sama, dan kolaborasi.
“Namanya juga pesta, jadi anak-anak diharapkan bergembira dan ceria. Mereka bisa bergerak ke sana kemari, bersosialisasi dengan teman-temannya, bekerja sama, dan berkolaborasi. Jadi, tidak merasa jenuh karena terus-menerus berada di lingkungan sekolah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yono menyampaikan bahwa Pesta Siaga merupakan salah satu program kegiatan Kwarran yang dilaksanakan setiap tahun, dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.
Ia menegaskan, dalam setiap periode kepengurusan Kwarran, kegiatan Pesta Siaga minimal harus dilaksanakan satu kali sebagai bagian dari pembinaan anggota Pramuka Siaga.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam sejak usia dini sehingga melahirkan generasi yang berkarakter, memiliki rasa percaya diri, mampu bekerja sama, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Doni Iskandar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pesta Siaga Wilayah 1 Kwarcab Kabupaten Bandung Tahun 2026.
Menurut Doni, kegiatan Pesta Siaga yang diikuti peserta dalam jumlah cukup banyak tersebut merupakan bukti keberhasilan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, mulai dari jajaran Kwaran, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), para Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), hingga para pembina Pramuka di setiap sekolah.
“Alhamdulillah, kami bisa hadir di Kwartir Ranting Soreang yang sedang melaksanakan Pesta Siaga. Ini sangat luar biasa. Dukungan dan kerja sama Ketua Kwaran, Ketua Mabiran yang juga Pak Camat, serta seluruh Mabigus dan pembina di tiap sekolah sangat berarti bagi suksesnya kegiatan ini,” ujar Doni.
Ia menilai, selain jumlah pesertanya yang cukup membludak, lokasi kegiatan juga sangat strategis. Penyelenggaraan acara pun dinilai tertata dengan baik sehingga mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak.
Doni berharap, Pesta Siaga tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul dan bermain, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi anggota Pramuka Siaga yang berada pada rentang usia 7 hingga 10 tahun.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki kemampuan beradaptasi, serta belajar berkolaborasi dan menjalin pertemanan dengan teman-teman seusianya.
“Harapannya, anak-anak kita yang khususnya berada di golongan Siaga ini betul-betul bisa mandiri, mampu beradaptasi, dan bisa berkolaborasi dengan rekan-rekannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Doni mengapresiasi panitia pelaksana yang dinilainya telah mempersiapkan kegiatan dengan baik, terstruktur, dan tertata. Hal itu terlihat dari antusiasme serta keceriaan anak-anak selama mengikuti berbagai aktivitas.
Menurutnya, pelaksanaan Pesta Siaga harus benar-benar mencerminkan makna pesta bagi anak-anak. Mereka diberikan ruang untuk berekspresi, berkreasi, bermain, sekaligus berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai gugus depan.
“Dinamakan pesta, berarti anak-anak harus merasa senang. Mereka bebas berkreasi, bebas berekspresi, dan berkenalan dengan rekan-rekan yang lain. Jadi, kegiatan ini harus menjadi pengalaman yang menggembirakan sekaligus memberikan nilai pendidikan bagi perkembangan mereka,” pungkasnya. ***Sopandi


















