• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Oktober 12, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Nasional

Menko PM : Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 4,5 Persen

bydejurnalcom
Sabtu, 21 Juni 2025
Reading Time: 2 mins read
Menko PM : Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Turun Hingga 4,5 Persen
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan, pemerintah menargetkan percepatan penurunan angka kemiskinan hingga 4,5 persen pada 2029 mendatang.

Gus Muhaimin menyebutkan, berdasarkan data BPS per September 2024, angka kemiskinan masih relatif tinggi, menyisakan 8,57 persen atau sekitar 24,06 juta jiwa.

Hal tersebut disampaikan Gus Muhaimin yang juga Ketua Umum PKB usai Rembug Desa dengan tema “Pengembangan Ekosistem Ekonomi Pedesaan Dalam Pengentasan Kemiskinan”, di Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Sabtu (21/6/2025).

BacaJuga :

Ayesha Shakira Sang Multitalenta, dari Juara Menyanyi hingga Juara 2 Speech Contest se-Pulau Jawa

Trilogi Galuh Tabayun, FORMAGAT Ajak Pemuda Mengabdi kepada Masyarakat

Firman Gugat Kejelasan Sanksi 24 Bulan dari Asprov PSSI Jabar, Tegaskan Tak Pernah Ditunjuk Resmi sebagai Ketua Panitia

Sementara untuk kemiskinan ekstrem saat ini, lanjut Gus Muhaimin masih menyisakan 0,5 persen. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem tersebut dapat dituntaskan pada 2026 mendatang.

Target pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan dari 8,57 persen menjadi 4,5 persen di tahun 2029, menurut Ketua Umum PKB itu cukup signifikan.

“Kalau per tahunnya turun 1 persen saja dari 24 juta jiwa, berarti tiap tahun turun 2,4 juta jiwa. Artinya ini target penurunan kemiskinannya cukup signifikan,” katanya.

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan penurunan angka prevalensi stunting, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan turun menjadi 19,8 persen atau setara dengan 4.482.340 balita.

Angka ini menurun nyaris 2 persen atau tepatnya 1,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 21,5 persen. Sebanyak 377.000 kasus balita stunting baru, kata Gus Muhaimin, juga berhasil dicegah.

“Kalau angka prevalensi stunting memang bisa lebih cepat penurunannya karena dalam penanganannya lebih fokus terhadap kesehatannya,” ungkap Gus Muhaimin.

Untuk itu dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan, salah satu yang terus dimonitor Kemenko PM adalah ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Dalam upaya pembedayaan ini, kata Muhaimin, warga miskin penerima bantuan sosial (bansos) akan dibatasi tidak boleh melebihi 5 tahun menerimanya.

“Setelah 5 tahun menerima bansos, warga tersebut terutama yang usia produktif, sudah harus bisa mandiri serta punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Kecuali manula dan penyandang disabilitas,” tegasnya.

Pemerintah akan melibatkan semua pihak dalam rangka mewujudkan ekosistem penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat ini seperti yang amanat Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2025.

“Saya mohon, kepada seluruh kementerian, para menteri, pimpinan BUMN, badan dan lembaga pemerintah termasuk kepala daerah, untuk melaksanakan Inpres 8 tahun 2025 ini dengan benar-benar menaati dan memperhatikan tugasnya masing-masing,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, berdasarkan penelitian dan pengalaman yang pernah dilakukan, untuk menyelesaikan kemiskinan ini memerlukan anggaran Rp50 juta per KK. Salah satu di antaranya dialokasikan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Kami menargetkan perbaikan rutilahu di Kabupaten Bandung bisa tuntas dalam tiga tahun ke depan,” kata Kata Dadang Supriatna.

Hingga saat ini, kata Dadang Supriatna Pemkab Bandung telah memperbaiki sebanyak 29.347 unit rutilahu yang tersebar di 31 kecamatan. Menurut bupati, salah satu cara mempercepat penurunan kemiskinan ektrim adalah dengan perbaikan rutilahu.

“Insya Allah, kemiskinan ektsrem yang masih menyisakan 0,5 persen ini bisa menjadi nol persen di tahun 2026,” pungkasnya.* Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Copet Beraksi di Tengah Kepulangan Jemaah Haji Garut, Kekhusyukan Berubah Jadi Kepanikan

Next Post

Kabupaten Bandung Juara Umum MTQH XXXIX Jawa Barat

Related Posts

97 Kasus Kekerasan di Ciamis UPTD PPA Hadir Perkuat Perlindungan, Aktivis Beri Dukungan
deNews

97 Kasus Kekerasan di Ciamis UPTD PPA Hadir Perkuat Perlindungan, Aktivis Beri Dukungan

Senin, 12 Oktober 2026
DPMD Ciamis Antisipasi Calon Tunggal Pilkades Ciamis 2026 di Tiga Desa
deNews

DPMD Ciamis Antisipasi Calon Tunggal Pilkades Ciamis 2026 di Tiga Desa

Senin, 12 Oktober 2026
Pelaku Yang Diduga Melakukan Penembakan Pelajar di Sukawening Berhasil Ditangkap Jajaran Polres Garut
deNews

Pelaku Yang Diduga Melakukan Penembakan Pelajar di Sukawening Berhasil Ditangkap Jajaran Polres Garut

Senin, 12 Oktober 2026
Ayesha Shakira Sang Multitalenta, dari Juara Menyanyi hingga Juara 2 Speech Contest se-Pulau Jawa
deNews

Ayesha Shakira Sang Multitalenta, dari Juara Menyanyi hingga Juara 2 Speech Contest se-Pulau Jawa

Senin, 12 Oktober 2026
Trilogi Galuh Tabayun, FORMAGAT Ajak Pemuda Mengabdi kepada Masyarakat
deNews

Trilogi Galuh Tabayun, FORMAGAT Ajak Pemuda Mengabdi kepada Masyarakat

Minggu, 11 Oktober 2026
Firman Gugat Kejelasan Sanksi 24 Bulan dari Asprov PSSI Jabar, Tegaskan Tak Pernah Ditunjuk Resmi sebagai Ketua Panitia
deNews

Firman Gugat Kejelasan Sanksi 24 Bulan dari Asprov PSSI Jabar, Tegaskan Tak Pernah Ditunjuk Resmi sebagai Ketua Panitia

Minggu, 11 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Wulan Sari, SE : Srikandi Birbakum Berwirausaha Ditengah Wabah Corona

Minggu, 24 Mei 2020

Hadapi Pandemi Covid-19, Warga Cianjur Keluhkan Hidup Semakin Terasa Berat

Sabtu, 19 September 2020

Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah Pabrik Kulit Sukaregang, Kejahatan Lingkungan?

Rabu, 2 Oktober 2019

Jelang Idul Adha 1446 H, Disnakan Ciamis Siapkan Tim Khusus dan Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syari’at

Rabu, 7 Mei 2025

PWI Purwakarta Hadir Di Pelantikan Pengurus PWI Pusat

Sabtu, 4 Oktober 2025

GOW dan HWK Ciamis Ajak Perempuan Galuh Hidup Sehat Tanpa Obat Lewat Detoks Holistik

Kamis, 23 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste