Dejurnal.com, Bandung – Salah satu unit ketahanan pangan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marsela Mahardika Desa Margahayu Selatan, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung adalah Green House Hidroponik
‘ Sahabat Cahaya Farm’ yang terletak di Komplek Margahayu Kencana RW 15 desa setempat.
Green House Hidroponik ‘Sahabat Cahaya Farm’ yang luasnya 7×10 m di lahan tanah 12×10 m baru selesai dibangun 2 bulan ini diresmikan, Senin (19/1/2026).
Ketua Kelompok Tani Green House Hidroponik
Sahabat Cahaya Farm Sutanto menyebut, di Green House Hidroponik sayuran yang ditanam terdiri dari kangkung, salad, dan pakcoy. Untuk sayuran kangjung sudah panen perdana 30 kg.
Untuk sementara, kata Sutanto pemasaran masih di lingkungan keluarga, di lingkungan RW 14. Ke depan ia menargetkan 4 kg/ hari perkomoditi. “Belum home industri karena melihat kapasitas produksi,” katanya.
Sutanto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan
Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm. Menurut Sutanto, sesuai dengan tage line
‘Bersama Wujudkan Swasembada Pangan’ bahwa Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm tak mungkin terwujud tanpa kerja sama semua pihak, untuk mewujudkan swasembada pangan.
Usai meresmikan Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm, mewakili Camatan Margahayu Taty Suharyati, Sekcam Margahayu Miftahussalam berharap agar Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm dijaga dan dipelihara, jangan dilihat nilainya berapa, karena dihitung secaramatématik untuk kembali modal perlu waktu lama.
“Tapi patut disyukuri karena, sesuai dengan namanya ada cahaya, ini tanda-tanda keberhasilan BUMDes. Mudah-mudahan lancar dan dukses,” katanya.
Plt Kepala Desa Margahayu Selatan Anton Hartawan berharap Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm bisa terus dikelola dengan baik sehingga bisa ada pendapatan kepada BUMDes yang nantinya juga kembali kepada masyarakat.
Yang harus berkontribusi ke desa, kata Anton bukan hanya BUMDesa, tapi juga Koperasi Desa Merah Putih, yang pada nantinya untuk masyarakat juga.
Ketua BPD Nono Sumarno meyebutkan, di
di Desa Margahayu Sel tidak ada lahan untuk pertanian, tetapi desa harus melaksanakan program ketahanan pangan, ia berharap Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm bisa berkelanjutan.
Nono juga menjelaskan bahwa sumber dana untuk program ketahanan pangan itu dari darna desa, transfer dari pusat tahun 2025 sekitar 2 m, dak 20 persennya untuk ketahanan pangan. Namun di tahun 2026 tidak sampai sebesar itu.
Ketua BUMdes Marsela Mahardika Firman Firdaus mengapresiasi Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm, karena dua bulan lalu lahan yang digunakan tersebut masih semak belukar. “Apresiasi juga kepada pengurus karena pengurus telah bekerja keras. Kami akan ada monitoring setiap satu bulan untuk melihat perkembangan hidroponik ini. Mohon doa dan dukungan agar tetap eksis dan bisa berkontribusi,” katanya.
Ketua RW 14 Wahyudi berterima kasih kapada semua pihak yang telah mensuport terhadap berdirinya Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm. Khusus kepada pihak pemerintah yang telah menggelontorkan anggaran untuk ketahan pangan. Ia menyebut, untuk membangun Green House Hidroponik Sahabat Cahaya Farm menghabiskan anggaran Rp 81 juta, sedangkan anggaran dari pemerintah untuk Green House Hidroponik sebesar Rp 80 juta. “Jadi tanpa ada uang dari sosial tidak akan berjalan,” katanya.***Sopandi














