Ciamis, deJurnal,- Al Asad Academy Archery merupakan akademi khusus panahan tradisional yang berlokasi di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Hadir sebagai pusat pembinaan atlet panahan tradisional yang mengedepankan prestasi sekaligus pembentukan karakter beradab.
Didirikan pada tahun 2024, Al Asad Academy Archery telah mengantongi legalitas resmi melalui SK Kementerian Hukum dan HAM Nomor AHU-0001416.AH.01.04 Tahun 2025.
Akademi tersebut berada di bawah kepemilikan Rekha Rahma dan dikelola secara profesional dengan sistem pembinaan berkelanjutan.
Ketua Bidang Panahan Tradisional Al Asad Academy Archery, Yana Mulyana, menyampaikan bahwa akademi ini memiliki visi melahirkan generasi pemanah tradisional yang profesional, berprestasi, serta berkarakter.
“Panahan tradisional bukan hanya soal teknik membidik sasaran, tetapi juga membangun fokus, disiplin, dan adab. Nilai-nilai itu yang kami tanamkan kepada para atlet sejak awal,” ujar Yana Mulyana. Kamis (29/01/2026)
Dikatakan Yana saat ini, Al Asad Academy Archery membina sekitar 50 atlet aktif dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.
“Proses pembinaan didukung oleh 6 orang pelatih, yang mendampingi atlet secara intensif dan berjenjang sesuai usia serta kemampuan masing-masing peserta,” tuturnya
Dari sisi prestasi, Yana mengungkapkan sepanjang tahun 2025 Al Asad Academy Archery tercatat mengikuti 19 event kejuaraan tingkat lokal hingga nasional.
“Para atlet berhasil meraih 9 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu, serta 10 kategori harapan dan 9 bantalan,” ungkapnya.
Yana menambahkan Al Asad Academy Archery juga dipercaya mewakili Pengcab Ciamis dalam ajang SLEKDA, dengan mengirimkan 18 atlet kategori pelajar dan 6 atlet kategori umum.
“Memasuki awal tahun 2026, prestasi kembali ditorehkan. Dalam dua event kejuaraan yang telah diikuti, atlet Al Asad Academy Archery berhasil membawa pulang 2 medali emas, 1 perunggu, 3 harapan, serta 13 bantalan,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat, sebanyak 8 atlet pelajar Al Asad Academy Archery dijadwalkan mengikuti Student Archries Open CIS (Competition for Islamic Student) yang akan digelar di Cirebon pada 1 Februari 2026.
“Kami optimistis para atlet bisa memberikan hasil terbaik. Yang terpenting, mereka tetap menjunjung sportivitas dan membawa nilai-nilai adab di setiap kejuaraan,” kata Yana.
Untuk bergabung, Al Asad Academy Archery menetapkan biaya pendaftaran member sebesar Rp300.000 per orang, yang sudah termasuk jersey resmi, Kartu Tanda Anggota (KTA), serta buku saku pembinaan. Selain itu, peserta dikenakan uang kas Rp200.000 per bulan dengan 8 kali pertemuan latihan.
Latihan rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu pukul 08.00–13.00 WIB, serta tersedia latihan umum dan privat di luar jadwal melalui sistem reservasi.
Dengan dukungan pelatih yang kompeten, legalitas resmi, serta capaian prestasi yang konsisten, Al Asad Academy Archery terus mengukuhkan diri sebagai salah satu akademi panahan tradisional yang berkembang pesat di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat. (Nay Sunarti)













