Ciamis, deJurnal,- Geliat kebersamaan masyarakat Kabupaten Ciamis terus tampak nyata melalui kegiatan Jumat Bersih yang secara rutin dilaksanakan di berbagai lingkungan.
Warga dari beragam lapisan turun langsung bergotong royong membersihkan masjid, pos ronda, jalan umum, hingga selokan, sebagai wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Kegiatan kebersihan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi telah berkembang menjadi budaya sosial yang mengakar di tengah masyarakat Ciamis.
Sejak pagi hari, warga bahu-membahu membersihkan area masjid sebagai pusat ibadah, merapikan pos ronda sebagai sarana keamanan lingkungan, serta menyapu dan menata jalan umum agar tetap bersih dan aman dilalui.
Selain itu, warga juga membersihkan selokan, mengangkut sampah, dan memilah sampah organik maupun anorganik.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, berulang kali menegaskan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh warga, bukan semata tugas pemerintah.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga kebersihan adalah wujud kebersamaan. Ketika masyarakat bergerak bersama, maka lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan tercipta,” demikian pesan yang kerap disampaikan Bupati Herdiat.
Semangat kebersamaan juga dirasakan langsung oleh warga yang terlibat.
Dedi salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan Jumat Bersih menyampaikan bahwa gotong royong menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di Ciamis.
“Waktu bergotong royong seperti ini terasa sekali kebersamaannya. Selain membersihkan lingkungan, kebersihan juga sebagian dari iman. Kegiatan ini bisa menyatukan semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah kegiatan bersih-bersih selesai, warga biasanya melanjutkan dengan makan bersama melalui tradisi liwet botram.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk bercengkerama, bertukar pikiran, dan mempererat silaturahmi antarwarga.
“Setelah beres bersih-bersih, kami makan bersama, liwet botram. Suasananya akrab, penuh kekeluargaan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar kerja bakti, kegiatan Jumat Bersih telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Ciamis.
Tradisi ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, budaya Jumat Bersih seyogyanya dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh positif bagi generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus merawat nilai-nilai luhur kebersamaan masyarakat Ciamis. (Nay Sunarti)












