CIAMIS, deJurnal,- paq Setetes darah menjadi simbol harapan bagi mereka yang bertaruh nyawa. Di tengah suasana menjelang Ramadan 1447 Hijriah, aksi kemanusiaan kembali digaungkan di Kabupaten Ciamis.
Herdiat Sunarya secara resmi membuka kegiatan Bakti Sosial Donor Darah dan Santunan yang digelar Komunitas Doervoer di Joglo Timur Pendopo Kabupaten Ciamis, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan sosial tersebut diikuti ratusan peserta dan relawan, serta dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, penyandang thalasemia, dan lanjut usia.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap menyala, bahkan di tengah berbagai tantangan kebutuhan darah yang kerap meningkat menjelang bulan puasa.
Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan apresiasi atas konsistensi Komunitas Doervoer yang selama bertahun-tahun aktif menggelar kegiatan sosial
Ia menilai aksi donor darah ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bentuk nyata kolaborasi masyarakat dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan sosial, khususnya ketersediaan stok darah.
“Setetes darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa manusia. Ini langkah yang sangat terpuji, apalagi menjelang ibadah shaum di bulan Ramadan,” ujarnya.
Menurut Herdiat, kebutuhan darah bagi pasien thalasemia tergolong tinggi karena mereka harus menjalani transfusi secara berkala. Ketersediaan stok darah yang stabil menjadi faktor krusial demi keberlangsungan hidup para pasien.
Ia juga menegaskan bahwa Komunitas Doervoer telah berdiri lebih dari satu dekade dan secara konsisten bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Konsistensi tersebut dinilai sebagai teladan kepedulian yang patut diapresiasi dan dicontoh oleh elemen masyarakat lainnya.
Sementara itu, Gubernur Doervoer, Rusna Apriatna, menjelaskan bahwa bakti sosial donor darah ini rutin digelar setiap tiga bulan sejak 2008. Kegiatan tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat, termasuk kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Rusna, pelaksanaan kegiatan menjelang Ramadan bukan tanpa alasan. Secara statistik, jumlah pendonor darah biasanya mengalami penurunan selama bulan puasa, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan stok darah di fasilitas kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan kebutuhan darah tetap tercukupi, terutama bagi pasien thalasemia yang sangat bergantung pada transfusi rutin,” jelasnya.
Tak hanya donor darah, panitia juga menyalurkan santunan kepada 171 penerima manfaat, terdiri atas 64 anak yatim, 40 penyandang thalasemia, dan 67 lanjut usia.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus memperkuat rasa kebersamaan menjelang Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kehangatan itu menjadi bukti bahwa sinergi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah terus terjalin di Kabupaten Ciamis.
Komunitas Doervoer pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program sosial dan kemanusiaan demi terwujudnya Ciamis yang lebih peduli dan sejahtera. (Nay Sunarti)

















