• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Legislator

Yudha Puja Turnawan Soroti Krisis Pemulangan Jenazah dan Validasi Bantuan Sosial di Garut

bydejurnalcom
Jumat, 13 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
Yudha Puja Turnawan Soroti Krisis Pemulangan Jenazah dan Validasi Bantuan Sosial di Garut
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengangkat sejumlah persoalan sosial yang dinilainya membutuhkan penanganan cepat dan sistemik. Hal tersebut ia sampaikan saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Kabupaten Garut, Jumat (13/2/2026). Isu yang disoroti mencakup sulitnya pemulangan jenazah warga perantauan hingga perlunya pembaruan data kesejahteraan sosial agar bantuan pemerintah tepat sasaran.

Tragedi Perantau: Biaya Pemulangan Jenazah Jadi Beban Berat

Yudha mengungkapkan kisah duka seorang warga Garut yang bekerja di wilayah Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, yang meninggal dunia. Keluarga almarhum menghadapi kendala besar untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman akibat tingginya biaya transportasi dan administrasi.

BacaJuga :

Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid

Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah

Dengan Adanya Pos Siskamling JAWARA Menjadikan Wujud Nyata Sinergi Warga Menjaga Kamtibmas

Menurut keterangan yang diterima, biaya pemulangan disebut mencapai ratusan juta rupiah angka yang jauh melampaui kemampuan ekonomi keluarga. Bahkan terdapat permintaan biaya yang mendekati satu miliar rupiah. Karena keterbatasan tersebut, keluarga akhirnya terpaksa memakamkan jenazah di perantauan.

Peristiwa ini, kata Yudha, menunjukkan adanya celah dalam sistem perlindungan sosial bagi warga kurang mampu yang tertimpa musibah di luar daerah. Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan skema bantuan darurat yang lebih cepat, jelas, dan terkoordinasi agar keluarga korban tidak menanggung beban berlapis di tengah duka.

Pembaruan Data Sosial Dinilai Mendesak

Selain persoalan kemanusiaan tersebut, Yudha juga menyoroti akurasi data kesejahteraan sosial di Garut. Ia menilai masih terjadi ketidaksesuaian data, di mana warga miskin ekstrem belum seluruhnya terdaftar, sementara sebagian warga yang telah mampu secara ekonomi masih menerima bantuan.

Untuk mengatasi hal itu, ia mendorong optimalisasi peran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta pelibatan perangkat lingkungan seperti RT dan RW dalam verifikasi lapangan.

Menurutnya, pendataan harus dilakukan secara faktual melalui kunjungan langsung ke rumah warga agar kondisi sosial ekonomi dapat dinilai secara objektif. Dengan begitu, bantuan seperti jaminan kesehatan dan bantuan sosial lainnya dapat benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.

Perlu Respons Lebih Terbuka dari Pemerintah Pusat

Yudha juga meminta agar pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia, lebih responsif terhadap pembaruan data yang diusulkan pemerintah daerah. Ia menilai para operator dan pendamping sosial di lapangan memiliki pemahaman paling nyata terhadap kondisi masyarakat.

Ia menekankan bahwa sistem pendataan berbasis aplikasi harus disertai mekanisme verifikasi lapangan yang kuat. Teknologi, menurutnya, seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti pengamatan langsung terhadap realitas sosial.

Harapan Perbaikan Sistem Kesejahteraan

Menutup pernyataannya, Yudha berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial. Dengan data yang akurat dan mekanisme bantuan yang tanggap, pemerintah dapat memastikan warga miskin ekstrem dan kelompok rentan memperoleh perlindungan yang layak.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah daerah maupun pusat untuk bekerja sama memperbaiki sistem kesejahteraan. Tujuannya jelas tidak ada lagi warga yang terabaikan saat menghadapi kondisi darurat atau membutuhkan layanan sosial dasar.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Waktu Usia 10 Tahun Manggung di UNPAD, Dalang Khanha Ade Kosasih Sunarya Giri Harja 2 Raih Sarjana di UNPAD

Next Post

Refleksi HPN 2026 : Menjaga Nyala Pers di Tengah Badai Perkembangan Zaman

Related Posts

Putera Asgar  Juarai Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026
deNews

Putera Asgar Juarai Turnamen Sepak Bola Soeratin Cup 2026

Rabu, 12 Agustus 2026
Cegah Karhutla, Polisi Siram Lahan Kering di Babakancikao
deNews

Cegah Karhutla, Polisi Siram Lahan Kering di Babakancikao

Rabu, 12 Agustus 2026
GAS : Kementerian Koperasi Pernah Minta Pemkab Garut Segera Proses Pembubaran Koperasi Kiara Dodot
deNews

GAS : Kementerian Koperasi Pernah Minta Pemkab Garut Segera Proses Pembubaran Koperasi Kiara Dodot

Rabu, 12 Agustus 2026
Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid
deNews

Semarakkan HUT RI ke-81 Jalan Sehat hingga Evaluasi, TP PKK Ciamis Makin Solid

Rabu, 12 Agustus 2026
Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah
deNews

Asep Rahmat Apresiasi PDPM-UMC, Beasiswa Buka Jalan Warga Kuliah

Rabu, 12 Agustus 2026
Dengan Adanya Pos Siskamling JAWARA Menjadikan Wujud Nyata Sinergi Warga Menjaga Kamtibmas
deNews

Dengan Adanya Pos Siskamling JAWARA Menjadikan Wujud Nyata Sinergi Warga Menjaga Kamtibmas

Rabu, 12 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Terkesan Lalai Penetrasikan CSR, Senilai 4 M Pertahun?

Selasa, 5 November 2019

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

KabarDaerah

Pembagian Sertifikat Tanah Di Desa Talun Kecamatan Ibun

Jumat, 20 September 2019

Lahan Milik Pemkab Garut Dikelola “Orang Provinsi”, Potensi PAD Hilang Capai Milyaran

Minggu, 29 September 2019

Adang Suhendar Terpilih Sebagai Ketua RAPI Wilayah 16 Kabupaten Ciamis pada Musyawarah Wilayah VIII

Sabtu, 19 April 2025

Reses DPRD Purwakarta Tertunda, Terkait Menkeu Berikan Warning Penundaan Anggaran 35% Dari Pusat

Selasa, 12 Mei 2020

Bupati Garut Berhentikan 3 Direksi PDAM Tirta Intan, PAKIS : Langkah Rasional dan Progresif

Sabtu, 10 Mei 2025
Korwil Paguyuban Pemuda Rajadesa H. Ade Maman Suherman saat menjelaskan tentang SPK Pengelolaan Komoditi BPNT.

Ada Fee, SPK Pengelolaan Sembako BPNT Kecamatan Rajadesa Jadi Sorotan

Kamis, 10 Desember 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste