• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Tarhib Ramadhan dan Implementasi Perda Garut No. 13 Tahun 2015 Tentang Anti Perbuatan Maksiat ​

bydejurnalcom
Senin, 16 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
Tarhib Ramadhan dan Implementasi Perda Garut No. 13 Tahun 2015 Tentang Anti Perbuatan Maksiat  ​

Ketua Panitia Tarhib Ramadhan (2026), Akhirudin Yunus.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Kolaborasi Antara Persada 212, FPI dan unsur forkopimda yang tergabung dalam tim terpadu anti perbuatan maksiat menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan dan Implementasi Perda anti perbuatan maksiat dengan mengusung tema”Wujudkan Garut Bertaqwa Melalui Penegakan Perda Anti Maksiat Demi Ramadhan Yang Berkah” yang diselenggarakan di Aula IsLamic center Kabupaten Garut, Senin (16/2/2026).

Kabupaten Garut dikenal dengan julukan “Kota Santri” dan memiliki akar budaya Islam yang sangat kuat. Karakteristik masyarakat yang agamis ini menuntut adanya lingkungan yang bersih dari kemaksiatan, terutama saat mendekati bulan suci Ramadhan.

Ketua Panitia, Akhirudin yunus setelah acara selesai kepada Dejurnal.com, menjelaskan Dalam tradisi masyarakat Garut, penyambutan bulan Ramadhan dilakukan melalui Tarhib Ramadhan, sebuah rangkaian kegiatan ekspresi kegembiraan sekaligus penyucian diri. Kesadaran spiritual individu seringkali memerlukan dukungan struktural agar tercipta ketertiban umum yang luas. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Anti Perbuatan Maksiat.

BacaJuga :

Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Sulit Air, Warga Pangrumasan Ciamis Gelar Salat Istisqa

Bantuan Pangan Beras, Kades Hegarmanah Turun Tangan Langsung Salurkan kepada KPM

“Agenda tahunan ​Tarhib Ramadhan di Kabupaten Garut ini memiliki dimensi sosiologis yang luas. Kegiatan ini biasanya melibatkan mobilisasi massa longmarch yang menyuarakan pesan-pesan moral dan Tabligh Akbar,”kata Akhirudin.

​Ia menegaskan secara filosofis, Tarhib adalah fase persiapan mental. Masyarakat diingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tetapi momentum untuk menghentikan segala bentuk perilaku yang menyimpang dari norma agama.

​Akhirudin Yunus memaparkan terkait Korelasi antara gelaran Tarhib Ramadhan dan Perda Nomor 13 Tahun 2015 ini dapat dilihat melalui tiga saluran utama:

​A. Pendekatan “Soft Power” vs “Hard Power”

Perda No. 13 Tahun 2015 adalah hard power (kekuatan hukum dengan sanksi). Sementara Tarhib Ramadhan adalah soft power (pendekatan persuasif). Tarhib memberikan pemahaman “mengapa” maksiat harus dijauhi, sehingga ketika Perda ditegakkan, masyarakat tidak merasa tertekan, melainkan merasa terlindungi.

​B. Penguatan Kontrol Sosial (Social Control)

Dalam sosiologi, hukum akan efektif jika didukung oleh kontrol sosial masyarakat. Acara Tarhib menyatukan visi warga. Ketika ribuan orang turun ke jalan meneriakkan antimaksiat, ini menciptakan tekanan sosial bagi pelaku maksiat dan memberikan dukungan moril bagi Satpol PP serta kepolisian untuk bertindak tegas sesuai Perda.

​C. Sosialisasi Aturan Menjelang Ramadhan

Pemerintah Kabupaten seringkali menggunakan momentum Tarhib untuk menyosialisasikan maklumat atau instruksi bupati terkait pembatasan kegiatan hiburan selama Ramadhan. Hal ini menjadikan Tarhib sebagai kanal komunikasi publik yang sangat efektif dibandingkan sekadar penempelan stiker larangan.

​Terdapat korelasi yang sangat positif dan signifikan antara pelaksanaan Tarhib Ramadhan dengan implementasi Perda No. 13 Tahun 2015. Tarhib berfungsi sebagai fondasi moral, sementara Perda berfungsi sebagai pagar hukum. Tanpa Tarhib, Perda mungkin hanya dianggap sebagai aturan kaku yang membatasi kebebasan. Sebaliknya, tanpa Perda, semangat anti-maksiat dalam Tarhib tidak memiliki taring hukum untuk menindak pelanggar yang bebal.

“​Sinergi ini membuktikan bahwa di Kabupaten Garut, nilai-nilai lokal dan agama dapat bertransformasi menjadi kebijakan publik yang efektif demi menjaga kesucian bulan Ramadhan dan ketertiban daerah secara berkelanjutan,” pungkas Akhirudin Yunus.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Musyawarah FPK Garut 2026 Tekankan Regenerasi dan Penguatan Harmoni Antar Etnis

Next Post

Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Pick Up Lintas Daerah Berhasil Diamankan Tim Sancang Polres Garut

Related Posts

Tua-Tua Berbahaya! 12 Pasangan Bikin YTTA Yard Pickleball Ciamis Memanas
deNews

Tua-Tua Berbahaya! 12 Pasangan Bikin YTTA Yard Pickleball Ciamis Memanas

Sabtu, 3 Oktober 2026
Ciamis Buka Invitasi Olahraga Tradisional SD, 490 Siswa berebut 22 Tiket Oltrad Jabar
deNews

Ciamis Buka Invitasi Olahraga Tradisional SD, 490 Siswa berebut 22 Tiket Oltrad Jabar

Sabtu, 3 Oktober 2026
Ribuan Pelajar Ramaikan Piala Kadisdik Garut, Aquatic Musadadiah Bidik Lahirnya Atlet Renang Berprestasi
deNews

Ribuan Pelajar Ramaikan Piala Kadisdik Garut, Aquatic Musadadiah Bidik Lahirnya Atlet Renang Berprestasi

Sabtu, 3 Oktober 2026
Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga
deNews

Pelayanan Isbat Nikah Beri Kepastian Hukum bagi Keluarga

Sabtu, 3 Oktober 2026
Sulit Air, Warga Pangrumasan Ciamis Gelar Salat Istisqa
deNews

Sulit Air, Warga Pangrumasan Ciamis Gelar Salat Istisqa

Sabtu, 3 Oktober 2026
Bantuan Pangan Beras, Kades Hegarmanah Turun Tangan Langsung Salurkan kepada KPM
deNews

Bantuan Pangan Beras, Kades Hegarmanah Turun Tangan Langsung Salurkan kepada KPM

Sabtu, 3 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

KabarDaerah

Bendera Lusuh Sudah Diganti, Ini Tanggapan Korwil Pendidikan Ciamis

Senin, 5 Mei 2025

Klinik Abang Ijo Untuk Warga tidak mampu Diresmikan

Sabtu, 8 Maret 2025

Patroli KRYD dan Operasi Pekat, Polsek Pasirwangi Sita Ratusan Butir Obat Terlarang dan Miras

Minggu, 14 Desember 2025

Wabup Garut Putri Karlina : Hak Pekerja PT. Danbi Internasional Harus Dipastikan Terpenuhi

Sabtu, 22 Februari 2025

Dua Pemdes di Sukabumi Geram : BPJS BPU Dipotong, Ditudingkan Untuk Bagi-Bagi Perangkat Desa

Jumat, 25 April 2025
Tangkapan video tiktok akun @ayi.emen4

Video Warga Ungkap Pembangunan Dana Desa 2025 Tidak Sesuai RAB, Kades Sukamulya : Tidak Benar, Silahkan Cek Lapangan

Minggu, 27 April 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste