Ciamis, deJurnal,- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciamis melakukan audiensi bersama Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), staf ahli pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis pada Senin, 9 Maret 2026, di ruang rapat Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Ciamis.
Dalam audiensi tersebut, kader PMII Kabupaten Ciamis, Muhammad Sidik, menyampaikan pernyataan sikap terkait potensi ekonomi yang muncul dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program strategis pemerintah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi baru melalui keterlibatan mitra penyedia dapur di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Ciamis.
Berdasarkan analisis yang disampaikan, diperkirakan terdapat sekitar 144 dapur mitra yang akan terlibat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ciamis. Dari aktivitas tersebut, potensi perputaran dana dari berbagai komponen pembiayaan diperkirakan dapat mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.
Sidik menilai bahwa potensi ekonomi tersebut juga membuka peluang optimalisasi zakat dari keuntungan usaha para mitra program. Dengan asumsi zakat sebesar 2,5 persen dari keuntungan usaha, potensi dana zakat yang dapat dihimpun diperkirakan dapat mencapai miliaran rupiah per tahun.
“Potensi ini perlu dikelola secara sistematis dan transparan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Kabupaten Ciamis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Sidik.
Ia menambahkan, optimalisasi zakat dari aktivitas ekonomi Program MBG dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, serta mendukung sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat di daerah.
Karena itu, PMII Ciamis mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mengeluarkan imbauan kepada para mitra Program MBG agar menunaikan kewajiban zakat dari keuntungan usaha yang diperoleh. Selain itu, potensi zakat tersebut diharapkan dapat diintegrasikan sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial di Kabupaten Ciamis.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Lili Miftah menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang disampaikan oleh mahasiswa PMII. Menurutnya, gagasan tersebut menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan sosial kemasyarakatan.
“Kami sangat mengapresiasi. Ternyata generasi muda Islam dari kalangan mahasiswa ini bukan hanya memiliki semangat kebangsaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan ingin ikut menyelesaikan persoalan sosial,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa gagasan tersebut dapat menjadi jawaban atas berbagai kekhawatiran di masyarakat terkait penggunaan dana zakat untuk program MBG.
“Selama ini ada kekhawatiran bahwa dana zakat akan dipakai untuk membiayai program MBG. Justru kalau ide mahasiswa ini terwujud, malah sebaliknya. Program MBG yang nantinya berkontribusi membayar zakat untuk kepentingan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.
Dikatakan Lili BAZNAS Kabupaten Ciamis juga menyatakan kesiapan untuk mengelola potensi zakat tersebut apabila para mitra MBG bersedia menunaikan zakat dari keuntungan usaha mereka.
Dana yang dihimpun nantinya dapat diarahkan ke berbagai program BAZNAS, seperti program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga program sosial lainnya yang telah berjalan.
Dalam audiensi tersebut juga muncul usulan agar Pemerintah Kabupaten Ciamis mengeluarkan surat edaran atau imbauan kepada yayasan atau mitra yang terafiliasi dengan Program MBG untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Menurut Lili, langkah awal yang paling memungkinkan dalam waktu dekat adalah berupa imbauan dari Bupati Ciamis, mengingat bulan Ramadan akan segera tiba dalam waktu sekitar sepuluh hari ke depan.
“Hasil dari audiensi hari ini kemungkinan langkah pertama adalah imbauan dari Pak Bupati kepada mitra MBG. Karena waktunya sudah dekat dengan Ramadan, ini bisa menjadi langkah awal yang cepat,” pungkasnya (Jefri Tio)





















