CIAMIS, deJurnal,- merintah Kabupaten Ciamis memastikan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tetap dipertahankan, meskipun kondisi anggaran daerah saat ini tengah menghadapi tekanan, khususnya pada belanja pegawai.
Bupati Ciamis, De. H Herdiat Sunarya, mengungkapkan bahwa porsi belanja pegawai saat ini berada di kisaran 36 hingga 37 persen, lebih tinggi dari batas ideal sebesar 30 persen.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi alasan untuk mengurangi jumlah tenaga P3K.
“Kita tidak bisa serta-merta memberhentikan P3K. Di sisi lain, kita justru masih kekurangan pegawai,” ujarnya usai mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ciamis Tahun 2026, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Ciamis masih cukup tinggi, terutama di sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Hal itu terjadi karena setiap tahun jumlah pegawai yang pensiun, meninggal dunia, maupun pindah tugas lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengangkatan pegawai baru. Akibatnya, sejumlah instansi masih mengalami kekurangan tenaga.
“Di sekolah misalnya, masih ada yang kekurangan ASN. Padahal kita ingin meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi yang lebih baik,” kata Herdiat.
Kebijakan mempertahankan tenaga P3K juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ciamis, yakni “Ciamis Maju dan Berkelanjutan”, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Lebih lanjut Herdiat menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan tidak akan optimal tanpa dukungan tenaga kerja yang memadai.
Selain itu, jumlah pegawai di Kabupaten Ciamis juga mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebelumnya lebih dari 14 ribu pegawai sebelum pemekaran dengan Kabupaten Pangandaran, kini tersisa sekitar 10 ribu pegawai.
Herdiat menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya efisiensi. Namun demikian, kebutuhan pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi perhatian utama.
Ia juga mengingatkan bahwa tenaga P3K memiliki peran penting dalam pelayanan publik dan tidak bisa dipandang semata sebagai beban anggaran.
“Mereka sudah bekerja dan mengabdi, juga punya keluarga. Kita harus mencari solusi terbaik agar semua bisa berjalan seimbang,” ujarnya.
Ke depan, kata Herdiat Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus berupaya menyeimbangkan antara kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan pelayanan publik, guna memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Memang tidak mudah, tapi kita akan terus berusaha semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Nay Sunarti)














