• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar

bydejurnalcom
Selasa, 31 Maret 2026
Reading Time: 2 mins read
Geliat Pengrajin Batu Akik Ciamis Kembali Bangkit, Terkendala Daya Beli dan Tren Pasar
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Setelah sempat meredup pascaboombing beberapa tahun lalu, geliat pengrajin batu akik di Kabupaten Ciamis perlahan kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.

Meski belum sepenuhnya pulih, aktivitas produksi dan transaksi mulai menggeliat, ditopang oleh para pecinta batu akik yang masih setia mempertahankan hobi mereka.

Di balik kebangkitannya para pengrajin mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

BacaJuga :

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi minat pembeli, sehingga berdampak langsung terhadap omzet para pelaku usaha batu akik.

Rana Maulana, pengrajin sekaligus pelaku usaha aksesoris batu akik  PPKJ asal Desa. Gunungsari Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, menyebut bahwa tren batu akik saat ini tidak lagi seperti masa puncak popularitasnya dulu.

“Sekarang mulai ada lagi peminatnya, tapi tidak seramai dulu. Kendalanya lebih ke daya beli, orang yang hobi masih ada, tapi untuk membeli itu yang agak berkurang,” ujarnya. Selasa (31/03/2026)

Ia menjelaskan, pada masa kejayaan batu akik, jenis seperti Bacan dan Kalimaya menjadi primadona dan banyak diburu kolektor.

Namun, seiring waktu, tren tersebut mengalami penurunan signifikan sebelum akhirnya kembali stabil di kalangan penghobi.

Menurut Rana, batu akik saat ini lebih dipandang sebagai bagian dari hobi dan estetika, bukan sekadar tren sesaat.

Meski demikian, sebagian masyarakat masih meyakini adanya nilai lebih dari batu akik, meski hal tersebut tidak menjadi fokus utama para pengrajin.

“Dari kami pengrajin, batu akik itu lebih ke keindahan dan seni. Yang datang ke sini kebanyakan memang karena hobi, bukan karena hal-hal lain,” jelasnya.

Dari sisi harga, batu akik tidak memiliki standar baku yang kaku. Nilai jual sangat ditentukan oleh kualitas batu, jenis, serta keunikan motif yang dimiliki.

Batu dengan kualitas tinggi tentu memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan kualitas biasa.

“Memang ada semacam patokan pasar, tapi tidak baku. Misalnya batu Bacan, ada yang murah, ada juga yang mahal tergantung kualitasnya,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa perbedaan jenis batu akik umumnya dipengaruhi oleh daerah asal penemuan, seperti batu Garut, Bacan dari Maluku Utara, hingga Kalimaya.

Sementara untuk wilayah Ciamis sendiri, potensi batu akik masih ada, meski kualitasnya belum sepopuler daerah lain.

Dalam proses produksinya, pengrajin batu akik di Ciamis umumnya mengerjakan pembuatan cincin atau “batang” secara manual. Biaya pembuatan bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung tingkat kesulitan dan detail ukiran.

“Untuk pembuatan yang sederhana bisa selesai satu hari, tapi kalau yang rumit atau ukiran khusus bisa lebih lama. Semua dikerjakan manual, jadi butuh ketelitian,” ungkap Rana.

Perawatan batu akik pun terbilang sederhana. Bahkan, menurut pengrajin, penggunaan sehari-hari justru dapat meningkatkan kualitas tampilan batu.

“Semakin sering dipakai, justru bisa membuat batu semakin bagus dan mengilap, tinggal di perawatan batangnya saja bisa di cuci menggunakan sabun cuci piring 2 atau 3 bulan sekali,”  katanya.

Dikatakan Rana meski belum kembali ke masa kejayaan, dirinya mengaku optimist batu akik memiliki pasar tersendiri yang akan terus bertahan.

Dengan mengandalkan kualitas, kreativitas, dan pasar penghobi, geliat batu akik di Ciamis diyakini akan terus hidup sebagai bagian dari industri kreatif lokal.

Kebangkitan tersebut menjadi harapan baru bagi para pengrajin untuk kembali meningkatkan pendapatan, sekaligus menjaga warisan kerajinan khas yang pernah menjadi kebanggaan daerah. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

DPRKPLH Gencarkan Himbauan “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik”, Warga Mulai Beralih ke Tas Ramah Lingkungan

Next Post

DPRD Garut Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025

Related Posts

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI
deNews

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra
deNews

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra

Kamis, 13 Agustus 2026
GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
deNews

GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti
deNews

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

Kamis, 13 Agustus 2026
DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati  KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
deNews

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja
deNews

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Kamis, 13 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara

Antisipasi Dini Bencana BPBD Kabupaten Bandung Siapkan Posko Pengungsian di Baleendah dan Dayeuhkolot

Rabu, 28 Oktober 2020

SDN 2 Sukakarya Samarang, Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Kamis, 18 September 2025

Samping Alun – Alun Kecamatan Sukaresmi Dijadikan Tempat Buang Sampah, Sekretaris DLH Garut : Kami Sedang Berusaha Tangani Permasalah Sampah

Kamis, 29 Februari 2024

Warga Desa Rancaudik Geger Temukan Mayat Wanita di Sawah

Senin, 7 April 2025

Wayang Windu Pangalengan Dipadati Pengunjung Di Masa New Normal

Rabu, 17 Juni 2020
Ketua Puskesos Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu, Saeful sedang mengecek kartu elektronik BPNT milik salah satu warga. (Foto Sopandi/dejurnal.com)

Agen Heran Banyak Kartu BPNT KPM Desa Margahayu Tengah Saldonya Kosong

Rabu, 19 Mei 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste