Dejurnal.com, Garut – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Ir. Beni Yoga Gunasantika, M.M., menyampaikan bahwa pelantikan Ketua dan Pengurus HANACARAKA (Himpunan Penata Acara Pernikahan) Kabupaten Garut Periode 2026–2029 merupakan langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme penyelenggara pernikahan di daerah.
Hal tersebut disampaikan Beni Yoga saat diwawancarai awak media dalam rangkaian acara Musyawarah Besar sekaligus Pelantikan Pengurus HANACARAKA yang digelar pada Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pembentukan dan pengaktifan kembali organisasi HANACARAKA menjadi salah satu upaya memperbaiki citra serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara pernikahan di Kabupaten Garut. Ia mengakui bahwa sebelumnya sempat muncul berbagai pemberitaan yang kurang baik terkait penyelenggaraan wedding organizer (WO) di Garut.
“Ini merupakan langkah yang sangat signifikan untuk meningkatkan kompetensi penyelenggaraan wedding di Garut. Beberapa waktu lalu memang sempat muncul berita yang kurang baik, sehingga melalui organisasi ini kita berharap bisa memperbaiki kondisi kelembagaan, khususnya bagi para pelaku wedding organizer di Kabupaten Garut agar lebih profesional,” ujarnya.
Beni menjelaskan bahwa industri pernikahan memiliki dampak ekonomi yang luas karena melibatkan banyak sektor. Mulai dari hotel, destinasi wisata, katering, dekorasi, hingga pembawa acara (MC) dan berbagai layanan pendukung lainnya.
“Pernikahan itu memiliki efek berantai yang melibatkan banyak sektor. Ada hotel, pariwisata, katering, dekorasi, MC, dan berbagai elemen lainnya. Karena itu seluruh entitas yang terlibat harus bisa berkolaborasi. Kolaborasi ini bukan kompetisi, melainkan kerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti adanya fenomena persaingan harga di antara wedding organizer yang terkadang tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dibenahi melalui edukasi dan pembinaan kepada para pelaku usaha.
“Kalau hanya perang harga tanpa memperhatikan kualitas layanan, tentu akan merugikan konsumen dan juga mencoreng citra penyelenggara acara secara keseluruhan. Karena itu perlu ada edukasi kepada para pelaku WO agar lebih memperhatikan standar pelayanan,” katanya.
Disparbud Garut, lanjut Beni, memiliki tugas untuk melakukan pembinaan terhadap lembaga atau entitas yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif, termasuk industri wedding organizer. Ke depan, pihaknya akan melakukan berbagai bentuk pembinaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang tersebut.
“Ini bagian dari ekonomi kreatif, sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk melakukan pembinaan. Ke depan kita akan melakukan penilaian, pembinaan, serta peningkatan kompetensi SDM bagi para pelaku usaha yang tergabung dalam organisasi ini,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara, saat ini tercatat sekitar 32 wedding organizer telah bergabung dalam HANACARAKA. Namun jika melihat perkembangan di lapangan, jumlah WO yang ada di Kabupaten Garut diperkirakan mencapai ratusan.
“Sekarang hampir di semua daerah sudah menggunakan jasa wedding organizer, bahkan di wilayah seperti Wanaraja hingga daerah selatan Garut pun sudah banyak yang menggunakan WO karena masyarakat tidak ingin repot mengurus sendiri acara pernikahan,” tambahnya.
Ia menilai potensi industri pernikahan ini sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan manajemen yang baik serta peningkatan profesionalisme, sektor ini diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal.
Beni juga mengungkapkan bahwa HANACARAKA sebenarnya telah dibentuk beberapa tahun lalu, namun sempat tidak aktif. Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif mengumpulkan kembali para pelaku usaha agar organisasi tersebut dapat diaktifkan kembali.
“Organisasi ini sebenarnya sudah dibentuk beberapa tahun lalu, tetapi sempat tidak aktif. Karena itu kami kumpulkan kembali dan diaktivasi sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki profil kelembagaan wedding organizer di Garut,” jelasnya.
Ia berharap dengan aktifnya kembali HANACARAKA, para pelaku wedding organizer di Kabupaten Garut dapat meningkatkan profesionalisme, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapannya tentu dengan adanya HANACARAKA ini profesionalisme meningkat, kompetensi SDM juga semakin baik, dan pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Garut,” pungkasnya.***Willyesha














