CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis semakin serius mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui gerakan tanam padi organik yang dipimpin langsung Bupati Ciamis Dr. H Herdiat Sunarya bersama Kelompok Tani Parikesit di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kamis (9/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata menuju kemandirian pangan di tengah tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan iklim.
“Pangan merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas bangsa. Karena itu, kemandirian pangan menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Herdiat menjelaskan, sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sektor pertanian dituntut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga bertransformasi ke sistem yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdaya saing.
“Pertanian organik bukan lagi alternatif, melainkan menjadi arah masa depan pertanian,” tegasnya.
Dikatakan Herdiat gerakan tanam padi organik menjadi tonggak awal penguatan pertanian sehat di Kabupaten Ciamis.
Program tersebut bertujuan menyediakan pangan yang aman dikonsumsi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan petani.
Menurutnya upaya mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai daerah organik membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Herdiat mengajak kepala desa menjadikan program tersebut sebagai prioritas pembangunan, perangkat daerah memperkuat sinergi, penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan, serta petani berani memulai dan berproses.
Sebagai langkah konkret, ia mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi kompos.
Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus menekan biaya produksi.
“Jika dilakukan bersama-sama, langkah sederhana ini akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pertanian yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Hetdiat menuturkan praktik pertanian organik di Ciamis menunjukkan perkembangan positif.
Penerapan metode SRI (System of Rice Intensification) organik mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 8–9 ton per hektare, menghemat penggunaan air hingga 40 persen, serta mengurangi kebutuhan benih hingga 80 persen.
“Pendekatan ini juga mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Herdiat turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan pertanian organik.
“Pertanian organik akan berjalan dengan kebersamaan mulai dari kelompok tani, gapoktan, penyuluh, hingga pemerintah desa dan kecamatan, dengan itu saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat,” ungkapnya.
Herdiat optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata, Ciamis mampu mewujudkan pertanian yang sehat sekaligus menjadi daerah yang bersih, nyaman, dan berdaya saing.
“Mari kita jaga alam, kuatkan kebersamaan, dan wujudkan Ciamis sebagai kabupaten organik,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















