Dejurnal.com, Garut — Semangat pelestarian budaya Sunda kembali menggema melalui kegiatan Festival Pembudayaan Olahraga Tradisional yang digelar di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kota Kulon, Kabupaten Garut, Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang digagas oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), Irwan Hendarsyah, tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Ahmad Bajuri, SE., MM., selaku Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat sekaligus Ketua BPOKK Provinsi Jawa Barat.
Kehadiran Ahmad Bajuri dalam festival budaya tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya pelestarian olahraga tradisional Sunda yang kini mulai jarang dimainkan oleh generasi muda. Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan budaya, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam berbagai permainan tradisional khas Sunda.
Dalam keterangannya, Ahmad Bajuri menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menggagas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kegiatan pembudayaan olahraga tradisional memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya daerah di tengah derasnya pengaruh modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan warisan leluhur, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, sportivitas, hingga pendidikan karakter bagi generasi muda. Ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ungkap Ahmad Bajuri.
Ia menilai, keberadaan olahraga tradisional Sunda merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Oleh karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Festival tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan dan permainan olahraga tradisional yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda pada masa lalu. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, mulai dari kalangan pelajar, komunitas budaya, tokoh masyarakat, hingga para pegiat seni dan budaya yang turut hadir memeriahkan acara.
Menurut Ahmad Bajuri, kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kembali rasa bangga masyarakat terhadap budaya daerahnya sendiri. Ia berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya luar, tetapi juga memahami dan mencintai budaya tradisional yang menjadi identitas bangsa Indonesia, khususnya budaya Sunda.
Selain itu, ia juga berharap festival pembudayaan olahraga tradisional dapat menjadi agenda rutin dan berkelanjutan, sehingga keberadaan olahraga tradisional tidak hanya tampil dalam acara seremonial semata, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat.
“Kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan secara konsisten, saya yakin olahraga tradisional akan kembali diminati dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Ini sekaligus menjadi upaya memperkuat karakter bangsa melalui budaya lokal,” tambahnya.
Festival Pembudayaan Olahraga Tradisional Sunda di Kabupaten Garut ini pun menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai budaya warisan leluhur dapat terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.***Willy















