Dejurnal.com, Bandung- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD 2026 tingkat Kabupaten Bandung digelar di SDN Soreang 01, Kamis 21 Mei 2026.
Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung dengan komunitas literasi Leksam Bedas ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah.
Menurut Asep Kusumah, kegiatan ini menjadi agenda yang penting untuk membangun karakter, kreativitas siswa, mengembangkan prestasi, dan jiwa sportif.
“Kegiatan ini dipersiapkan dengan baik dan apresiasi untuk guru pendamping, kepala sekolah, para pengawas dan tuan rumah SDN Soreang 01. Ini bagian yang penting, bagaimana menyiapkan anak-anak kita menuju generasi Indonesia emas 2045. Sesuai tema FLS3N 2026, Menumbuhkan karakter bangsa melalui kreativitas dan apresiasi seni budaya,” tuturnya.
Kadisdik pun menegaskan arah kebijakan Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna dengan melaksanakan 3 muatan lokal. “ Bapak Bupati menegaskan program pendidikan melalui 3 muatan lokal, memastikan terciptanya ekosistem pendidikan, menumbuhkan karakter unggul dari anak anak kita. Ini menjadi PR besar buat kita mewujudkan kabupaten bandung lebih Bedas menuju Indonesia emas 2045,” katanya
Asep Kusumah menyampaikan ucapan selamat berlomba untuk para peserta. ” Selamat bertanding, berkreatif dan para juri bangun kejujuran, fair untuk nantinya mengantarkan anak anak menuju tingkat provinsi. Bersama kita wujudkan pendidikan yang lebih baik, bermutu untuk kabupaten Bandung lebih Bedas,” ujarnya.
Ketua Lekasan Bedas SD, Hildawati, S. Pd, M. AP
mengatakan kegiatan FLS3N 2026 jenjang SD tingkat Kabupaten Bandung ini digelar untuk sebagai seleksi untuk memilih peserta yang akan diortandingkan di FLS3N tingkat Provinsi Jawa Barat.
” Ada 7 mata lomba yang diseleksi minat bakat siswa di antaranya lomba gambar cerita, seni tari, seni kriya, menyanyi solo, pantomim, menulis cerita dan mendongeng. Mode yang dipergunakan luring dan daring,” katanya.
Hildawati menuturkan, untuk hasil murni tanpa unsur subjektif dalam kegiatan ini dihadirkan juri profesional. “Kami mengundang juri profesional untuk lomba agar tidak ada subjektif. Pelaksanaannya secara daring begitupun ke tingkat provinsi dan nasional secara daring. Semoga ini hasil terbaik sukses ke tingkat selanjutnya,” pungkasnya
Pembukaan FLS3N ini selain dihadiri Kadisdik Kabupaten Bandung, dihadiri juga Kepala Bidang Disdik Kabupaten Bandung Kiki Taufik, M.Pd dan
Kepala Seksi SD Wawan Sumantri, S. Pd.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan cinderamata kepada Kadisdik, lukisan ibu Bupati Hj. Emma Deti, kolase dari barang bekas hasil karya guru Dian dari SDN Bojongkoneng Soreang. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan daur ulang sampah. *** Sopandi
















