Ciamis, deJurnal,- Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Ciamis bergerak cepat menuju lokasi dugaan bunuh diri di kawasan Jembatan Cirahong, Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026).
BTB yang merupakan unit khusus milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diterjunkan untuk membantu proses penanganan dan asesmen awal di lokasi kejadian bersama unsur gabungan lainnya.
Koordinator BTB Ciamis, Yudi Riyadis, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB, menjelang salat Jumat.
“Informasi kami terima sekitar sebelum Jumatan. Setelah mendapatkan kabar, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses penanganan di lapangan,” ujar Yudi.
Korban diketahui berinisial W warga Tasikmalaya tepatnya Cihidueng yang diduga melompat ke Sungai Citanduy dari Jembatan Cirahong. Hingga proses pencarian berlangsung, tim gabungan masih melakukan koordinasi di lapangan.
Yudi menegaskan dalam penanganan kejadian tersebut BTB berada di bawah koordinasi Basarnas dan unsur terkait lainnya.
“Kami sifatnya membantu dan mendukung proses penanganan. Untuk pencarian tetap berada dalam komando Basarnas,” katanya.
Ia menyebut saat menuju lokasi dirinya didampingi Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Panyingkiran untuk melakukan asesmen awal terhadap kebutuhan di lapangan.
Menurut Yudi, dalam setiap kejadian bencana maupun musibah kemanusiaan, BTB memiliki tiga fokus utama, yakni respons cepat, bantuan kemanusiaan serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascakejadian.
“Visi kami adalah merespons ketika ada bencana, membantu dari dana zakat yang dihimpun masyarakat, kemudian ikut dalam rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujarnya.
Dalam proses asesmen, diketahui korban bukan warga Kabupaten Ciamis dan beragama nonmuslim. Meski demikian, Yudi menegaskan bantuan kemanusiaan tetap diberikan tanpa membedakan latar belakang agama.
“Kalau sifatnya kemanusiaan, kami tidak melihat agamanya Islam ataupun non-Islam. Yang namanya kemanusiaan tetap harus dibantu dan disupport,” tegasnya.
BTB Ciamis juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan BAZNAS Kota Tasikmalaya mengingat korban berasal dari luar daerah.
Sementara itu, Ketua UPZ Kecamatan Panyingkiran, Ismail Habibi, mengatakan pihaknya turut membantu asesmen dan pendampingan terhadap keluarga korban apabila diperlukan.
“Biasanya kalau ada musibah atau kecelakaan seperti ini, kami membantu kebutuhan keluarga korban ataupun peralatan yang diperlukan di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan koordinasi lintas daerah antara BAZNAS Ciamis dan BAZNAS Tasikmalaya selama ini berjalan baik, terutama dalam penanganan kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kalau ada kejadian lintas wilayah tetap dilakukan koordinasi. Selama ini hubungan BAZNAS Ciamis dan Tasikmalaya juga berjalan baik,” pungkas Ismail. (Nay Sunarti)
















