Ciamis, deJurnal,- Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, kembali menjadi tujuan studi tiru daerah lain.
Untuk kedua kalinya dalam waktu berdekatan, wilayah tersebut didatangi rombongan dari Kota Tasikmalaya yang ingin mempelajari berbagai program unggulan yang dinilai berhasil diterapkan di tingkat kelurahan.
Kali ini, empat kecamatan dari Kota Tasikmalaya yakni Kecamatan Tawangsari, Tamansari, Bungursari, dan Cihideung datang secara bersamaan ke Kelurahan Sindangrasa, Senin (25/5/2026).
Tak hanya jajaran kecamatan, sebanyak 26 lurah turut hadir dalam rombongan tersebut untuk melihat langsung pola pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di Sindangrasa.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, bersama jajaran kelurahan dan unsur masyarakat setempat.
Derry mengatakan, kunjungan studi tiru kali ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, lebih dulu melakukan kunjungan serupa pada 12 Mei 2026 lalu.
“Sekarang empat kecamatan sekaligus datang. Mereka ingin melihat langsung bagaimana program-program di Sindangrasa dijalankan,” ujarnya.
Menurut Derry, ketertarikan daerah lain terhadap Sindangrasa muncul karena program-program yang dijalankan dinilai realistis dan tidak hanya bertumpu pada besarnya anggaran pemerintah.
Pasalnya, dari sisi anggaran, kelurahan di Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
“Yang paling utama itu kolaborasi. Semua unsur masyarakat dilibatkan sehingga program bisa berjalan bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Kelurahan Sindangrasa memaparkan sejumlah program unggulan, mulai dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penanganan stunting, hingga penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kelurahan.
Lebih lanjut, Derry menjelaskan, fokus utama studi tiru kali ini mencakup pengelolaan sampah, penanganan stunting, dan penguatan UPZ kelurahan.
“Tadi kita memaparkan program-program di Kelurahan Sindangrasa terkait pengelolaan sampah, UPZ kelurahan, dan penanganan stunting. Mereka sangat tertarik,” paparnya.
Ia menegaskan, pelaksanaan berbagai program di Sindangrasa melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari RT/RW, LPM, kader kesehatan, Karang Taruna, bidan kelurahan hingga Babinsa.
Bahkan, dalam menyambut kegiatan studi tiru tersebut, pihak kelurahan turut melibatkan seluruh unsur kewilayahan.
“Hadir dari kecamatan ada Ibu Sekmat, lurah beserta jajaran lengkap, Seklur dan para kasi. Ketua lembaga seperti LPM, Karang Taruna, kader, RT, RW hingga perwakilan masyarakat juga hadir. Termasuk bidan dan Babinsa,” jelasnya.
Derry menilai, penyelesaian persoalan masyarakat maupun pelayanan publik harus dilakukan secara holistik dan kolaboratif.
“Pemerintah kelurahan tidak bisa bekerja sendiri. Harus dibantu seluruh unsur, termasuk masyarakat, sehingga tidak terpaku pada anggaran saja,” ujarnya.
Melalui kegiatan studi tiru tersebut, Derry berharap berbagai program unggulan yang dipaparkan dapat diadaptasi dan memberikan manfaat bagi kelurahan-kelurahan di Kota Tasikmalaya.
Derry juga menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah kecamatan lain di Kota Tasikmalaya disebut akan menyusul melakukan studi tiru ke Kelurahan Sindangrasa.
Diketahui, Kelurahan Sindangrasa sebelumnya berhasil meraih Pinunjul 1 atau Juara 1 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.
Dalam ajang tersebut, Kelurahan Sindangrasa mempresentasikan sejumlah program unggulan yang lahir dari kebutuhan masyarakat, di antaranya penanganan dan pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga asuh, program MASAGI (Masyarakat Sindangrasa Gemar Infaq), serta pelayanan administrasi HANDAL yang mengedepankan pelayanan cepat, responsif, dan humanis.
Penghargaan Anugerah Gapura Sri Baduga diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, , dalam acara penganugerahan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025). (Nay Sunarti)
















