CIAMIS, deJurnal – Gemuruh tepuk tangan ribuan warga yang memadati Taman Lokasana Ciamis, Selasa malam (16/6/2026), menjadi penanda bahwa Harmoni Tanpa Batas bukan sekadar konser musik biasa.
Di tengah semarak peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, panggung tersebut menjelma menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat, seniman, pemerintah, hingga warga binaan pemasyarakatan dalam satu harmoni yang sama.
Kegiatan bertajuk “Suara yang Tak Terbatas” itu menghadirkan musisi nasional Charly Van Houten, Yayan Jatnika, sejumlah grup musik lokal, peluncuran lagu hasil program Pojok Musik Lapas Ciamis, serta pameran karya warga binaan yang menjadi bagian dari proses pembinaan di Lapas Kelas IIB Ciamis.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menilai Harmoni Tanpa Batas menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar hiburan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kreativitas mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.
“Harmoni Tanpa Batas bukan hanya tentang musik. Ini tentang kebersamaan, tentang bagaimana kita saling menghargai, memberi ruang untuk berkarya, dan membangun optimisme bersama,” ujar Herdiat.
Ia mengatakan, semangat yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut selaras dengan tema Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, yakni Guyub Ngawangun Galuh, yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membangun daerah.
Bagi bupati, pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan fisik, tetapi juga tentang membangun ruang-ruang yang mampu menumbuhkan kreativitas, solidaritas, dan harapan di tengah masyarakat.
“Ketika masyarakat dapat berkumpul, berkolaborasi, dan menikmati karya bersama, di situlah nilai kebersamaan tumbuh. Ini modal sosial yang sangat penting untuk kemajuan daerah,” katanya.
Di hadapan ribuan warga yang memadati kawasan Taman Lokasana, Herdiat juga mengaku memahami siapa sosok yang paling ditunggu masyarakat malam itu.
Dengan nada santai, ia memilih mempersingkat sambutannya agar masyarakat segera menikmati suguhan musik yang telah dinantikan.
“Saya tidak akan panjang-panjang berbicara, karena yang ditunggu masyarakat bukan sambutan Bupati, tetapi Mas Charly Van Houten,” ucapnya yang langsung disambut sorak dan tepuk tangan penonton.
Meski suasana berlangsung meriah, Herdiat tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan acara tersebut, mulai dari Lapas Kelas IIB Ciamis, Yayasan Bakti Anak Negeri, Polres Ciamis, Kodim 0613/Ciamis, komunitas seni, sponsor, hingga panitia pelaksana.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam Harmoni Tanpa Batas menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu melahirkan kegiatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Salah satu momen yang mendapat perhatian khusus pada malam itu adalah peluncuran lagu hasil program Pojok Musik Lapas Ciamis.
Program tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas di bidang seni musik.
Bupati menilai lahirnya karya dari proses pembinaan tersebut menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Kita harus percaya bahwa setiap orang memiliki potensi. Ketika diberikan ruang dan kesempatan, akan lahir karya-karya yang membanggakan seperti yang kita saksikan malam ini,” tuturnya.
Di sela kegiatan, Yayasan Bakti Anak Negeri juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, termasuk Bupati Ciamis, Kapolres Ciamis, Dandim 0613/Ciamis, dan Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis.
Seiring malam yang semakin larut, suasana Taman Lokasana semakin hidup. Ribuan warga larut bernyanyi bersama saat Band Pojok Musik Lapas membawakan lagu-lagu yang telah akrab di telinga masyarakat.
Cahaya lampu panggung berpadu dengan suara penonton yang bergema, menciptakan suasana hangat yang sulit dilupakan.
Bagi bupati, momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan dan menghadirkan rasa memiliki yang sama terhadap daerah yang dicintai.
“Dari panggung ini kita belajar bahwa harmoni bukan hanya tercipta dari nada dan irama, tetapi juga dari kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk saling menguatkan. Itulah semangat yang harus terus kita jaga untuk membangun Ciamis yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















