CIAMIS, deJurnal,- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit atau mengandalkan program bantuan sosial untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk menjamin akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, mengatakan masih ditemukan masyarakat yang baru mencari akses layanan kesehatan ketika mengalami sakit atau saat ada program bakti sosial dan pengobatan gratis.
Padahal, menurutnya, pemerintah telah menyediakan sistem jaminan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat setiap saat melalui BPJS Kesehatan.
“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Jangan menunggu ada kegiatan bakti sosial atau ketika kondisi kesehatan sudah memburuk. Dengan BPJS, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan medisnya,” ujarny
Menurutnya, kepesertaan BPJS Kesehatan saat ini semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bahkan bagi warga kurang mampu, pemerintah telah menyediakan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya ditanggung oleh negara sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, ia berharap masyarakat yang telah memenuhi kriteria dapat memanfaatkan program tersebut agar memiliki perlindungan kesehatan yang memadai.
BPJS Jadi Investasi Kesehatan Keluarga
Dr. Bayu menjelaskan, kepesertaan BPJS Kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk investasi kesehatan bagi keluarga.
Menurutnya, biaya pengobatan untuk berbagai penyakit saat ini tidaklah murah.
Dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan, masyarakat memiliki perlindungan finansial ketika membutuhkan pelayanan medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan operasi.
“Sering kali masyarakat merasa sehat sehingga menunda menjadi peserta BPJS. Padahal kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, BPJS harus dipandang sebagai perlindungan jangka panjang bagi diri sendiri dan keluarga,” katanya.
Operasi Katarak Gratis Jadi Momentum Edukasi
Imbauan tersebut juga disampaikan dr. Bayu saat pelaksanaan operasi katarak gratis dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti operasi katarak gratis memang sangat membantu masyarakat, namun jumlah penerima manfaatnya terbatas dan tidak dapat menjangkau seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan warga.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak bergantung pada program-program bantuan semata, melainkan memiliki perlindungan kesehatan yang dapat digunakan kapan saja melalui BPJS Kesehatan.
“Program sosial seperti operasi katarak gratis tentu sangat bermanfaat, tetapi sifatnya terbatas. Sementara kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat berlangsung setiap hari. Oleh karena itu, kepesertaan BPJS menjadi solusi yang paling efektif untuk menjamin akses pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Akses Layanan Kesehatan Semakin Mudah
Dr. Bayu menambahkan, pemerintah terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui berbagai program, termasuk bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan semakin luasnya cakupan Universal Health Coverage (UHC), masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan terus meningkat sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses pelayanan medis ketika membutuhkannya.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar. Karena itu kami mengajak masyarakat Kabupaten Ciamis untuk memastikan diri dan keluarganya sudah terlindungi oleh BPJS Kesehatan. Jangan menunggu sakit, jangan menunggu program bantuan, tetapi siapkan perlindungan kesehatan sejak sekarang,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















