Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, menggelar perayaan Milangkala ke-48 Desa Jayaraga dengan penuh kemeriahan, Sabtu (27/6/2026). Peringatan hari jadi desa tersebut dikemas dengan beragam pagelaran seni budaya tradisional yang dipadukan dengan pameran puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Sejak pagi, kawasan pelaksanaan kegiatan dipadati masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Jayaraga. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya yang ditampilkan oleh para seniman lokal. Berbagai kesenian tradisional menjadi daya tarik utama dalam perayaan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya daerah masih hidup dan terus mendapat tempat di tengah masyarakat.
Tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, rangkaian kegiatan Milangkala juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, perangkat desa, pelaku usaha, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan yang bersama-sama merayakan perjalanan panjang Desa Jayaraga selama 48 tahun.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya puluhan pelaku UMKM lokal yang membuka stan pameran dan penjualan berbagai produk unggulan desa. Beragam produk kuliner khas, makanan tradisional, minuman, kerajinan tangan, fesyen, hingga hasil kreativitas masyarakat dipasarkan kepada para pengunjung.
Kehadiran UMKM menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbelanja sekaligus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha lokal agar usahanya semakin berkembang. Transaksi yang terjadi selama kegiatan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Kepala Desa Jayaraga, Samsakti Alamsyah, mengatakan bahwa Milangkala ke-48 Desa Jayaraga bukan sekadar seremoni memperingati hari jadi desa, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya, mempererat persatuan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
“Milangkala ke-48 ini kami jadikan sebagai momentum mempererat silaturahmi masyarakat, melestarikan seni budaya, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku UMKM agar semakin berkembang. Harapannya, Desa Jayaraga terus maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan budaya lokal tetap lestari,” ujar Samsakti.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Milangkala telah menjadi agenda rutin Pemerintah Desa Jayaraga yang setiap tahunnya dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan desa sekaligus media memperkuat kebersamaan seluruh warga.
Menurutnya, perayaan tersebut tidak hanya memiliki nilai seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas, baik di bidang seni budaya maupun ekonomi kreatif.
“Milangkala ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Desa Jayaraga. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia desa, kegiatan ini menjadi momentum untuk melestarikan seni budaya, memperkuat persatuan warga, serta memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang,” tambahnya.
Samsakti berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam peringatan Milangkala dapat terus terpelihara sehingga masyarakat bersama pemerintah desa mampu membangun Jayaraga menjadi desa yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Sementara itu, Ketua Panitia Milangkala ke-48 Desa Jayaraga, Jajang, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan baik berkat dukungan masyarakat dan keterlibatan aktif para pemuda desa.
Menurutnya, pelaksanaan Milangkala tahun ini tetap mengacu pada ketentuan dan kebijakan yang berlaku. Seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan para pemuda sebagai panitia sekaligus motor penggerak berbagai kegiatan.
“Kami bersyukur seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dengan baik. Kegiatan ini dipandu dan didukung oleh para pemuda di wilayah Desa Jayaraga sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, aman, dan penuh kebersamaan,” tutur Jajang.
Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam penyelenggaraan Milangkala merupakan bentuk regenerasi dalam menjaga tradisi dan budaya desa. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap desa serta semangat untuk terus melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Perayaan Milangkala ke-48 Desa Jayaraga pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan generasi muda mampu melahirkan sebuah kegiatan yang tidak hanya meriah sebagai hiburan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, serta mempererat persatuan dan kebersamaan seluruh warga Desa Jayaraga.***Willy
















