Dejurnal.com, Garut – Kepala Desa Jayaraga, Samsakti Alamsyah, menegaskan bahwa upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) membutuhkan dukungan, sinergi, dan komitmen bersama mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat, lembaga pendidikan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Samsakti Alamsyah saat diwawancarai awak media usai penutupan rangkaian kegiatan Milangkala ke-48 Desa Jayaraga yang berlangsung pada Sabtu (27/6/2026).
Acara penutupan Milangkala ke-48 Desa Jayaraga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra H. Dede Kusdinar, Asisten Daerah I Kabupaten Garut Bambang Hafidz, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Asep Mulyana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut Ahmad Ramdani, Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Garut Idad Badrudin, serta para kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Dalam keterangannya, Samsakti menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat pemerintah dan para kepala desa yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari seluruh tingkatan pemerintahan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Sudah seharusnya pemerintah, mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah di Kabupaten Garut, memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang bertujuan meminimalisir bahaya narkoba. Tanpa dukungan dan motivasi dari semua pihak, tentu perjuangan ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran para pejabat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi menjadi bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi pemerintah desa agar semakin semangat dalam mengembangkan program Desa Bersinar.
Samsakti berharap Pemerintah Kabupaten Garut terus menggaungkan gerakan pemberantasan narkoba secara berkelanjutan dan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama.
Menurutnya, persoalan narkoba merupakan ancaman serius yang tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah desa.
“Keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, hasilnya tentu akan lebih cepat tercapai. Namun apabila tidak dilakukan secara bersama-sama, maka penyalahgunaan narkoba akan semakin sulit ditekan dan jumlah korbannya bisa terus bertambah,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Desa Jayaraga telah membentuk kader-kader penyuluh anti narkoba yang berasal dari kalangan generasi muda desa. Program tersebut melibatkan dua orang perwakilan pemuda, yakni Mojang dan Jajaka Desa, sebagai agen penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
Para kader tersebut diberikan peran untuk menyampaikan informasi serta edukasi mengenai bahaya narkoba kepada keluarga masing-masing, lingkungan sekitar, masyarakat di tingkat RW, hingga sekolah-sekolah. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat sejak usia dini.
Samsakti optimistis bahwa langkah preventif melalui edukasi dan pelibatan generasi muda merupakan salah satu strategi yang efektif dalam membangun masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi agar cita-cita mewujudkan Desa Jayaraga sebagai Desa Bersinar dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.***Willy















