CIAMIS, deJurnal,- Sebanyak 13 warga Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, berhasil menuntaskan pendidikan melalui Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C di PKBM Serambi Ilmu pada Tahun Ajaran 2025/2026. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Bangunharja, Carikin, S.Ag., M.Pd.I., yang berharap semakin banyak warganya mengikuti jejak tersebut demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa.
Ajakan itu disampaikan Carikin saat menghadiri acara Perpisahan dan Pelepasan Warga Belajar PKBM Serambi Ilmu Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di PKBM Serambi Ilmu, Dusun Babakan, Desa Karyamulya, Kecamatan Cisaga, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Carikin, keberhasilan 13 warga Bangunharja menyelesaikan pendidikan kesetaraan menjadi bukti bahwa keterbatasan kesempatan mengenyam pendidikan formal bukanlah akhir dari perjalanan belajar seseorang. Melalui jalur pendidikan nonformal, masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah yang diakui negara.
“Saya merasa bangga karena tahun ini ada 13 warga Desa Bangunharja yang berhasil menyelesaikan pendidikan melalui Program Kejar Paket. Ini membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia. Saya berharap keberhasilan mereka menjadi motivasi bagi warga lainnya yang belum memiliki ijazah agar tidak ragu untuk kembali belajar,” ujar Carikin.
Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin besar pula peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Karena itu, Pemerintah Desa Bangunharja terus mendorong masyarakat yang belum menamatkan pendidikan dasar maupun menengah untuk memanfaatkan Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket A, B, dan C.
“Kami ingin angka rata-rata lama sekolah di Desa Bangunharja terus meningkat. Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi setiap orang. Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar, karena ilmu akan selalu membawa manfaat bagi masa depan,” katanya.
Carikin juga mengingatkan bahwa keberadaan ijazah kini menjadi salah satu syarat penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan hingga mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi.
Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena masyarakat tidak dipungut biaya selama mengikuti pendidikan di PKBM Serambi Ilmu.
Sementara itu, Ketua PKBM Serambi Ilmu, Cut Suryanti, SE, menjelaskan pada Tahun Ajaran 2025/2026 pihaknya melepas 290 warga belajar dari Program Kejar Paket A, B, dan C. Mayoritas lulusan berasal dari Program Paket C yang setara dengan jenjang SMA.
Ia mengatakan peserta didik tidak hanya berasal dari Kecamatan Cisaga, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis hingga Kota Banjar. Hal itu menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan sebagai alternatif untuk menuntaskan pendidikan.
“Seluruh proses pendidikan di PKBM Serambi Ilmu tidak dipungut biaya. Mulai dari pendaftaran, kegiatan belajar hingga penerimaan ijazah semuanya gratis karena mendapat dukungan dari pemerintah. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini,” jelas Cut.
Pemerintah Desa Bangunharja berharap semakin banyak warga yang mengikuti pendidikan kesetaraan sehingga kualitas sumber daya manusia desa terus meningkat.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen desa dalam mewujudkan pembangunan berbasis pendidikan melalui semangat ‘Sauyunan Ngawangun Lembur Nata Karaharjaan’, yaitu membangun desa secara bersama-sama menuju masyarakat yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera. (Nay Sunarti)
















